Demi Puasa Lancar, 8 Makanan dan Minuman Ini Pantang untuk Penderita Asam Lambung
Bulan Ramadan menjadi momen istimewa untuk beribadah sekaligus memperbaiki pola makan. Namun, bagi penderita asam lambung, perubahan jadwal makan dari tiga kali sehari menjadi hanya saat sahur dan berbuka bisa menjadi tantangan tersendiri jika tidak disiasati dengan tepat.
Karena itu, penting untuk lebih selektif dalam memilih menu sahur maupun berbuka. Terlebih, beberapa jenis makanan dan minuman tertentu diketahui dapat memperburuk gejala, bahkan memicu kambuhnya refluks asam jika dikonsumsi berlebihan atau terlalu sering. Dilansir dari GERD Help dan Oshi Health, simak makanan dan minuman yang pantang dikonsumsi penderita asam lambung, termasuk selama Ramadan!Â
1. Makanan Pedas
Makanan pedas/ Foto: Pexels.com/jianwei zhu
Makanan pedas sudah lama dikenal sebagai salah satu pemicu utama naiknya asam lambung. Sensasi pedas berasal dari senyawa capsaicin yang merangsang reseptor tertentu di tubuh, sehingga menimbulkan rasa panas atau perih di area dada dan tenggorokan.
Selain itu, capsaicin juga dapat memperlambat proses pencernaan. Akibatnya, makanan bertahan lebih lama di dalam lambung dan meningkatkan risiko refluks. Rasa pedas yang kuat juga berpotensi mengiritasi kerongkongan, yang akhirnya membuat gejala mulas terasa lebih intens.
2. Gorengan dan Makanan Tinggi Lemak
Gorengan/ Foto: Pexels.com/Meenakshi Sundaram Manivannan
Makanan tinggi lemak, terutama yang digoreng atau termasuk fast food, dapat meningkatkan produksi asam di lambung. Selain itu, jenis makanan ini juga menurunkan tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah, yaitu katup yang berfungsi menahan asam agar tidak naik ke kerongkongan.
Lemak juga memperlambat proses pengosongan lambung. Kondisi ini membuat isi perut bertahan lebih lama, sehingga tekanan dalam lambung meningkat dan memicu refluks. Karena itu, makanan seperti kentang goreng, keripik, saus creamy, mentega, dan daging berlemak sebaiknya dibatasi.
3. Makanan dan Minuman Asam
Makanan dan minuman asam/ Foto: Pexels.com/www.kaboompics.com
Makanan dengan tingkat keasaman tinggi juga pantang dikonsumsi penderita asam lambung. Buah sitrus seperti jeruk, lemon, dan jeruk bali, serta produk berbasis tomat, termasuk dalam kelompok makanan yang perlu diwaspadai.
Rasa asam alami pada makanan tersebut bisa mengiritasi lapisan kerongkongan, terutama pada orang yang sensitif terhadap refluks. Meski beberapa di antaranya tergolong makanan sehat, konsumsinya tetap perlu dibatasi agar tidak memicu gejala asam lambung.
4. Produk Susu
Produk susu/ Foto: Pexels.com/Charlotte May
Susu sapi dan produk olahannya, terutama yang tinggi lemak, sering dikaitkan dengan gejala refluks. Meski tidak selalu menjadi penyebab utama, produk susu bisa memperparah rasa tidak nyaman pada lambung bagi sebagian orang.
Jenis yang perlu dibatasi antara lain susu full cream, keju, yogurt berlemak, es krim, hingga minuman susu rasa. Sebagai alternatif, penderita asam lambung bisa mencoba susu rendah lemak atau susu nabati seperti kedelai, almond, hingga susu oat.
5. Alkohol
Alkohol/ Foto: Pexels.com/cottonbro studio
Semua jenis alkohol, mulai dari bir, anggur, hingga minuman keras, dapat berdampak negatif pada sistem pencernaan. Alkohol dapat menyebabkan iritasi pada lambung dan mengganggu fungsi sfingter esofagus.
Meski tidak selalu menjadi penyebab utama asam lambung, alkohol sering memperparah gejala yang sudah ada. Olehnya itu, sangat disarankan untuk membatasi atau menghentikan konsumsi alkohol, terlebih hal ini juga termasuk minuman yang diharamkan dalam Islam.
6. Kafein
Kafein/ Foto: Pexels.com/Burst
Kafein kerap dikaitkan dengan meningkatnya gejala asam lambung. Minuman seperti kopi, teh berkafein, soda, dan minuman energi sering menjadi pemicu pada sebagian penderita asam lambung.
Meski efeknya tidak selalu sama pada setiap orang, banyak penderita melaporkan gejala yang memburuk setelah mengonsumsi kafein. Maka dari itu, penting untuk memperhatikan reaksi tubuh dan mengurangi konsumsi jika muncul keluhan.
7. Cokelat
Cokelat/ Foto: Pexels.com/RDNE Stock Project
Cokelat turut masuk daftar makanan yang sering memicu gejala asam lambung. Kandungannya dapat merangsang pelepasan serotonin pada sel usus, yang kemudian membuat sfingter esofagus mengendur.
Akibatnya, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Tak hanya itu, cokelat juga bersifat asam dan mengandung kafein, dua faktor lain yang dapat memperparah gejala asam lambung.
8. Minuman Berkarbonasi
Minuman berkarbonasi/ Foto: Pexels.com/Towfiqu barbhuiya
Minuman berkarbonasi seperti soda, air soda, kombucha, atau minuman energi bersoda dapat memicu rasa tidak nyaman di lambung. Kandungan gas di dalamnya juga dapat meningkatkan tekanan pada perut.
Tak sampai di situ, banyak minuman berkarbonasi mengandung kafein atau bersifat asam. Kombinasi tersebut membuat minuman jenis ini berpotensi memperburuk gejala refluks, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.
Itu dia makanan dan minuman yang pantang untuk penderita asam lambung. Pastikan batasi agar tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman, termasuk selama Ramadan.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!