Dopamine Menu, Tren Self-Care yang Bisa Bantu Mengurangi Burnout
Beauties, saat mendengar kata “menu”, kamu mungkin akan membayangkan deretan makanan dan minuman lezat yang siap disantap. Namun, beda halnya dengan dopamine menu atau menu dopamin.
Menurut situs The Conversation, konsep tersebut berawal dari video yang diunggah channel YouTube How to ADHD pada 2020. Dalam video tersebut, dijelaskan bahwa menu dopamin bisa membantu penderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD ketika memerlukan stimulasi yang lebih terarah.
Dengan dopamine menu, setiap orang bisa menyusun daftar aktivitas disukai selayaknya menyusun daftar hidangan, mulai dari makanan pembuka, hidangan utama, lauk, hingga makanan penutup.
Nah, biar lebih jelas, berikut penjelasan tentang apa itu dopamine menu dan manfaatnya untuk membantu mengurangi burnout.
Apa itu Dopamine Menu?
Dopamine menu adalah sederet cara untuk meningkatkan suasana hati secara sengaja dengan menyalurkan energi melalui berbagai aktivitas menarik yang bisa dirancang sendiri. Menurut laman Eating Well, dopamin sendiri adalah jenis hormon yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh, mulai dari tidur, pencernaan, pembelajaran, hingga kesehatan emosional.
Kamu bisa merasakan pelepasan dopamin saat usai mencoret daftar tugas harian atau mingguan, baik itu berkaitan dengan pekerjaan, pendidikan, maupun hobi. Di situlah menu dopamin berperan untuk memberikan rasa puas usai kamu menuntaskan suatu aktivitas.
Ketika kamu merasa memerlukan dorongan atau motivasi, deretan menu dopamin yang sudah kamu catat bisa dilakukan untuk meningkatkan suasana hati.
Cara Menyusun Dopamine Menu
Cara menyusun dopamine menu/Foto: magnific.com/magnific
Selayaknya menu di restoran, dopamine menu juga terdiri dari hidangan pembuka, hidangan utama, hidangan pendamping, serta hidangan penutup. Kamu bisa menyusun deretan menu dopamin tersebut sesuai dengan aktivitas yang kamu sukai.
Berikut ini cara menyusun dopamine menu dan beberapa contohnya.
- Hidangan pembuka: Aktivitas singkat, sekitar 10-15 menit, dan dapat memberikan kesenangan langsung. Misalnya, berjalan-jalan di taman atau sekitar rumah, meditasi, membuat camilan sambil mendengarkan musik.
- Hidangan utama: Aktivitas berdurasi lebih lama, tetapi bisa memberikan efek lebih memuaskan. Contohnya, mengikuti kelas olahraga atau kelas sesuai hobi dan nongkrong bersama teman.
- Hidangan pendamping: Menyerupai aktivitas pembuka dengan durasi pendek dan ditambah beberapa aktivitas yang terasa kurang menyenangkan, tetapi bisa menimbulkan rasa puas. Contoh, merapikan tempat tidur, mencuci piring, membersihkan rumah, hingga melipat pakaian.
- Hidangan penutup: Aktivitas sesekali yang tidak dilakukan secara rutin, tetapi rasa senangnya bertahan lama. Misalnya, menonton konser grup idola, memenangkan perlombaan, atau liburan.
Kamu memiliki kebebasan untuk menyusun dopamine menu favoritmu, sesuai dengan gaya hidup dan hobimu. Ketika merasa produktivitas sedang menurun atau sedang burnout, kamu bisa mulai melakukan aktivitas dari daftar menu dopamin tersebut untuk meningkatkan motivasi.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!