Benarkah Terlalu Banyak Konsumsi Gula Bisa Melemahkan Tulang? Ini Faktanya!

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Jumat, 09 Jan 2026 07:30 WIB
Benarkah Terlalu Banyak Konsumsi Gula Bisa Melemahkan Tulang? Ini Faktanya!
Ilustrasi makanan manis, yaitu donat/Foto: Pexels.com/Dee Dave

Apakah Beauties pecinta makanan atau minuman manis? Apa yang terlintas di kepala ketika mengonsumsi gula secara berlebihan?

Sebagian besar orang pasti akan mengaitkannya dengan berat badan dan penyakit diabetes. Selain itu, ternyata ada masalah kesehatan lainnya yang disebabkan karena terlalu banyak mengonsumsi gula. Beberapa ahli kesehatan mengungkapkan bahwa mengonsumsi gula secara berlebihan mampu melemahkan tulang seiring berjalannya waktu.

"Pola makan tinggi makanan olahan, gula, atau garam dapat melemahkan tulang seiring waktu," kata Dr. Pamela Mehta, MD, ahli bedah ortopedi, mengutip Parade.

Selaras dengan Dr. Mehta, Dr. Jeremy Smith, MD juga menuturkan, "Makanan ultra-olahan yang tinggi gula dapat menyebabkan hilangnya kalsium, sehingga melemahkan tulang."

Lantas, Bagaimana Tepatnya Diet Tinggi Gula Melemahkan Tulang?

Ilustrasi makanan manis/Foto: Pexels.com/Jonathan Borba

Kezia Joy, RDN, penasihat medis di Welzo menjelaskan bahwa mengonsumsi gula dalam kadar tinggi secara tidak langsung dapat memengaruhi kesehatan tulang dengan meningkatkan jumlah kalsium yang hilang melalui urine. Akibatnya, lebih sedikit kalsium yang tersedia untuk menjaga kepadatan tulang.

"Lonjakan gula darah yang sering terjadi dapat mengganggu fungsi normal vitamin D," kata Joy pada Healthline, "sehingga tubuh kurang mampu menyerap kalsium secara efektif dari makanan yang kita makan."

Vitamin D pada dasarnya memainkan peran penting dalam penyerapan kalsium dan membantu mengatur pergantian tulang.

Selain itu, kelebihan gula dapat menyebabkan peradangan kronis tingkat rendah. Hal ini dapat memengaruhi pembentukan kembali tulang dari waktu ke waktu, imbuh Joy. "Oleh karena itu, sangat penting untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori dan tinggi gula dalam jumlah sedang terutama selama musim liburan."

Berapa Batas Konsumsi Gula Harian?

Ilustrasi gula/Foto: Freepik.com/jcomp

Jika mengacu pada American Heart Association (AHA), tidak disarankan mengonsumsi gula tambahan lebih dari 6% kalori harian tubuh. Untuk pria, ini setara dengan sekitar 9 sendok teh (36 gram), sedangkan untuk perempuan sekitar 6 sendok teh (25 gram).

Gula tambahan adalah gula yang ditambahkan ke makanan selama proses pembuatannya. Ini berbeda dari gula yang secara alami ditemukan dalam makanan manis, seperti buah.

Lantaran ditambahkan pada proses pembuatan, gula tambahan biasanya akan tercantum di daftar komposisi. Namun, gula tersebut terkadang sulit dikenali karena memiliki banyak nama lain.

Melansir jurnal John Hopkins Medicine, ini nama samaran gula yang sering ditulis di label makanan atau minuman:

  • Kata 'sirup' misalnya: sirup tebu.
  • Kata yang berakhiran 'osa' misalnya: sucrose atau sukrosa, dextrose atau dekstrosa, dan glucose atau glukosa.
  • Kata 'gula' misalnya: gula pasir, gula tebu, atau gula halus.

Selain itu, label nutrisi akan dengan jelas menyatakan jumlah gula tambahan yang ada dalam makanan atau minuman.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE