8 Daftar Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Darah Tinggi

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Selasa, 18 Aug 2026 17:01 WIB
8 Daftar Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Darah Tinggi
Ilustrasi hipertensi/Freepik: magnific

Tekanan darah tinggi sering disebut sebagai “silent killer” karena bisa berlangsung tanpa gejala yang jelas, tetapi jika tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko berbagai masalah serius seperti penyakit jantung dan stroke. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengontrolnya adalah memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.

Sayangnya, beberapa makanan yang terlihat biasa dan banyak dikonsumsi orang ternyata bisa menyumbang garam, sodium, gula, atau lemak dalam jumlah tinggi. Lantas, makanan dan minuman apa saja yang sebaiknya mulai dibatasi jika kamu memiliki tekanan darah tinggi?

1. Makanan Tinggi Garam dan Sodium

Ilustrasi sodium dan garam/Freepik: jcomp

Sodium merupakan mineral yang memang dibutuhkan tubuh, tetapi jika dikonsumsi terlalu banyak, tubuh dapat menahan lebih banyak cairan. Kondisi tersebut dapat menambah beban pada jantung dan pembuluh darah sehingga tekanan darah bisa meningkat. CDC juga menyebutkan bahwa terlalu banyak sodium dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke.

Yang perlu diperhatikan, sumber sodium bukan hanya garam dapur. Makanan kemasan, makanan siap saji, makanan restoran, makanan kaleng, saus, camilan asin, dan berbagai makanan olahan juga dapat mengandung banyak sodium. NHLBI merekomendasikan pola DASH dengan sodium maksimal 2.300 mg per hari, dan menurunkannya hingga 1.500 mg dapat memberikan penurunan tekanan darah yang lebih besar.

2. Daging Olahan seperti Sosis, Ham, dan Bacon

Ilustrasi ham/Freepik: KamranAydinov

Sosis, ham, bacon, kornet, dan daging olahan lainnya biasanya mendapatkan tambahan garam selama proses pengolahan dan pengawetan. Artinya, meskipun rasanya tidak selalu terasa sangat asin, makanan tersebut tetap bisa menyumbang sodium yang cukup besar dalam pola makan sehari-hari.

American Heart Association (AHA) menyarankan untuk membatasi daging merah dan daging olahan sebagai bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung. Daging olahan juga termasuk makanan yang dapat berkontribusi terhadap tingginya asupan sodium dan lemak jenuh.

3. Makanan Cepat Saji dan Makanan Ultra-Proses

Ilustrasi burger/Freepik: magnific

Mulai dari pizza, burger, kentang goreng, mi instan, makanan beku siap makan, keripik, hingga makanan ringan kemasan. Masalahnya bukan semata-mata karena makanan tersebut “diproses”, tetapi karena banyak produk ultra-proses memiliki kandungan garam, gula tambahan, atau lemak jenuh yang tinggi.

AHA menyarankan lebih banyak memilih makanan utuh atau minim proses, seperti sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan sumber protein yang lebih sehat. Jadi, bagi penderita hipertensi, semakin sering mengganti makanan ultra-proses dengan makanan segar dapat membantu mengurangi asupan zat yang kurang baik untuk tekanan darah.

4. Gorengan dan Makanan Tinggi Lemak Jenuh

Ilustrasi gorengan/Freepik: KamranAydinov

Contoh makanan yang perlu dibatasi antara lain gorengan, daging berlemak, kulit ayam, mentega, makanan yang menggunakan banyak lemak padat, serta produk olahan tinggi lemak jenuh. Makanan seperti ini tidak secara langsung membuat tekanan darah naik setiap kali dikonsumsi, tetapi terlalu sering mengonsumsinya dapat membuat pola makan secara keseluruhan kurang sehat.

NHLBI melalui pola makan DASH merekomendasikan untuk membatasi makanan tinggi lemak jenuh, termasuk daging berlemak dan produk susu tinggi lemak. AHA juga menyarankan mengganti sumber lemak jenuh dengan sumber lemak tak jenuh, seperti minyak nabati non-tropis.

5. Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Ilustrasi makanan bergula/freepik: jcomp

Yang perlu diperhatikan adalah gula tambahan, yaitu gula yang ditambahkan selama proses pembuatan makanan atau minuman. Contohnya terdapat pada kue, biskuit manis, permen, es krim, dessert, sirup, serta berbagai makanan dan minuman kemasan. AHA juga merekomendasikan untuk meminimalkan konsumsi gula tambahan karena pola makan tinggi gula tidak mendukung kesehatan jantung.

6. Minuman Soda dan Alkohol

Ilustrasi minum alkohol/Freepik: magnific

Minuman manis seperti teh kemasan, minuman kopi dengan banyak gula, minuman energi, sirup, dan soda dapat membuat asupan gula tambahan meningkat tanpa membuat kenyang seperti makanan. CDC menyebutkan bahwa minuman manis merupakan salah satu sumber umum gula tambahan, sehingga air putih dapat menjadi pilihan yang lebih baik untuk konsumsi sehari-hari.

Sementara itu, alkohol memiliki kaitan yang lebih langsung dengan tekanan darah. CDC menyebutkan bahwa terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan tekanan darah, sedangkan AHA menyarankan untuk minum lebih sedikit atau tidak minum alkohol untuk membantu menurunkan atau mencegah tekanan darah tinggi. Jadi, ketiganya sebaiknya tidak menjadi minuman sehari-hari bagi penderita hipertensi.

Untuk membantu mengontrol hipertensi, fokus utamanya bukan sekadar menghindari satu atau dua makanan, tetapi mengurangi sodium, gula tambahan, lemak jenuh, makanan ultra-proses, dan alkohol, sambil memperbanyak sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan sumber protein yang lebih sehat seperti dalam pola DASH.

__


Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE