7 Makanan Ini Bantu Otak Tetap Tajam Sampai Tua

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Jumat, 09 Jan 2026 07:00 WIB
7 Makanan Ini Bantu Otak Tetap Tajam Sampai Tua
Makanan yang Bikin Otak Sehat dan Tajam/Foto: Vecteezy/Mix and Match Studio

Seiring bertambahnya usia, otak kita secara alami mulai melemah. Hal ini pada akhirnya akan memengaruhi ingatan, konsentrasi, hingga kemampuan membuat keputusan. Namun, kabar baiknya, ada cara sederhana dan alami untuk membantu menjaga ketajaman pikiran hingga usia senja, dan semuanya dimulai dari apa yang kita makan.

Dilansir dari My Plant Based, ada 7 jenis makanan untuk otak yang direkomendasikan langsung oleh para gastroentrolog untuk mendukung kesehatan otak secara menyeluruh. Penasaran apa saja? Yuk, lanjutkan membaca dan mulai langkah kecilmu untuk mendapatkan fungsi otak yang lebih tajam!

Kimchi & Kubis Fermentasi

Ilustrasi/Foto: Freepik/jcomp
Kimchi/Foto: Freepik/jcomp

Tahukah kamu bahwa kesehatan usus ternyata berperan besar dalam menjaga daya ingat. Salah satu makanan penambah daya ingat itu adalah kimchi, kubis fermentasi khas Korea yang kaya akan probiotik. Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2021 dalam Journal of Medicinal Food menunjukkan bahwa kandungan Lactobacillus brevis dalam kimchi dapat meningkatkan kadar BDNF—protein penting yang menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup sel-sel otak—hingga 25 persen setelah dikonsumsi secara rutin selama 12 minggu oleh orang dewasa yang mengalami gangguan kognitif ringan.

BDNF sendiri dikenal sebagai indikator penting dalam kesehatan otak, dan kadar yang rendah sering dikaitkan dengan penurunan daya ingat. Menariknya, orang yang sering mengonsumsi kimchi terbukti memiliki kemampuan mengingat yang lebih baik. Selain itu, proses fermentasi dalam kimchi juga meningkatkan senyawa aktif yang mampu mengurangi peradangan pada otak.

Bagi kamu yang kurang menyukai rasa pedas, tidak perlu khawatir. Kubis fermentasi lain seperti sauerkraut juga bisa menjadi alternatif yang baik. Hal yang penting, pilihlah versi yang belum dipasteurisasi agar manfaat kultur hidupnya tetap optimal.

Bawang Hitam

Bawang Hitam/Foto: Boulder Locavore

Bawang putih dikenal luas sebagai bahan alami yang menyehatkan, tetapi versi fermentasinya yang disebut black garlic atau bawang hitam memiliki manfaat yang lebih istimewa. Saat difermentasi selama beberapa minggu, bawang putih ini menghasilkan senyawa bernama S-allyl cysteine, yang memiliki kemampuan luar biasa untuk menembus otak dan menurunkan stres oksidatif—penyebab utama penurunan daya ingat pada usia lanjut. Penelitian tahun 2019 bahkan menunjukkan bahwa senyawa ini berhasil mengurangi tanda-tanda stres oksidatif di hippocampus otak hingga 32 persen pada tikus yang menua.

Tak seperti bawang putih mentah yang beraroma tajam, black garlic justru memiliki rasa manis dan lembut, serta tidak meninggalkan bau menyengat di mulut. Lebih dari itu, black garlic juga membantu tubuh membersihkan logam berat yang bisa mengganggu fungsi otak.

Menambahkan beberapa siung bawang hitam ke dalam makanan tidak hanya menyedapkan rasa, tetapi juga bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kejernihan pikiran. Kamu bisa mencampurnya ke dalam sup, dressing salad, atau sekadar mengoleskannya di atas roti panggang untuk menu sehat sehari-hari.

Jamur Lion’s Mane

Ilustrasi/Foto: Family Health Advocacy

Jamur lion’s mane dikenal sebagai salah satu bahan alami yang tidak hanya bermanfaat bagi daya tahan tubuh, tetapi juga luar biasa dalam mendukung kesehatan otak. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition pada tahun 2020 menunjukkan bahwa setengah dari peserta dengan masalah memori ringan mengalami peningkatan kemampuan mengingat setelah rutin mengonsumsi suplemen ini selama 16 minggu.

Keistimewaan lion’s mane terletak pada kemampuannya merangsang bakteri baik di usus untuk memproduksi nerve growth factor (NGF), yaitu senyawa penting yang membantu memperbaiki sel saraf yang rusak. Selain itu, jamur juga memberi “makanan” bagi mikroba baik di saluran cerna sehingga memperkuat koneksi antara usus dan otak—sebuah hubungan yang sering kali diabaikan, padahal sangat berpengaruh terhadap fungsi kognitif.

Berbeda dari banyak suplemen lainnya, lion’s mane bekerja secara menyeluruh, baik secara langsung maupun melalui dukungan terhadap kesehatan usus. Kamu bisa menemukannya dalam bentuk bubuk, teh, atau bahkan dimasak segar. Jika dikonsumsi secara teratur, jamur ini berpotensi meningkatkan daya ingat dan konsentrasi seiring waktu.

