5 Rahasia Membuat Pancake Lembut dan Fluffy
Menikmati sepiring pancake yang empuk, tebal, dan hangat di pagi hari sering kali menjadi cara terbaik untuk menaikkan suasana hati sebelum kita dihadapkan dengan tumpukan rutinitas yang padat. Sayangnya, tidak sedikit dari kita yang mengurungkan niat untuk membuatnya sendiri karena trauma dengan hasil eksperimen dapur sebelumnya yang berakhir keras mirip karet atau justru gosong di luar tetapi masih mentah di dalam.
Kunci utama dari keberhasilan hidangan sarapan yang memanjakan lidah ini sebenarnya terletak pada pemahaman teknik mencampur bahan serta kesabaran dalam mengatur suhu wajan saat memasak. Dilansir dari The Kitchn, tingkat konsistensi adonan serta ketepatan suhu panas kompor memegang peranan paling penting agar bentuk kue tetap mengembang cantik dan tidak kempis.
Berikut ini rahasia membuat pancake yang lembut dan fluffy.
Pastikan Kualitas Bahan Kering Masih Segar
Langkah awal yang sangat krusial dan sering kali luput dari perhatian kita adalah memeriksa kesegaran bahan pengembang yang tersimpan di dapur. Menggunakan baking powder yang sudah menganggur terlalu lama di dalam lemari merupakan alasan paling umum mengapa adonan kue gagal naik dan berakhir bantat. Sifat kimia dari bahan pengembang ini sangat sensitif dan mudah sekali menurun kekuatannya jika kemasannya sudah pernah dibuka atau tidak ditutup dengan rapat.
Oleh karena itu, biasakan untuk selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa atau menguji keaktifan baking powder terlebih dahulu sebelum mulai mencampurkannya ke dalam mangkuk adonan. Dikutip dari The Kitchn, menggunakan bahan-bahan kering yang masih segar dan dalam kondisi prima akan menghasilkan tekstur kue yang jauh lebih ringan, empuk, serta memiliki rongga udara yang indah di dalamnya.
Hindari Mengaduk Adonan Secara Berlebihan
Rahasia Membuat Pancake Lembut dan Fluffy/Foto: freepik.com/topntp26
Saat menyatukan bahan basah seperti susu dan telur dengan bahan kering seperti tepung, insting kita biasanya ingin mengaduknya sekuat tenaga hingga adonan terlihat benar-benar halus, licin, dan bebas dari gumpalan. Nah, di sinilah letak kekeliruan terbesarnya. Membiarkan beberapa gumpalan tepung kecil tetap terlihat kasar di dalam adonan justru menjadi rahasia paling penting untuk menciptakan tekstur pancake yang fluffy.
Proses pengadukan yang terlalu lama atau terlalu bertenaga (overmixing) akan memicu terbentuknya zat gluten dalam jumlah banyak, yang pada akhirnya malah membuat tekstur kue menjadi liat, padat, dan terasa keras saat dikunyah. Cobalah untuk menggunakan spatula kayu atau balon pengocok secara perlahan dengan gerakan memutar yang lembut saja, Beauties. Begitu seluruh tepung sudah tampak basah dan menyatu dengan cairan, segera hentikan proses pengadukan tanpa perlu memedulikan teksturnya yang masih sedikit kasar demi menjaga kelembutan maksimal dari kue.
Berikan Waktu bagi Adonan untuk Beristirahat
Setelah proses pencampuran selesai dan adonan sudah siap, cobalah menahan diri untuk tidak langsung menuangkannya ke atas wajan panas yang sudah kamu siapkan. Berikan jeda waktu selama beberapa menit bagi adonan untuk beristirahat dengan tenang di dalam wadah.
Proses diam ini sangat berguna untuk memberikan kesempatan bagi zat pengembang bekerja secara maksimal menciptakan gelembung udara, sekaligus membuat butiran tepung menyerap kelembapan cairan dengan lebih merata.
Dikutip dari Taste, mengistirahatkan adonan pancake selama minimal sepuluh menit terbukti membuat tekstur kue menjadi jauh lebih lembut, lembap, dan tidak kering saat matang nanti. Sambil menunggu, kamu bisa menata aneka topping buah segar, menyiapkan sirup mapel, atau menyeduh secangkir kopi hitam hangat untuk menemani sarapanmu nanti.
Atur dan Jaga Suhu Wajan Secara Tepat
Rahasia Membuat Pancake Lembut dan Fluffy/Foto: Freepik.com
Menggunakan tingkat suhu panas yang pas adalah faktor penentu utama agar permukaan pancake milikmu memiliki warna cokelat keemasan yang merata dan cantik tanpa risiko gosong. Pastikan wajan antilengket yang kamu gunakan sudah dipanaskan terlebih dahulu menggunakan api sedang yang stabil sebelum adonan dituang. Suhu wajan yang terlalu dingin akan membuat adonan melebar menjadi tipis, bertekstur pucat, serta menyerap terlalu banyak lemak dari mentega olesan.
Sebagai trik kecil, kamu bisa menguji tingkat kesiapan wajan dengan memercikkan sedikit air ke atasnya. Jika butiran air tersebut langsung berdesis dan menguap dengan cepat, berarti wajarmu sudah siap digunakan. Tuangkan adonan secara perlahan dari satu titik pusat agar bentuk bulatannya tetap konsisten, rapi, dan tebal merata. Menjaga kestabilan suhu kompor sepanjang proses memasak akan memastikan setiap lembar pancake matang sempurna hingga ke bagian terdalam, Beauties.
Perhatikan Kemunculan Gelembung Udara Kecil
Selama adonan berada di atas wajan, hindari kebiasaan membalik kue terlalu cepat atau menekan-nekannya menggunakan spatula dengan harapan agar cepat matang. Memasukkan tekanan fisik hanya akan merusak rongga udara yang sedang terbentuk di dalam kue. Biarkan adonan matang dengan sendirinya sampai kamu melihat munculnya gelembung-gelembung udara kecil yang memenuhi seluruh bagian permukaan atas kue.
Dikutip dari Taste, momen ketika gelembung-gelembung udara tersebut mulai pecah dan meninggalkan lubang kecil di permukaan adalah tanda paling akurat bahwa bagian bawah kue sudah matang dan siap untuk dibalik. Lakukan proses membalik kue dengan satu gerakan cepat tapi tetap lembut menggunakan spatula yang tipis agar bentuk bulatnya tidak rusak atau robek. Cukup masak sisi sebaliknya selama beberapa saat saja sampai warnanya berubah kecokelatan sebelum akhirnya diangkat dan ditata rapi di atas piring saji.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!