6 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Sarapan

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Jumat, 26 Jun 2026 08:30 WIB
6 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Sarapan
Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Sarapan/Foto: Pexels.com/Ash Craig

Sarapan sering dianggap sebagai kunci untuk memulai hari dengan energi yang cukup. Namun, tidak semua makanan yang biasa dikonsumsi saat pagi hari memberikan manfaat yang sama bagi tubuh.

Beberapa menu sarapan yang terlihat praktis dan lezat justru bisa membuat kadar gula darah naik turun dengan cepat, membuat perut lebih cepat lapar, atau tidak memberikan nutrisi yang cukup untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Dilansir dari Healthline, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dijadikan pilihan utama saat sarapan, terutama jika dikonsumsi terlalu sering. Bukan berarti makanan ini harus dihindari sepenuhnya, tetapi sebaiknya dikonsumsi dengan bijak dan diimbangi dengan makanan yang lebih bergizi.

1. Sereal Manis

Sereal Manis/Foto: Pexels.com/ RDNE Stock project

Banyak orang memilih sereal karena praktis dan mudah disiapkan. Namun, sebagian besar sereal sarapan yang dipasarkan mengandung gula tambahan yang cukup tinggi dan rendah protein.

Meski terasa mengenyangkan di awal, sereal manis sering membuat kadar gula darah naik dengan cepat lalu turun kembali. Akibatnya, tubuh bisa merasa lapar hanya beberapa jam setelah sarapan dan memicu keinginan untuk ngemil berlebihan.

2. Pancake dan Waffle dengan Sirup Berlebihan

Pancake dan Waffle dengan Sirup Berlebihan/Foto: Pexels.com/ Monstera Production

Pancake dan waffle memang menjadi menu sarapan favorit banyak orang. Namun, makanan ini umumnya dibuat dari tepung olahan yang rendah serat dan sering disajikan dengan sirup manis dalam jumlah banyak.

Kombinasi tersebut dapat meningkatkan asupan gula tanpa memberikan rasa kenyang yang bertahan lama. Jika ingin menikmatinya, disarankan untuk memilih biji-bijian utuh atau bahan-bahan padat nutrisi lainnya seperti tepung almond atau tepung kacang chickpea. Selain itu, kamu juga dapat menambahkan sumber protein seperti telur atau yogurt agar kandungan nutrisinya lebih seimbang.

3. Roti Putih dengan Olesan Manis

Roti Putih dengan Olesan Manis/Foto: Pexels.com/ Tuyền Nguyễn

Roti putih yang diolesi selai manis, cokelat, atau mentega sering menjadi pilihan cepat saat pagi hari. Sayangnya, roti putih termasuk karbohidrat olahan yang rendah serat sehingga kurang efektif menjaga rasa kenyang.

Ketika dikombinasikan dengan olesan selai tinggi gula, sarapan seperti ini bisa menyebabkan lonjakan energi sesaat yang kemudian diikuti rasa lemas dan lapar lebih cepat. Namun, roti dan mentega tetap bisa menjadi pilihan sarapan yang tepat jika kamu memilih roti gandum utuh dan menambahkan topping kaya protein seperti telur atau dada ayam suwir. Untuk lebih meningkatkan kandungan nutrisi, tambahkan sayuran yang diiris seperti tomat, mentimun, atau sayuran berdaun hijau.

4. Jus Buah Kemasan

Jus Buah Kemasa/Foto: Pexels.com/ Eftl behll

Banyak orang menganggap jus buah sebagai pilihan sehat untuk sarapan. Jus buah kemasan sering mengandung gula tambahan dan kehilangan sebagian besar serat yang terdapat pada buah utuh.

Akibatnya, tubuh menerima banyak gula tetapi tidak mendapatkan manfaat serat yang membantu menjaga rasa kenyang. Mengonsumsi buah utuh biasanya menjadi pilihan yang lebih baik dibanding hanya minum jus kemasan.

5. Pastry dan Kue Sarapan

Pastry dan Kue /Foto: Pexels.com/ Claudio Segovia F

Croissant, donat, dan berbagai jenis pastry memang menggoda untuk dinikmati bersama kopi di pagi hari. Namun, makanan ini umumnya tinggi gula, lemak, dan kalori, sementara kandungan protein serta seratnya relatif rendah.

Karena itu, makanan seperti ini kurang ideal jika dijadikan sarapan utama setiap hari. Tubuh mungkin merasa kenyang sesaat, tetapi energi yang diberikan cenderung tidak bertahan lama.

6. Yogurt Manis atau Rendah Lemak

Yogurt Manis atau Rendah Lemak/Foto: Pexels.com/ Cats Coming

Di antara banyak manfaat yogurt, yogurt merupakan sumber protein dan probiotik yang baik. Probiotik adalah bakteri hidup yang dapat meningkatkan kesehatan pencernaan.

Namun, banyak jenis yogurt mengandung banyak gula tambahan, sehingga menjadikannya pilihan yang kurang sehat. Terlebih lagi, banyak varietas populer telah menghilangkan sebagian besar atau seluruh kandungan lemaknya, yang berarti yogurt tersebut mungkin kurang mengenyangkan dibandingkan yogurt yang berlemak penuh. 

Untuk alternatif yang lebih sehat, cobalah Greek yogurt tanpa pemanis dan berlemak. Yogurt ini lebih tinggi proteinnya daripada varietas lain, dan kamu dapat dengan mudah menambahkan pemanis sendiri sesuai selera. Misalnya, tambahkan sedikit madu, pemanis tanpa kalori seperti stevia, atau lebih baik lagi, buah-buahan segar yang diiris, diparut, atau dihaluskan.

Sarapan yang baik seharusnya membantu tubuh tetap berenergi hingga waktu makan berikutnya. Pilihlah sarapan yang mengandung protein, serat, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks cenderung lebih baik untuk menjaga rasa kenyang dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Jadi, sebelum memilih menu sarapan besok pagi, tidak ada salahnya mempertimbangkan kembali kandungan nutrisi di dalamnya agar hari bisa dimulai dengan lebih optimal!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE