7 Tanda Tubuh Kelebihan Gula dan Efeknya yang Perlu Diwaspadai
Konsumsi makanan dan minuman manis memang terasa menyenangkan, apalagi saat tubuh sedang lelah atau suasana hati kurang baik. Tak jarang, gula dijadikan penyelamat instan untuk mengembalikan energi atau mood dalam waktu singkat. Namun, di balik rasa manis tersebut, ada dampak yang sering kali luput disadari.
Beauties, tubuh sebenarnya cukup pintar memberi sinyal saat asupan gula sudah berlebihan. Mulai dari perubahan energi, emosi, hingga kondisi fisik tertentu, semuanya bisa menjadi peringatan awal. Agar tak penasaran, simak tanda-tanda tubuh kelebihan gula dan efek kesehatannya yang perlu kamu waspadai!Â
Tanda Tubuh Kelebihan Gula
Tanda tubuh kelebihan gula/ Foto: Freepik.com/benzoix
Saat kadar gula darah naik-turun secara drastis, tubuh akan bereaksi melalui berbagai keluhan ringan yang kerap dianggap sepele. Padahal, jika dibiarkan berulang, tanda-tanda ini bisa berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih kompleks.
Melansir The Well North Well, berikut sejumlah tanda tubuh kelebihan gula:
1. Mudah Merasa Lelah
Rasa lelah yang muncul meski tidak melakukan aktivitas berat bisa menjadi tanda kelebihan gula. Lonjakan energi setelah mengonsumsi makanan manis memang terasa cepat, tetapi efeknya hanya sementara. Setelah itu, kadar gula darah turun drastis dan membuat tubuh kembali lemas, sehingga kamu terdorong untuk mencari asupan manis lagi. Siklus ini bisa membuat tubuh terasa kehabisan energi sepanjang hari.
2. Tubuh Terlihat Kembung dan Bengkak
Jika wajah tampak lebih sembap, perut terasa penuh, atau pakaian terasa lebih sempit, gula bisa menjadi penyebabnya. Konsumsi gula berlebih dapat memicu retensi air dan peradangan ringan, terutama jika dikombinasikan dengan makanan olahan tinggi natrium. Akibatnya, tubuh terasa tidak nyaman dan tampak berat meski berat badan belum tentu naik.
3. Sulit Fokus dan Mengalami Kabut Otak
Kesulitan berkonsentrasi, pikiran terasa lambat, atau mudah lupa bisa berkaitan dengan fluktuasi gula darah. Otak memang membutuhkan glukosa, tetapi dalam kadar yang stabil. Lonjakan dan penurunan gula darah yang tajam membuat suplai energi ke otak tidak konsisten, sehingga fokus dan kejernihan berpikir ikut terganggu.
4. Keinginan Makan Manis Sulit Dikendalikan
Jika Beauties merasa sulit berhenti setelah satu potong kue atau sebatang cokelat, itu bisa menjadi tanda ketergantungan gula. Gula merangsang pusat penghargaan di otak, lalu menciptakan dorongan untuk terus mengonsumsinya. Kondisi ini semakin kuat ketika tubuh kekurangan energi akibat pola makan yang tidak seimbang.
5. Terus-Menerus Merasa Haus
Rasa haus yang tidak kunjung hilang meski sudah minum cukup air turut bisa menjadi sinyal kadar gula darah tinggi. Saat tubuh berusaha membuang kelebihan gula melalui urine, cairan tubuh ikut terbuang sehingga memicu dehidrasi. Jika kondisi ini berlangsung lama, sebaiknya tidak diabaikan dan perlu pemeriksaan lebih lanjut.
6. Suasana Hati Mudah Berubah
Perasaan mudah tersinggung, cemas, atau moody tanpa alasan jelas juga bisa dipicu oleh gula. Naik turunnya gula darah memengaruhi neurotransmiter di otak yang mengatur emosi. Dalam jangka panjang, asupan gula berlebih juga dikaitkan dengan peradangan yang berhubungan dengan risiko depresi.
7. Kualitas Tidur Menurun
Sulit tidur nyenyak atau sering terbangun di malam hari dapat dipicu oleh konsumsi gula, terutama jika dikonsumsi menjelang tidur. Gula meningkatkan aktivitas tubuh dan mengganggu proses relaksasi alami. Ini membuat siklus tidur menjadi tidak optimal dan tubuh terasa kurang segar keesokan harinya.
Efek Kelebihan Gula Bagi Kesehatan
Efek kelebihan gula bagi kesehatan/ Foto: Freepik.com/freepik
Jika tanda-tanda awal kelebihan gula terus diabaikan, tubuh bisa mengalami dampak kesehatan yang lebih serius. Dirangkum dari Distance Physiology Med, berikut beberapa efek kelebihan gula bagi kesehatan:
1. Menyebabkan Resistensi Insulin
Asupan gula yang sering dan berlebihan memaksa tubuh memproduksi insulin dalam jumlah besar. Lama-kelamaan, sel tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin, kondisi yang dikenal sebagai resistensi insulin. Ini merupakan tahap awal yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
2. Memicu Penyakit Hati Berlemak (NAFLD)
Fruktosa dalam gula diproses di hati. Jika dikonsumsi berlebihan, fruktosa dapat diubah menjadi lemak dan menumpuk di sel hati. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan penyakit hati berlemak non-alkoholik yang berisiko menimbulkan peradangan dan kerusakan hati.
3. Meningkatkan Berat Badan
Makanan dan minuman tinggi gula umumnya tinggi kalori namun rendah rasa kenyang. Akibatnya, Beauties cenderung makan lebih banyak dalam waktu singkat. Pola ini memicu penambahan berat badan secara perlahan, bahkan tanpa disadari.
4. Meningkatkan Risiko Sindrom Metabolik
Sindrom metabolik merupakan kumpulan kondisi seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan lemak perut berlebih. Konsumsi gula yang tinggi berkontribusi besar terhadap kondisi ini, yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit stroke.
5. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Konsumsi gula berlebih dapat memicu peradangan kronis, tekanan darah tinggi, dan kadar lemak darah yang tidak sehat. Penelitian menunjukkan bahwa asupan gula tambahan yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung dibandingkan yang membatasi konsumsi gula.
6. Merusak Kesehatan Gigi
Gula menjadi makanan utama bakteri di mulut yang menghasilkan asam perusak enamel gigi. Jika dikonsumsi terlalu sering, gula dapat mempercepat terbentuknya gigi berlubang. Permen lengket dan minuman manis menjadi penyumbang terbesar masalah ini.
Itulah tanda kelebihan gula dan efeknya yang perlu diwaspadai. Sebagai bentuk pencegahan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan konsumsi gula harian maksimal 6-7 sendok teh untuk dewasa dan 4-6 sendok teh untuk anak-anak.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!