Benarkah Makan Telur Bikin Bisulan? Ini Kata Dokter!

Rini Apriliani | Beautynesia
Jumat, 24 Jul 2026 15:15 WIB
Benarkah Makan Telur Bikin Bisulan? Ini Kata Dokter!
Benarkah makan telur bikin bisulan/Foto: Magnific.com/timolina

Beauties, baru-baru ini viral pembahasan soal makan telur bikin bisulan. Pembahasan tersebut kembali ramai usai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono yang baru dilantik menceritakan kisah masa kecilnya.

Dalam wawancaranya, Sudaryono mengatakan bahwa dirinya besar di Grobogan, Jawa Tengah. Ia bercerita bahwa sejak kecil terbiasa makan telur karena keluarganya memelihara ayam.

"Saya adalah orang yang lahir di desa. Ibu saya memelihara ayam di pojok rumah, dan saya adalah efek dari makan bergizi. Mohon maaf, mungkin kami bukan orang kaya, tapi kami dari kecil biasa makan telur banyak," ujar Sudaryono.

Saat itu, Sudaryono selalu makan telur, karena ikan sulit didapatinya.

"Saya selalu makan itu sampai, mohon maaf, sampai bisulan di mana-mana. Saya merasa bisa tumbuh kembang karena telur, karena ikan jarang di Grobogan yang jauh dari pantai," sambungnya.

Pernyataan Sudaryono terkait telur yang bikin bisulan tersebut ramai dibahas warganet hingga dokter. Namun, benarkah makan telur bikin bisulan?

Mitos atau Fakta Makan Telur Bikin Bisulan?

Fakta telur yang sering disebut bikin bisulan

Telur/Foto: Magnific.com/timolina

Pernyataan Kepala BGN terbaru tersebut langsung membuat sejumlah dokter memberikan tanggapannya di media sosial. Ahli gizi dr. Tar Shot Yen dalam unggahan Instagram pribadinya @drtanshotyen, menegaskan bahwa makan telur tidak bikin bisulan.

“Maaf pak, telur nggak bikin bisulan. Pun, jika kebanyakan,” tulis dr. Tan.

Ia juga mengingatkan agar ibu-ibu tidak boleh takut memberi telur pada anaknya. dr. Tan menuliskan, “Teman-teman ahli gizi kerja keras ya. Ibu-ibu nggak boleh takut beri telur dengan risiko bisul "katanya". Pencerahan dimulai dari KITA. mari galang edukasi masyarakat!”

Sementara itu, dr. Ayman Alatas  dalam utasnya mengatakan jika makan telur bikin bisul hanyalah mitos.

“Cape-cape nakes edukasi makan telur karena sumber protein yang bagus, terus mitos telur bikin bisulan muncul lagi,” kata dr. Ayman.

Lebih lanjut, dr. Ayman menjelaskan bahwa telur bukan penyebabnya, namun bisul dan jerawat disebabkan oleh infeksi bakteri.

“Kalau seseorang punya alergi atau sensitivitas telur (bukan cuma di kulit), reaksi inflamasi sistemis bisa memperburuk kondisi kulit yang sudah ada tapi bukan telur yang bikin bisul atau jerawat. Bisul dan jerawat itu disebabkan infeksi bakteri S. aureus (yang umumnya membuat bisul) dan C. acnes (jerawat),” jelas dr. Ayman.

Mengutip utas ahli gizi @rizalnutritionist, telur justru bagus untuk tubuh.

“Telur bikin bisul itu mitos! Bisul sebenarnya dari infeksi bakteri, bukan gara-gara telur. Yang alergi telur emang bisa kena masalah kulit, tapi itu jarang. Telur justru bagus buat tubuh, banyak gizinya,” utas @rizalnutritionist, pada (21/10/2024).

“Jadi, jangan takut makan telur. Cuma inget, jaga kebersihan dan waspadai alergi aja. Telur tetap oke buat kesehatan kamu,” lanjutnya.

Telur ceplok dan telur dadar memiliki kandungan gizi yang hampir sama. Perbedaan utamanya terletak pada jumlah minyak dan bahan tambahan yang digunakan.Telur/Foto: Magnific.com/Magnific/ Foto: Pratitis Nur Kanariyati

Mengutip detikFood, ahli gizi Siti Sora pun menjelaskan bahwa telur mengandung banyak vitamin.

"Ini mitos yang perlu diluruskan. Telur mengandung protein berkualitas tinggi dengan asam amino esensial yang lengkap, vitamin A, vitamin B12, dan kolin yang dibutuhkan tubuh. Protein justru mendukung perbaikan jaringan serta fungsi sistem imun, bukan memicu terbentuknya bisul," ujar Siti.

Bahkan, konsumsi dalam jumlah banyak pun tidak terbukti bikin bisulan.

"Konsumsi telur termasuk dalam jumlah cukup banyak tidak terbukti menyebabkan bisulan. Bisul merupakan infeksi bakteri. Dari sisi gizi, telur justru merupakan sumber protein dan berbagai mikronutrien penting yang mendukung fungsi imun dan penyembuhan jaringan," sambungnya.

Sementara itu, orang yang telah didiagnosis alergi telur dapat melakukan pembatasan konsumsinya. Sebagian kecil orang memang bisa mengalami alergi telur, tetapi reaksinya adalah ruam atau gatal yang gejalanya muncul dalam beberapa menit hingga dua jam setelahnya.

"Penting untuk membedakan reaksi alergi dengan infeksi kulit karena mekanisme dan penanganannya sangat berbeda. Alergi telur merupakan reaksi sistem imun terhadap protein dalam putih atau kuning telur. Gejala biasanya muncul dalam beberapa menit hingga dua jam setelah konsumsi," ungkapnya.

Nah Beauties, dari sejumlah pemaparan di atas, konsumsi telur yang bikin bisulan hanyalah mitos ya. Bagaimana menurutmu?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE