Capek Mikir Terus? Coba 5 Cara Stop Overthinking Biar Hidup Lebih Tenang
Overthinking adalah kebiasaan berpikir berlebihan yang sering kali membuat seseorang terjebak dalam kecemasan, ketakutan, dan rasa tidak aman. Alih-alih menemukan solusi, pikiran justru terus berputar pada kemungkinan terburuk, kesalahan masa lalu, atau hal-hal yang belum tentu terjadi.
Tidak heran jika banyak orang merasa lelah secara mental meski tidak melakukan aktivitas fisik yang berat. Menurut Jennifer L. Taitz, seorang psikolog klinis sekaligus penulis buku Stress Resets yang dilansir dari CNBC, overthinking merupakan salah satu masalah terbesar yang sering dialami kliennya.
Kebiasaan ini tidak hanya memperparah stres, tetapi juga membuat seseorang sulit mengatur emosi dan menikmati hidup dengan lebih ringan.
Berikut lima cara stop overthinking yang bisa kamu terapkan agar hidup terasa lebih tenang dan seimbang.
1. Kenali Pola Overthinking-mu
Mengenali pola overthinking membantu kamu lebih cepat sadar saat pikiran mulai berlebihan. Langkah ini menjadi dasar untuk mengontrol kecemasan./ Foto: freepik.com
Langkah pertama adalah menyadari kapan kamu mulai overthinking. Apakah terjadi di malam hari? Saat sendirian? Atau setelah berinteraksi dengan orang tertentu? Perhatikan juga tanda fisik seperti rahang mengatup, napas pendek, atau tubuh tegang.
Dengan mengenali pola ini, kamu bisa lebih siap menghadapi tanda awal overthinking dan langsung menerapkan strategi penenang sebelum pikiran makin larut.
2. Ambil Jarak dari Diri Sendiri
Self-distancing membantu melihat masalah secara lebih objektif. Cara ini efektif mengurangi emosi berlebihan./ Foto: freepik.com/katemangostar
Saat overthinking, kamu terlalu tenggelam dalam masalah. Cobalah melihat situasi seolah kamu adalah orang ketiga yang sedang mengamati. Bayangkan dirimu sebagai “lalat di dinding” yang hanya mengamati, bukan terlibat langsung.
Dengan mengambil jarak, kamu bisa melihat masalah dengan lebih jernih dan tidak terlalu emosional. Perspektif ini membantu pikiran menjadi lebih rasional.
3. Ganti Pertanyaan “Kenapa” dengan “Bagaimana”
Mengganti “kenapa” dengan “bagaimana” membuat pikiran lebih solutif. Cara ini membantu kamu fokus pada tindakan, bukan penyesalan./ Foto: freepik.com/stockking
Pertanyaan “kenapa” sering membuat pikiran buntu, seperti “Kenapa aku begini?” atau “Kenapa ini terjadi padaku?”. Sebaliknya, pertanyaan “bagaimana” mendorong solusi, seperti “Bagaimana aku bisa memperbaiki situasi ini?”
Perubahan kecil ini mampu mengalihkan pikiran dari penyesalan menjadi perencanaan yang lebih positif.
4. Tuliskan Perasaanmu
Menulis membantu memproses emosi tanpa terjebak overthinking. Teknik ini terbukti mampu menurunkan stres dan kecemasan./ Foto: freepik.com
Daripada terus memikirkan masalah di kepala, cobalah menuliskannya. Kamu bisa melakukan latihan menulis selama tiga hari:
- Hari pertama: tulis tentang stres yang kamu rasakan.
- Hari kedua: tulis dampaknya terhadap hidupmu.
- Hari ketiga: tulis harapanmu ke depan.
Menulis membantu pikiran lebih terstruktur sekaligus memberi jarak emosional dari masalah.
5. Jadwalkan Waktu untuk Overthinking
Menjadwalkan overthinking membuat pikiran terasa lebih terkendali. Cara ini membantu mengurangi kecemasan sepanjang hari./ Foto: freepik.com
Alih-alih membiarkan pikiran berlarut sepanjang hari, tentukan waktu khusus, misalnya 10 menit setiap malam untuk memikirkan masalah. Setelah itu, berhenti.
Sering kali, saat waktunya tiba, kamu justru sudah lupa dengan kekhawatiran tersebut. Cara ini membantu pikiran merasa lebih bebas dan tidak terus tertekan.
Dari lima cara di atas, mana yang paling ingin kamu coba mulai hari ini, Beauties?
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!