Beri Sea Buckthorn

Beri Sea Buckthorn/Foto: Freepik/KamranAydinov

Sea buckthorn adalah beri kecil berwarna jingga yang mungkin belum banyak dikenal, terutama di negara-negara Barat. Padahal, buah ini menyimpan potensi besar sebagai “superfruit” yang baik untuk kesehatan usus dan otak. Kandungan asam palmitoleat atau omega-7 di dalamnya diketahui mampu memperbaiki lapisan pelindung usus, yang berperan penting dalam mencegah racun masuk ke aliran darah dan memengaruhi kerja otak.

Sebuah studi yang dimuat dalam European Journal of Nutrition tahun 2021 menemukan bahwa konsumsi buah sea buckthorn selama 8 minggu dapat meningkatkan aliran darah ke otak hingga 15 persen. Aliran darah yang lancar membuat otak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup, yang pada akhirnya menjaga daya pikir tetap tajam.

Selain itu, makanan yang menyehatkan otak ini juga kaya akan flavonoid, senyawa antioksidan yang dikenal mampu melawan proses penuaan otak. Menariknya, penggunaan sea buckthorn bukanlah hal baru. Dalam pengobatan tradisional, buah ini telah digunakan selama berabad-abad.

Kini, ilmu pengetahuan modern pun mengakui manfaatnya. Untuk mencobanya, kamu bisa menambahkan minyak atau buah kering sea buckthorn ke dalam smoothie favoritmu sebagai tambahan rasa asam yang segar dan tentu saja menyehatkan otak.

Natto

Natto/Foto: Pixabay/Hui Ong

Natto adalah makanan tradisional Jepang yang terkenal karena teksturnya yang lengket dan aromanya yang tajam. Meskipun tampak kurang menarik bagi sebagian orang, natto menyimpan manfaat luar biasa bagi kesehatan otak.

Dalam sebuah penelitian tahun 2023 yang dimuat di jurnal Frontiers in Aging Neuroscience, ditemukan bahwa bakteri baik bernama Bacillus subtilis yang terkandung dalam natto mampu mengurangi plak amyloid-beta—zat yang berhubungan dengan Alzheimer—hingga 37 persen dalam pengujian laboratorium. Selain itu, proses fermentasi natto juga menghasilkan vitamin K2 yang berfungsi melindungi sel-sel otak dari penumpukan kalsium berlebih.

Bila kamu belum terbiasa dengan rasanya, kamu bisa mulai mengonsumsinya dalam jumlah kecil, misalnya dengan mencampurnya ke dalam nasi atau sup. Seiring waktu, tubuh dan otakmu akan mulai terbiasa dan merasakan manfaat luar biasa dari makanan fermentasi yang satu ini.

Ubi Ungu

Ubi Ungu/Foto: Freepik/jcomp

Banyak orang sering mengabaikan umbi berwarna mencolok ini, padahal warna ungu tuanya menyimpan manfaat luar biasa bagi kesehatan otak. Kandungan antosianin yang tinggi dalam umbi ini ternyata mampu merangsang bakteri baik di usus untuk menghasilkan senyawa bernama urolitin A. Senyawa ini berperan penting dalam meremajakan sel-sel otak yang mulai menua dengan cara meningkatkan fungsi mitokondria atau “pembangkit energi” dalam sel.

Tidak seperti ubi jalar biasa, ubi ungu memberikan perlindungan yang lebih kuat terhadap penurunan fungsi otak. Ia juga membantu menjaga keseimbangan bakteri usus yang berperan dalam mendukung daya ingat dan kemampuan berpikir. Menariknya, ubi ini bisa diolah dengan mudah dan rasa manis alaminya membuatnya cocok untuk berbagai jenis masakan.

Untuk hasil terbaik, konsumsi bersama lemak sehat seperti minyak zaitun agar nutrisinya lebih mudah diserap tubuh. Jika dikonsumsi secara rutin, manfaatnya bisa benar-benar terasa, terutama oleh otakmu.

Cacao Nibs

Cacao Nibs/Foto: Freepik

Cacao nibs adalah potongan kecil dari biji kakao yang telah difermentasi, dikeringkan, dan dipanggang ringan, lalu dihancurkan menjadi serpihan kecil. Ini adalah bentuk paling murni dari cokelat sebelum dicampur dengan gula, susu, atau bahan tambahan lainnya seperti pada cokelat batangan yang biasa kita konsumsi.

Berbeda dari cokelat olahan yang sering kali kehilangan banyak kandungan alaminya, cacao nibs mentah tetap kaya akan flavanol, senyawa antioksidan yang berperan penting dalam mendukung kesehatan otak. Salah satu manfaat pentingnya adalah kemampuannya untuk mendukung pertumbuhan Akkermansia muciniphila, bakteri baik di usus yang berkaitan erat dengan peningkatan memori dan kemampuan belajar.

Penelitian dari Journal of Neuroinflammation pada tahun 2021 bahkan menunjukkan bahwa peptida kolagen, yang juga terkandung dalam beberapa jenis makanan termasuk cacao, mampu menurunkan peradangan otak sebesar 22 persen pada hewan uji.

Meskipun rasanya sedikit pahit, cacao nibs cocok dicampur dalam yoghurt atau smoothie sehingga menjadikannya camilan bergizi yang tetap lezat. Cukup konsumsi satu genggam kecil setiap hari untuk membantu mempertajam fokus dan memperlambat penurunan fungsi otak seiring usia. Untuk manfaat maksimal, pilihlah cacao nibs yang tidak diberi tambahan gula dan diproses seminimal mungkin.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE