Amankah Mengonsumsi Kol Setiap Hari?
Saat kamu makan ayam penyet, lalapan, hingga salad, sayuran apa yang selalu ada dalam ketiga menu tersebut? Yap, dari sekian banyaknya sayuran, kol adalah salah satunya.
Sayuran bernama latin Brassica oleracea var. capitata L. alias kol termasuk sayuran yang merakyat. Harganya terjangkau, daya tahannya lama jika disimpan dalam kulkas, dan mudah untuk diolah dengan berbagai gaya masakan.
Di balik itu semua, tahukah kamu tentang nutrisi yang terkandung dalam kol dan manfaatnya terhadap kesehatan. Amankah jika seseorang rutin mengonsumsinya? Segelintir masyarakat berpendapat bahwa makan kol bisa membuat orang lebih sering buang gas. Benarkah?
Nilai Nutrisi dalam Kol
Kol/Foto: Magnific.com/Mdjaff
Kol adalah salah satu sayuran super karena menyediakan banyak nutrisi penting. “Kubis rendah kalori, tinggi serat, dan kaya akan vitamin C dan K, serta antioksidan yang disebut antosianin,” kata Bonnie Taub-Dix, RDN, mengutip Good Housekeeping. Antosianin ini banyak terdapat pada kol merah atau orang sering menyebutnya kol ungu.
Menurut FoodData Central, kol hijau mentah berukuran 100 gram mengandung sekitar 176 mg kalium, 36 mg kalsium, 23 mg fosfor, 14 mg natrium, 34 mg vitamin C, dan 50,5 µg vitamin K. Sementara untuk kol merah dengan timbangan sama, lebih unggul dalam vitamin C dan kalium. Kalium kol merah mencapai 269 mg per 100 gramnya.
Manfaat Kol bagi Kesehatan
Kol/Foto: Pexels.com/L. Lum
Manfaat pertama mengonsumsi sayuran non-pati ini adalah membantu melawan peradangan. Melansir EatingWell, Tracy Colin, M.S., RDN., LD, mengatakan bahwa kol kaya akan antioksidan yang membantu melawan peradangan, yang merupakan kontributor utama penyakit metabolik.
Diketahui, kol menawarkan berbagai antioksidan termasuk vitamin C dan E, flavonoid, dan glukosinolat, yang melawan radikal bebas dan melindungi tubuh dari kerusakan sel.
Selain melawan peradangan, Tracy Colin juga menyebut kol bagus dalam mendukung sistem pencernaan dan keseimbangan gula darah lewat kandungan seratnya.
Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa asupan serat yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan sensitivitas insulin, tekanan darah dan kolesterol yang lebih rendah, serta penurunan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan jantung.
Amankah Makan Kol Setiap Hari?
Salad yang berisi kol, mentimun, dan lobak/Foto: Magnific.com/Timolina
Kol umumnya aman untuk kebanyakan orang, tetapi ada beberapa catatan yang perlu dipahami sebelum mengonsumsinya.
1. Orang yang memiliki masalah pada tiroidnya
Orang dengan kondisi kesehatan semacam ini perlu mempertimbangkan ulang. Kol termasuk sayuran silangan yang mengandung goitrogen, yakni senyawa yang jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dapat mengganggu fungsi tiroid.
Bonnie Taub-Dix menegaskan bahwa hal itu (gangguan fungsi tiroid) dapat menjadi masalah nyata saat kamu makan kol terlalu banyak. Untuk mengurangi goitrogen secara signifikan, kamu bisa mengolah kol dalam berbagai masakan yang sehat sebelum dikonsumsi.
2. Kebanyakan kol bisa bikin pencernaan tidak nyaman
Meskipun kol baik untuk usus, mengonsumsinya terlalu sering justru dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pencernaan, seperti lebih sering buang gas dan kembung. Hal itu bisa terjadi karena kandungan raffinose yang tinggi. Raffinose merupakan sejenis serat yang dapat mengganggu pencernaan.
Alangkah baiknya, mulailah konsumsi kol dalam porsi kecil dan perhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsinya. Lalu, tingkatkan jumlah yang dimakan secara bertahap.
“Perlu diingat, jika kol membuatmu buang gas, itu bukan alasan untuk kamu langsung berhenti mengonsumsi kol. Bakteri pada usus mungkin membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri,” tambah Bonnie Taub-Dix.
Jadi, lebih pekalah terhadap alarm yang diberikan oleh tubuh, pahami tanda-tanda lain yang juga mencurigakan, dan konsumsi kol serta olahannya dalam jumlah secukupnya. Sesuatu yang berlebihan selalu berakhir tidak baik.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!