Ini Manfaat dan Bahaya Setiap Bagian Tubuh Ayam untuk Kesehatan
Ayam menjadi salah satu bahan pangan yang paling sering hadir di meja makan karena rasanya yang lezat, mudah diolah, dan dianggap menyehatkan. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa setiap bagian tubuh ayam memiliki kandungan nutrisi, lemak, dan potensi risiko kesehatan yang berbeda.
Mulai dari dada, paha, hingga jeroan, semuanya memberi dampak yang tidak sama bagi tubuh jika dikonsumsi secara rutin. Beauties, memahami perbedaan manfaat dan bahaya dari setiap bagian ayam sangat penting agar kamu bisa lebih bijak dalam memilih asupan harian. Yuk, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!
1. Dada Ayam
Ilustrasi dada ayam/Freepik: 8photo
Dada ayam tanpa kulit dikenal sebagai bagian paling sehat dari ayam. Menurut Dr. Melina Jampolis, seorang physician nutrition specialist yang diwawancarai WebMD, dada ayam merupakan sumber protein tanpa lemak yang sangat baik untuk membangun massa otot, memperbaiki jaringan tubuh, serta membantu menjaga berat badan tetap ideal karena kalorinya relatif rendah. Dalam artikel edukasi gizi WebMD, dijelaskan bahwa dada ayam mengandung protein tinggi dengan lemak jenuh yang sangat sedikit jika dikonsumsi tanpa kulit.
Selain itu, konsumsi dada ayam dapat membantu meningkatkan rasa kenyang lebih lama, sehingga cocok untuk kamu yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau menjaga komposisi tubuh. Namun, manfaat ini bisa berkurang jika dada ayam diolah dengan cara digoreng atau ditambahkan lemak berlebih.
2. Paha Ayam
Ilustrasi paha ayam/Freepik: freepik
Paha ayam, baik paha atas maupun bawah, memiliki kandungan protein yang tetap tinggi, tetapi dengan kadar lemak dan kalori yang lebih besar dibandingkan dada ayam. Menurut ahli gizi Katherine Zeratsky, RDN, LD, yang diwawancarai Mayo Clinic, bagian paha ayam mengandung lebih banyak lemak intramuskular, sehingga teksturnya lebih juicy dan rasanya lebih gurih.
Kandungan lemak ini membuat paha ayam menjadi sumber energi yang lebih besar, cocok untuk kamu yang memiliki aktivitas fisik tinggi atau membutuhkan asupan energi tambahan. Namun, konsumsi paha ayam sebaiknya tetap dikontrol, terutama bagi individu dengan kolesterol tinggi atau risiko penyakit jantung, karena lemak jenuhnya lebih tinggi dibandingkan dada ayam.
3. Ceker Ayam
Ilustrasi ceker ayam/Freepik: jcomp
Ceker ayam sering dianggap sepele, padahal bagian ini mengandung kolagen, gelatin, serta mineral yang bermanfaat bagi kesehatan sendi dan kulit. Dilansir oleh Healthline, kolagen dari ceker ayam dapat membantu mendukung kesehatan sendi dan jaringan ikat jika dikonsumsi sebagai bagian dari kaldu atau sup.
Namun, sebagian besar kalori pada ceker ayam berasal dari kulit dan jaringan lemaknya, yang mengandung lemak jenuh cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, terutama dengan cara digoreng, ceker ayam dapat berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol darah. Karena itu, pengolahan dengan cara direbus atau dijadikan kaldu jauh lebih dianjurkan.
4. Brutu atau Pantat Ayam
Ilustrasi pantat ayam/Freepik: freepik
Brutu ayam mengandung beberapa vitamin B, terutama vitamin B3 (niasin) dan B6, yang berperan penting dalam metabolisme energi dan fungsi saraf. Menurut Cleveland Clinic, vitamin B6 membantu pembentukan neurotransmiter yang mendukung fungsi otak dan sistem saraf.
