5 Minuman yang Mengandung Lebih Banyak Antioksidan daripada Teh Hijau
Ada banyak minuman yang mengandung antioksidan. Teh hijau masuk di antaranya yang sudah lama dikenal sebagai salah satu minuman yang kaya kandungan tersebut.
Salah satu senyawa utamanya adalah epigallocatechin gallate (EGCG), yakni jenis katekin yang telah banyak diteliti karena potensi efek antiinflamasi dan manfaatnya bagi kesehatan. Namun, teh hijau bukan satu-satunya minuman yang mengandung antioksidan. Ada berbagai pilihan lain, mulai dari kopi hingga jus buah beri, yang menawarkan senyawa alami untuk membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif.
Menurut ahli gizi Karen E. Todd, RD, sejumlah minuman yang sering dikonsumsi sehari-hari dapat menjadi sumber antioksidan yang cukup berarti. Kandungan antioksidan tersebut antara lain berupa polifenol, antosianin, dan flavanol yang banyak ditemukan dalam tumbuhan.
Antioksidan berperan membantu menetralkan radikal bebas, yaitu molekul yang dapat merusak sel ketika jumlahnya berlebihan. Meski demikian, jumlah antioksidan dalam minuman dapat berbeda-beda bergantung pada bahan, cara pengolahan, dan ukuran sajian. Karena itu, tidak semua minuman dalam daftar berikut otomatis memiliki kandungan antioksidan lebih tinggi daripada teh hijau dalam setiap kondisi.
Lalu, apa saja minuman yang patut dicoba untuk menambah variasi asupan antioksidan harian? Berikut lima pilihannya.
1. Kopi
Kopi mengandung asam klorogenat dan polifenol yang memiliki sifat antioksidan. Konsumsi kopi tanpa tambahan gula berlebihan dapat menjadi salah satu cara menambah asupan senyawa alami tersebut./ Foto: magnific.com/stockking
Kopi bukan hanya minuman yang membantu meningkatkan kewaspadaan pada pagi hari, tetapi juga sumber antioksidan yang sering kali kurang diperhatikan. Menurut ahli gizi Karen E. Todd, RD, kopi mengandung asam klorogenat atau chlorogenic acids (CGA) serta berbagai polifenol lainnya.
Asam klorogenat merupakan senyawa tumbuhan yang memiliki sifat antioksidan. Menurut penelitian, senyawa ini berpotensi membantu mengurangi stres oksidatif, yaitu kondisi ketika jumlah radikal bebas tidak seimbang dengan kemampuan tubuh untuk menetralkannya.
Karena kopi dikonsumsi secara rutin oleh banyak orang, minuman ini dapat memberikan kontribusi terhadap asupan antioksidan sehari-hari. Untuk pilihan yang lebih sehat, kamu bisa menikmati kopi hitam tanpa gula atau membatasi tambahan sirup dan krimer manis. Namun, perhatikan juga kandungan kafeinnya, terutama jika kamu sensitif terhadap kafein atau mengalami gangguan tidur.
2. Jus Buah Beri
Jus buah beri, seperti blueberry liar, acai, dan maqui, mengandung antosianin yang memberikan warna merah, ungu, dan biru. Senyawa ini telah diteliti karena potensinya dalam mendukung kesehatan jantung dan metabolisme./ Foto: magnific.com/jcomp
Buah beri memiliki warna yang menarik sekaligus mengandung berbagai senyawa antioksidan. Salah satunya adalah antosianin, yaitu pigmen alami yang memberikan warna merah, ungu, dan biru pada buah.
Menurut penelitian, antosianin berpotensi berperan dalam mendukung kesehatan kardiovaskular dan metabolisme. Beberapa jenis buah beri yang dapat dipertimbangkan sebagai sumbernya adalah acai, maqui, dan blueberry liar.
