Benarkah Telur Mata Sapi dan Telur Dadar Punya Nutrisi yang Berbeda?
Siapa sih yang nggak suka dengan telur dadar dan telur mata sapi? Dua olahan telur ini hampir selalu jadi menu favorit saat sarapan. Selain mudah diolah, telur mata sapi dan telur dadar termasuk menu makanan yang mengenyangkan dan bernutrisi.
Tak sedikit orang membandingkan antara telur dadar dan telur mata sapi. Telur dadar dinilai lebih sehat dan kaya nutrisi. Pertanyaannya, kok bisa?
Bagaimana orang bisa menilai bahwa telur dadar lebih sehat dan kaya nutrisi. Bukankah telur dadar dan telur mata sapi (ceplok) sama-sama dari bahan telur, hanya saja berbeda dari segi pengolahan?
Bedah Nutrisi dalam Telur Mata Sapi maupun Telur Dadar
Telur mata sapi/Foto: Freepik.com/stockking
Telur dadar dan telur mata sapi sama-sama terbuat dari bahan telur. Telur sendiri mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.
Merujuk Mayo Clinic, satu butir telur mengandung sekitar 75 kalori, 5 gram lemak, 6 gram protein, 67 mg kalium, dan 70 mg natrium. Telur juga merupakan sumber vitamin A, D, dan B12 yang sangat baik, serta kolin yang penting dalam berbagai tahapan metabolisme.
Lalu, bagaimana jika telur mentah tersebut diolah menjadi telur dadar dan telur ceplok. Apakah kandungan nutrisi dan manfaatnya berkurang?
- Telur Dadar
Kandungan protein dalam telur dadar dasarnya tetap sama yakni sekitar 6 gram. Namun, profil nutrisi keseluruhannya dapat berubah tergantung pada bahan-bahan yang dipilih.
Omelet sederhana bisa tetap menyehatkan, tetapi bahan tambahan tertentu dapat dengan cepat meningkatkan kalori dan lemak. Melansir NDTV Food, berikut penjelasannya:
- Satu sendok teh minyak: Memberikan tambahan sekitar 40 kalori.
- Keju: Menambah jumlah lemak dan natrium.
- Daging olahan: Meningkatkan lemak jenuh secara signifikan.
- Sayuran: Menambah serat dan antioksidan tanpa banyak tambahan kalori.
Saat dimasak dengan tambahan sayuran dan sedikit minyak, telur dadar bisa menjadi makanan seimbang yang menyediakan protein, serat, dan zat gizi mikro.
- Telur Ceplok
Meskipun tidak ada bahan tambahan seperti telur dadar, telur ceplok tetap bisa tinggi kalori. Faktor utamanya adalah jenis dan jumlah minyak atau lemak yang digunakan selama proses penggorengan.
Teknik memasak deep frying akan menghasilkan kalori yang jauh lebih tinggi daripada teknik pan frying. Semakin luas permukaan telur yang terpapar minyak, maka semakin banyak lemak yang terserap ke dalam pori-pori putih telur.
Sebagai gambaran, satu butir telur ceplok standar umumnya akan mengandung sekitar 7-9 gram lemak total, 185-200 mg kolesterol, dan 90-100 kkal.
Pendapat Ahli Gizi tentang Telur Ceplok dan Telur Dadar
Telur dadar berpotensi memiliki kandungan kalori dan lemak yang tinggi/Foto: Magnific.com/Magnific
Menurut penuturan Dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, telur ceplok dan telur dadar memiliki kandungan gizi yang hampir sama. Perbedaan utamanya terletak pada jumlah minyak dan bahan tambahan yang digunakan selama proses memasak.
“Tidak ada perbedaan kandungan yang signifikan antara telur dadar dan telur ceplok. Biasanya yang membedakan keduanya adalah kandungan lemak, yang bergantung pada jumlah minyak yang digunakan,” ujarnya, menukil dari laman resmi IPB University.
Telur dadar berpotensi memiliki kandungan kalori dan lemak yang lebih tinggi karena cenderung menyerap lebih banyak minyak. Selain itu, penambahan bahan seperti keju, sosis, atau daging giling juga dapat meningkatkan kandungan energi makanan tersebut.
Pada akhirnya, telur ceplok dan telur dadar tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat selama penggunaan minyak dibatasi dan memperhatikan bahan tambahan yang digunakan.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!