Awas Salah Kombinasi! Ini 6 Makanan yang Nggak Cocok Dikonsumsi Bersama Biji Chia
Biji chia dikenal sebagai makanan super yang kaya serat, protein, omega-3, serta berbagai mineral penting yang baik untuk kesehatan tubuh. Karena manfaatnya, biji chia sering kita tambahkan ke smoothie, overnight oats, atau minuman sehat lainnya. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa kombinasi biji chia dengan makanan tertentu justru bisa mengurangi manfaat nutrisinya, lho, Beauties.
Alih-alih membuat tubuh semakin sehat, kombinasi biji chia yang kurang tepat dapat memicu gangguan pencernaan, menghambat penyerapan mineral, hingga menimbulkan rasa tidak nyaman di perut. Melansir dari berbagai sumber, berikut 6 makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan biji chia agar manfaatnya tetap optimal.
1. Makanan Tinggi Asam Fitat
![]() Kombinasi biji chia dengan makanan tinggi asam fitat bisa menghambat penyerapan mineral/Foto: Unsplash.com/Adél Grőber |
Melansir Health Shots, mencampur makanan kaya asam fitat seperti kacang-kacangan dalam jumlah besar dengan biji chia bisa mengganggu penyerapan mineral dalam tubuh secara signifikan. Asam fitat sering disebut sebagai antinutrisi karena kemampuannya dalam mengikat mineral penting.
Kita tetap bisa mengonsumsinya, tapi sebaiknya beri jeda atau batasi porsinya agar tidak menumpuk dalam satu kali makan. Memastikan biji chia tidak bertabrakan dengan terlalu banyak asam fitat akan membantu tubuh menyerap nutrisi mikro dengan lebih efektif. Dengan begitu, kita mendapatkan manfaat ganda tanpa ada nutrisi yang terbuang sia-sia ke saluran pembuangan.
2. Makanan Tinggi Serat
Kombinasi biji chia dengan makanan kaya serat bisa memicu gangguan pencernaan/Foto: Unsplash.com/Susan Wilkinson
Mencampur biji chia dengan makanan tinggi serat seperti oat, apel, atau pir bisa jadi bumerang bagi pencernaan. Biji chia sendiri sudah mengandung serat yang sangat tinggi dan menyerap air dalam jumlah banyak.
Kombinasi biji chia dengan serat berlebih secara bersamaan bisa menyebabkan perut terasa sangat penuh, kembung, hingga sembelit. Sangat penting untuk menjaga moderasi dalam mencampur berbagai sumber serat agar tidak membebani kerja usus secara mendadak.
Jika ingin mengombinasikan biji chia dengan oat atau buah-buahan berserat, pastikan porsinya seimbang dan minum air putih yang cukup sepanjang hari. Air akan membantu serat tersebut bergerak lancar di usus sehingga perut tetap merasa nyaman dan ringan.
3. Produk Susu Hewani
![]() Kombinasi biji chia dengan produk susu hewani bisa memicu gas berlebih/Foto: Freepik.com/Freepik |
Banyak orang terbiasa membuat puding chia menggunakan susu sapi atau produk susu hewani lainnya. Meski rasanya enak, bagi beberapa individu, protein dalam susu hewani bisa sulit dicerna jika bertemu dengan serat kental dari biji chia.
Kombinasi biji chia dengan produk susu sering kali memicu reaksi fermentasi di dalam perut yang berujung pada gas berlebih. Selain itu, kalsium tinggi dalam susu terkadang berkompetisi dengan nutrisi lain yang ada pada biji chia.
Jika memiliki pencernaan yang sensitif, sebaiknya pertimbangkan untuk mengganti pelarutnya. Banyak ahli menyarankan penggunaan susu nabati seperti susu almond atau kedelai agar tetap ringan di perut.
4. Makanan Tinggi Oksalat
![]() Kombinasi biji chia dengan makanan tinggi oksalat bisa memicu kristal ginjal/Foto: Freepik.com/Freepik |
Melansir Times of India, biji chia mengandung kalsium yang cukup tinggi, yang sebenarnya sangat baik untuk kesehatan tulang. Namun, masalah muncul ketika kita mencampurnya dengan makanan tinggi oksalat seperti bayam, daun bit, atau ubi jalar.
Oksalat adalah senyawa alami yang dapat mengikat kalsium dan membentuk kristal kalsium oksalat. Jika kombinasi ini dikonsumsi terus-menerus, risiko terbentuknya batu ginjal bisa meningkat pada individu yang rentan.
Sangat penting untuk memvariasikan menu dan tidak mencampur semua bahan ini dalam satu mangkuk yang sama setiap hari. Kita harus lebih bijak dalam mengatur porsi agar kalsium dari biji chia tidak terikat oleh oksalat sebelum sempat diserap tubuh.
5. Makanan Manis
Kombinasi biji chia dengan makanan manis bisa memicu peradangan/Foto: Freepik.com/Freepik
Menggunakan biji chia sebagai topping donat atau makanan manis tinggi gula mungkin terasa sebagai cara untuk menyehatkan makanan tersebut. Padahal, gula tambahan dapat memicu peradangan dalam tubuh yang justru melawan manfaat antioksidan dari biji chia.
Kombinasi biji chia dengan gula rafinasi juga bisa memperlambat proses metabolisme, sehingga manfaat serat dalam chia untuk menjaga stabilitas gula darah menjadi tidak berfungsi secara maksimal. Biji chia seharusnya membantu kita mengontrol kadar gula darah, bukan ikut hanyut dalam lonjakan glukosa yang berbahaya.
6. Buah Sitrun
![]() Kombinasi biji chia dengan buah sitrun dapat memicu naiknya asam lambung/Foto: Freepik.com/Freepik |
Jeruk dan keluarga sitrun lainnya memang kaya akan vitamin C, tapi sifat asamnya yang tinggi bisa memengaruhi kenyamanan lambung. Bagi beberapa orang, kombinasi biji chia dengan buah yang sangat asam seperti jeruk dapat memicu gejala heartburn.
Serat biji chia yang menyerap cairan asam dari jeruk bisa tertahan lebih lama di lambung, sehingga bagi pemilik riwayat maag, kombinasi ini sering kali terasa sangat mengganggu. Jika tetap ingin mendapatkan asupan vitamin C, sebaiknya pilih buah yang tingkat keasamannya lebih rendah seperti pepaya atau beri.
Biji chia memang kaya manfaat, tapi bagaimana cara kita mengonsumsinya juga perlu diperhatikan. Yuk, mulai lebih bijak dalam memilih pasangan makanan untuk biji chia! Dengan kombinasi yang tepat, gaya hidup sehat pun bisa kita jalani dengan lebih nyaman dan optimal.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang dapat ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!