Meski begitu, bagian brutu juga dikenal sebagai salah satu bagian ayam dengan kandungan lemak paling tinggi. Bagian ayam yang memiliki banyak jaringan lemak sebaiknya dikonsumsi secara terbatas karena dapat meningkatkan asupan lemak jenuh harian secara signifikan. Oleh karena itu, meski mengandung vitamin, brutu bukan pilihan terbaik untuk konsumsi rutin.
5. Jeroan (Hati, Usus, Ampela, dan Paru)
Ilustrasi hati ayam/Freepik: timolina
Jeroan ayam seperti hati, usus, ampela, dan paru memang kaya akan protein dan beberapa vitamin penting, termasuk vitamin B kompleks dan zat besi. Bagian ini bisa membantu mendukung metabolisme tubuh, pembentukan sel darah merah, serta menyediakan energi tambahan
Namun, jeroan juga mengandung kolesterol dan purin dalam jumlah tinggi, sehingga konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan asam urat, terutama bagi kamu yang memiliki riwayat penyakit jantung atau gout.
Selain itu, paru dan usus adalah bagian yang mudah terkontaminasi bakteri dan parasit dari sistem pencernaan ayam. Untuk menjaga kesehatan, bagian ini harus dibersihkan secara menyeluruh dan dimasak hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi. Dengan begitu, kamu masih bisa mendapatkan manfaat proteinnya tanpa terlalu menambah risiko kesehatan dari bakteri atau parasit.
6. Kulit Ayam
Ilustrasi kulit ayam/Freepik: topntp26
Kulit ayam merupakan sumber utama lemak jenuh dan kolesterol. Dilansir dari WebMD, konsumsi kulit ayam secara rutin dapat meningkatkan kadar LDL atau kolesterol jahat, yang berhubungan langsung dengan risiko penyakit jantung dan stroke.
Healthline juga menjelaskan bahwa asupan lemak jenuh berlebih dapat mempercepat penumpukan lemak tubuh dan meningkatkan risiko obesitas. Karena itu, kamu yang ingin menjaga kesehatan jantung dan berat badan disarankan untuk mengonsumsi ayam tanpa kulit atau membuang kulitnya sebelum dimasak.
7. Sayap Ayam
Ilustrasi sayap ayam/Freepik: KamranAydinov
Sayap ayam mengandung lebih banyak lemak dibandingkan dada karena proporsi kulitnya lebih besar. Selain itu, beberapa laporan internasional menyebutkan bahwa bagian sayap berpotensi menjadi area penyuntikan obat atau vaksin pada ayam ternak.
Dalam laporan investigatif yang dimuat oleh The Guardian dan dikomentari oleh Dr. Darin Detwiler, profesor keamanan pangan dari Northeastern University, disebutkan bahwa residu obat hewan dapat tertinggal jika masa henti obat tidak dipatuhi dengan baik. Meski kasus ini jarang, memilih ayam dari sumber terpercaya tetap menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko.
8. Kepala Ayam
Kepala ayam/Foto: YouTube Katty Butterfly
Kepala ayam jarang dikonsumsi karena bagian ini memiliki risiko lebih tinggi untuk mengandung bakteri, parasit, atau residu kimia dari pakan dan lingkungan tempat ayam dibesarkan. Mengonsumsi kepala ayam yang tidak dimasak dengan sempurna bisa meningkatkan risiko infeksi atau paparan zat kimia yang berbahaya bagi tubuh.
Selain itu, bagian kepala memiliki nilai nutrisi yang relatif rendah dibanding bagian lain, sehingga manfaat kesehatannya tidak sebanding dengan risiko yang mungkin muncul. Oleh karena itu, banyak ahli gizi menyarankan agar kamu menghindari konsumsi kepala ayam secara rutin dan memilih bagian lain yang lebih aman serta bergizi tinggi.
Beauties, setiap bagian tubuh ayam memiliki potensi manfaat nutrisi yang besar sekaligus risiko tersendiri tergantung bagaimana cara kamu memilih, membersihkan, dan memasaknya. Yuk jadikan pola makanmu lebih sehat dan bijak dengan mengolah ayam secara higienis dan memilih bagian yang sesuai kebutuhan tubuhmu!
____
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!