Kenapa Sering Terbangun Jam 3 Pagi? Ternyata Ini Alasannya
Jam menunjukkan pukul 3 pagi. Ruangan gelap, suasana hening, tapi pikiranmu tiba-tiba terasa sangat aktif dan sulit kembali tidur.
Banyak orang mengalami hal serupa, terbangun di waktu yang hampir sama setiap malam dan mulai bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan kualitas tidur mereka. Padahal, menurut ahli, terbangun di malam hari sebenarnya adalah hal yang normal.Â
Supaya kamu lebih paham, yuk kenali alasan ilmiah di balik kebiasaan bangun jam 3 pagi berikut ini!
Siklus Tidur yang Alami
Tidur tidak berlangsung dalam satu fase panjang tanpa gangguan. Tubuh mengalami beberapa siklus tidur yang membuat kita bisa terbangun di malam hari./ Foto: freepik.com
Menurut penelitian, tidur manusia terbagi dalam beberapa siklus yang berlangsung sekitar 90 hingga 110 menit. Dalam satu malam, orang dewasa biasanya mengalami 4 hingga 6 siklus tidur yang terdiri dari tidur ringan, tidur dalam, dan fase REM (rapid eye movement).
Menjelang akhir setiap siklus, tidur menjadi lebih ringan sehingga kemungkinan terbangun semakin besar. Selain itu, fase tidur dalam lebih banyak terjadi di awal malam, sehingga bangun di dini hari seperti jam 3 pagi adalah hal yang wajar secara biologis.
Pengaruh Hormon dan Ritme Tubuh
Tubuh memiliki ritme alami yang mengatur waktu bangun dan tidur. Hormon seperti kortisol berperan dalam membuat tubuh lebih waspada di pagi hari./ Foto: freepik.com/svetlanasokolova
Menurut ahli, menjelang pagi tubuh mulai mempersiapkan diri untuk bangun. Hormon kortisol, yang berfungsi meningkatkan kewaspadaan, mulai meningkat secara alami di dini hari.
Kondisi ini membuat tubuh lebih mudah terbangun, terutama jika kamu berada di fase tidur ringan. Jadi, bangun jam 3 pagi bukan berarti ada gangguan, tapi bagian dari ritme alami tubuh.
Stres dan Overthinking di Malam Hari
Stres bisa membuat kamu lebih mudah terbangun di malam hari. Pikiran yang penuh justru terasa lebih intens saat suasana hening./ Foto: freepik.com/pvproductions
Stres adalah salah satu penyebab utama kenapa kamu sulit tidur kembali setelah terbangun. Saat malam hari, minimnya distraksi membuat pikiran terasa lebih “berisik” dibandingkan siang hari.
Penelitian menunjukkan bahwa stres dan kebiasaan overthinking berkaitan erat dengan insomnia. Ketika kamu sudah terbangun dan mulai memikirkan banyak hal, otak jadi semakin aktif dan sulit kembali ke mode istirahat.
Kebiasaan dan Lingkungan Tidur
Kebiasaan tidur yang tidak teratur bisa memicu gangguan tidur. Lingkungan kamar juga berperan penting dalam kualitas istirahat./ Foto: freepik.com/diana.grytsku
Jadwal tidur yang tidak konsisten, terlalu banyak paparan layar sebelum tidur, atau suhu kamar yang tidak nyaman bisa membuat tidur jadi kurang berkualitas. Hal ini meningkatkan kemungkinan kamu terbangun di tengah malam.
Selain itu, kebiasaan seperti mengecek jam saat terbangun juga bisa memperburuk kondisi. Semakin kamu fokus pada waktu, semakin sulit otak untuk kembali rileks.
Jadi, bangun jam 3 pagi sebenarnya hal yang cukup normal. Tapi kalau mulai mengganggu, mungkin sudah waktunya kamu evaluasi pola tidurmu.
Kamu sering mengalaminya juga nggak, Beauties?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!