Karen E. Todd, RD, menyarankan jus buah beri yang minim pemrosesan serta rendah atau tanpa gula tambahan untuk mendapatkan manfaat dari senyawa antioksidannya. Meski begitu, buah beri utuh juga menjadi pilihan baik karena mengandung serat yang dapat berkurang selama proses pembuatan jus. Jika memilih jus kemasan, periksa label nutrisi untuk mengetahui kandungan gula tambahannya.
3. Teh Hibiscus atau Teh Kembang Sepatu
 Teh hibiscus memiliki warna merah pekat dan mengandung polifenol serta senyawa antioksidan lainnya. Penelitian juga mengeksplorasi potensinya dalam mendukung kesehatan jantung dan tekanan darah./ Foto: magnific.com/azerbaijan_stockers
Teh hibiscus, yang dibuat dari bagian kelopak bunga kembang sepatu jenis Hibiscus sabdariffa, bisa menjadi alternatif bagi kamu yang ingin mencoba minuman herbal selain teh hijau. Setelah diseduh, teh ini menghasilkan warna merah pekat dengan rasa asam yang menyegarkan. Warnanya berasal dari pigmen alami, termasuk antosianin, yang memiliki sifat antioksidan.
Menurut penelitian, hibiscus mengandung polifenol dan senyawa lain yang berpotensi membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif. Sejumlah studi juga meneliti kemungkinan pengaruhnya terhadap kesehatan kardiovaskular, termasuk tekanan darah dan oksidasi kolesterol LDL atau kolesterol jahat.
Meski hasil penelitian tersebut menjanjikan, teh hibiscus bukan pengganti obat atau perawatan medis. Jika kamu mengonsumsi obat tekanan darah, sebaiknya konsultasikan konsumsi rutin teh herbal ini dengan tenaga kesehatan.
4. Jus Delima
Jus delima mengandung polifenol dan senyawa antioksidan yang membantu menetralkan radikal bebas. Minuman ini dapat menjadi pilihan untuk melengkapi pola makan yang beragam dan seimbang./ Foto: magnific.com/azerbaijan_stockers
Jus delima semakin populer karena rasanya yang khas dan kandungan senyawa tumbuhannya. Buah delima mengandung polifenol, termasuk punicalagin dan antosianin, yang telah diteliti karena aktivitas antioksidannya.
Menurut penelitian, senyawa antioksidan dapat membantu menetralkan radikal bebas yang berlebihan. Jika tidak terkendali, radikal bebas dapat memicu stres oksidatif yang berkontribusi terhadap kerusakan sel dan berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan kronis.
Untuk mendapatkan manfaatnya, pilih jus delima tanpa tambahan gula atau konsumsi buah delima utuh sebagai alternatif. Perlu diingat bahwa kandungan antioksidan dapat bervariasi berdasarkan proses pengolahan dan produk yang dipilih.
5. Cokelat Panas
Bubuk kakao mengandung flavanol, senyawa tumbuhan yang telah diteliti karena potensi manfaatnya bagi kesehatan jantung. Cokelat panas tanpa banyak gula bisa menjadi pilihan minuman kaya antioksidan./ Foto: magnific.com
Cokelat panas tidak hanya cocok dinikmati saat cuaca dingin, tetapi juga dapat menyumbang asupan antioksidan jika dibuat menggunakan bahan yang tepat.
Menurut Karen E. Todd, RD, kakao mengandung flavanol dalam jumlah yang cukup berarti. Flavanol merupakan jenis polifenol yang telah diteliti karena potensinya dalam mendukung kesehatan kardiovaskular.
Untuk memperoleh lebih banyak flavanol, pilih bubuk kakao tanpa pemanis atau produk kakao yang kaya kandungan kakao. Kamu bisa mencampurkannya dengan susu atau minuman nabati sesuai selera, lalu membatasi gula tambahan.
Perlu diketahui bahwa kandungan flavanol dapat berbeda berdasarkan jenis kakao dan metode pengolahannya. Karena itu, cokelat panas tidak selalu memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi daripada teh hijau.
Dari daftar minuman di atas, mana yang paling sering kamu minum atau ingin coba sebagai sumber antioksidan sehari-hari, Beauties?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!