7 Gejala Dehidrasi yang Tidak Hanya Ditandai Rasa Haus
Air merupakan komponen utama tubuh yang berperan penting dalam hampir semua fungsi organ, mulai dari menjaga sirkulasi darah, membantu pencernaan, mengatur suhu tubuh, hingga mendukung kerja otak. Ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk, berbagai fungsi tersebut dapat terganggu dan memicu beragam keluhan.
Sayangnya, banyak orang baru menyadari dirinya mengalami dehidrasi ketika rasa haus sudah muncul. Padahal, tubuh biasanya juga memberikan tanda-tanda lain jauh lebih awal. Dilansir dari Geelong Medical Group, kenali sejumlah gejala dehidrasi agar kamu bisa segera memenuhi kebutuhan cairan tubuhmu, Beauties!Â
1. Mulut dan Kulit Terasa Lebih Kering
Mulut dan kulit kering/ Foto: Magnific.com/magn
Salah satu gejala dehidrasi yang paling mudah dikenali adalah mulut yang terasa kering. Saat tubuh kekurangan cairan, produksi air liur akan menurun sehingga mulut terasa lengket, tidak nyaman, bahkan dapat memicu bau mulut karena bakteri lebih mudah berkembang.
Tak hanya itu, kulit juga bisa menunjukkan tanda serupa. Sebagai organ terbesar dalam tubuh, kulit membutuhkan pasokan cairan yang cukup agar tetap sehat. Jika kulit terasa lebih kering dari biasanya meski sudah menggunakan pelembab, bisa jadi penyebabnya bukan hanya faktor cuaca, melainkan tubuh yang membutuhkan lebih banyak asupan air.
2. Jarang Buang Air Kecil dan Warna Urine Lebih Gelap
Jarang buang air kecil/ Foto: Magnific.com/gpointstudio
Ginjal memerlukan air untuk menyaring limbah dan membuangnya melalui urine. Ketika cairan tubuh berkurang, ginjal akan berusaha menghemat air sehingga produksi urine ikut menurun. Akibatnya, kamu menjadi lebih jarang buang air kecil dibanding biasanya.
Selain jumlahnya berkurang, warna urine juga menjadi lebih gelap. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, risiko terbentuknya batu ginjal juga dapat meningkat. Karena itu, memperhatikan warna urine dapat menjadi cara sederhana untuk menilai apakah tubuh sudah cukup terhidrasi.
3. Tekanan Darah Menurun
Tekanan darah menurun/ Foto: Magnific.com/magnific
Sebagian besar volume darah terdiri atas plasma yang sebagian besar mengandung air. Ketika tubuh kehilangan banyak cairan, volume plasma ikut menurun sehingga darah menjadi lebih pekat dan lebih sulit mengalir ke seluruh tubuh.
Tekanan darah yang menurun dapat membuat seseorang merasa lemas, pusing saat berdiri, hingga mudah kehilangan keseimbangan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengganggu suplai oksigen ke berbagai organ penting.
4. Otot Kram
Otot kram/ Foto: Magnific.com/stockking
Saat tubuh mengalami dehidrasi, volume darah berkurang sehingga tubuh akan memprioritaskan aliran darah ke organ-organ vital seperti jantung dan otak. Akibatnya, otot menerima pasokan darah yang lebih sedikit.
Kondisi tersebut dapat memicu kram, terutama saat berolahraga atau melakukan aktivitas fisik dalam cuaca panas. Menjaga asupan cairan sebelum, selama, dan setelah beraktivitas menjadi salah satu cara penting untuk mengurangi risiko kram akibat dehidrasi.
|
Baca Juga : 5 Daftar Makanan yang Bisa Membuat Dehidrasi
|
5. Mengalami Sembelit
Sembelit/ Foto: Magnific.com/jcomp
Sistem pencernaan membutuhkan cairan yang cukup untuk membantu makanan bergerak dengan lancar melalui saluran cerna. Saat tubuh kekurangan air, usus akan menyerap lebih banyak cairan dari sisa makanan sehingga feses menjadi lebih keras.
Akibatnya, proses buang air besar menjadi lebih sulit dan tidak nyaman. Jika sembelit terjadi bersamaan dengan tanda dehidrasi lainnya, meningkatkan konsumsi air putih dapat membantu memperbaiki kondisi tersebut.
6. Tubuh Lelah Meski Tidak Banyak Beraktivitas
Tubuh lelah/ Foto: Magnific.com/benzoiz
Tanda tubuh kurang air yang berikutnya adalah munculnya rasa lelah. Ketika tubuh kekurangan cairan, tekanan darah dapat menurun, jantung bekerja lebih keras, dan suplai oksigen ke jaringan tubuh menjadi kurang efisien.
Alhasil, aktivitas sehari-hari terasa lebih berat meski sebenarnya tidak terlalu melelahkan. Jika rasa lelah muncul tanpa penyebab yang jelas, tidak ada salahnya mengevaluasi kembali apakah kebutuhan cairan harian sudah tercukupi.
7. Sakit Kepala
Sakit kepala/ Foto: Magnific.com/cookie_studio
Otak membutuhkan cairan yang cukup agar dapat bekerja secara optimal. Ketika tubuh kehilangan banyak air, fungsi otak dapat terganggu sehingga memicu sakit kepala atau bahkan memperberat migrain pada sebagian orang.
Selain sakit kepala, dehidrasi juga dapat menyebabkan penurunan kesadaran atau bahkan pingsan jika kondisinya semakin parah. Bila gejala ini muncul disertai tanda dehidrasi lainnya, segera tingkatkan asupan cairan dan cari pertolongan medis apabila keluhan tidak membaik.
Itulah beberapa gejala dehidrasi yang tidak hanya ditandai dengan rasa haus. Kalau kamu pernah merasakan satu atau beberapa tanda di atas, jangan tunda untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar fungsi organ tetap optimal dan kesehatan tetap terjaga ya, Beauties!
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!