5 Mitos tentang Telur yang Masih Banyak Dipercaya
Mitos tentang telur masih sering bikin banyak orang bingung, apalagi karena informasinya terus beredar dari mulut ke mulut hingga media sosial. Ada yang bilang kuning telur harus dihindari karena kolesterol, ada juga yang percaya makan telur setiap hari bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Akibatnya, makanan yang sebenarnya praktis, bergizi, dan jadi andalan banyak orang ini justru sering dipandang sebelah mata.
Padahal, nggak semua anggapan tersebut benar, Beauties. Seiring berkembangnya penelitian, banyak mitos lama tentang telur yang terbantahkan.
Nah, supaya kamu nggak salah paham lagi tentang makanan yang kaya akan protein ini, yuk, kenali beberapa mitos tentang telur yang paling sering dipercaya beserta fakta sebenarnya seperti yang dilansir dari SA Health!
Mitos: Cangkang Telur yang Kotor Berarti Lebih Alami
![]() Mitos telur/Foto: pexels.com/Rio Lecatompessy |
Banyak orang mengira cangkang telur yang masih ada noda tanah, bulu, atau kotoran ayam menandakan telur tersebut lebih alami karena belum banyak diproses. Padahal, anggapan ini hanyalah mitos.
Faktanya, cangkang telur yang kotor justru bisa membawa risiko kesehatan. Noda pada cangkang dapat mengandung bakteri berbahaya, termasuk Salmonella, yang bisa menyebabkan keracunan makanan. Oleh karena itu, telur yang terlihat kotor sebaiknya nggak dikonsumsi dan lebih aman untuk dibuang daripada mengambil risiko.
Mitos: Telur yang Berbahaya Pasti Baunya Busuk
Telur yang berbahaya pasti berbau busuk/Foto: pexels.com/Beyza Kaplan
Banyak orang mengandalkan aroma telur sebagai penentu apakah telur masih aman dikonsumsi atau tidak. Jika baunya normal, telur dianggap masih segar dan bebas dari risiko.
Faktanya, telur yang terkontaminasi bakteri Salmonella tetap bisa terlihat, berbau, dan terasa normal. Selain itu, bakteri yang menempel di cangkang juga bisa berpindah ke makanan siap santap jika tangan, peralatan, atau permukaan dapur nggak bersih.
Maka dari itu, sebaiknya jangan hanya mengandalkan bau untuk mengecek kualitas telur. Buang telur yang cangkangnya retak atau kotor, cuci tangan setelah memegang telur mentah, dan pastikan peralatan serta permukaan dapur tetap bersih dan kering. Namun, jika telur memang mengeluarkan bau busuk saat dipecahkan, jangan gunakan untuk dimasak.
Mitos: Orang Sakit Sebaiknya Mengonsumsi Telur Mentah
Mitos orang sakit disarankan mengonsumsi telur mentah/Foto: pexels.com/Yunuen Zempoaltecatl
Telur sering dianggap sebagai makanan bergizi yang cocok untuk membantu memulihkan kondisi tubuh. Nggak heran kalau muncul anggapan bahwa memberikan telur mentah kepada orang yang sedang sakit bisa menjadi cara praktis untuk mendapatkan tambahan protein dan mineral.
Faktanya, telur mentah nggak boleh diberikan kepada orang yang sedang sakit parah karena berisiko mengandung bakteri Salmonella. Infeksi bakteri ini dapat menimbulkan dampak yang lebih serius pada orang yang sedang sakit, anak di bawah dua tahun, ibu hamil, dan lansia berusia lebih dari 70 tahun.
Untuk mengurangi risikonya, telur sebaiknya dimasak hingga putih telur benar-benar matang dan bagian kuningnya mulai mengental. Jadi, meskipun telur memang kaya nutrisi, cara mengolahnya tetap penting agar manfaatnya tidak justru disertai risiko kesehatan.
Mitos: Telur Mentah Punya Protein yang Lebih Baik
Mitos telur mentah mengandung protein lebih baik/Foto: pexels.com/Klaus Nielsen
Ada anggapan bahwa mengonsumsi telur mentah bisa memberikan protein lebih banyak dibandingkan telur yang sudah dimasak. Hal ini membuat sebagian orang memilih mencampurkan telur mentah ke dalam milkshake atau langsung meminumnya. Padahal, cara ini justru memiliki risiko yang lebih tinggi.
Faktanya, nggak ada bukti bahwa memasak telur membuat kandungan proteinnya berkurang secara signifikan. Sebaliknya, mengonsumsi telur mentah meningkatkan risiko keracunan makanan, terutama jika telur terkontaminasi Salmonella. Jika sampai mengalami keracunan makanan, kondisi tubuh tentu bisa jauh lebih buruk dibandingkan jika telur dimasak terlebih dahulu.
Mitos: Telur Harus Dicuci agar Kotorannya Hilang
Telur yang cangkangnya kotor sebaiknya dilap saja/Foto: pexels.com/Natali Yakovleva
Melihat telur dengan cangkang yang kotor memang bisa membuat rasa ingin langsung mencucinya sebelum disimpan atau dimasak. Apalagi, jika ada sisa kotoran ayam atau noda lain yang menempel di permukaannya. Namun, mencuci telur ternyata bukan cara yang tepat untuk membuatnya lebih aman.
Faktanya, cangkang telur menjadi lebih berpori ketika terkena air sehingga bakteri justru lebih mudah masuk ke bagian dalam telur. Oleh karena itu, telur yang cangkangnya kotor sebaiknya dilap saja dengan kain kering atau sedikit lembap sebelum dimasak. Dengan begitu, kamu bisa mengurangi risiko bakteri berpindah dari permukaan cangkang ke bagian dalam telur.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
