5 Kelompok Orang yang Sebaiknya Mengurangi Konsumsi Telur

Gita Welastiningtias | Beautynesia
Kamis, 08 Jan 2026 20:15 WIB
5 Kelompok Orang yang Sebaiknya Mengurangi Konsumsi Telur
Kelompok orang yang sebaiknya mengurangi konsumsi telur/foto: freepik/8photo

Telur mengandung protein tinggi, lemak sehat, vitamin B kompleks, zat besi, dan bersifat antioksidan yang bisa dikonsumsi sehari-hari. Manfaat mengonsumsi telur adalah menyehatkan mata, meningkatkan ketajaman otak, hingga membentuk tulang.

Meski telur memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, namun bahan pangan ini tidak bisa dikonsumsi beberapa orang. Berikut beberapa kelompok orang yang sebaiknya mengurangi konsumsi telur. Simak!

1. Alergi Terhadap Telur

Alergi terhadap telur/foto: freepik/katemangostar

Mengutip CNN Indonesia, orang yang alergi telur tidak diperbolehkan mengonsumsi makanan ini walaupun bernutrisi. Mengonsumsi telur walaupun memiliki alergi dapat memperburuk kondisi.

Beauties akan mengalami gatal-gatal, masalah pernapasan, dan anafilaksis. Sebagai gantinya, Beauties bisa mengonsumsi tuna, salmon, daging ayam dan sapi, atau udang untuk memenuhi kebutuhan protein.

2. Menderita Sirosis Hati

Menderita sirosis hati/foto: freepik

Sirosis adalah kondisi ketika jaringan hati yang sehat mengalami kerusakan sehingga menyebabkan gangguan fungsi hati. Bagi yang memiliki penyakit sirosis sebaiknya mengurangi konsumsi telur.

Mengonsumsi telur ketika memiliki gangguan hati dapat memperburuk kondisi organ tersebut karena hati harus bekerja lebih ekstra.

3. Penderita Kolesterol Tinggi

Penderita kolesterol tinggi sebaiknya mengurangi konsumsi telur agar kadar kolesterol tidak bertambah.

Kolesterol tinggi/Foto: Pexels.com/ Marta Branco

Mengutip Times of India, selain dua kelompok di atas orang yang sebaiknya mengurangi konsumsi telur adalah orang dengan kolesterol tinggi. Kuning telur mengandung kolesterol tinggi sekitar 185 miligram.

Orang dengan kolesterol tinggi rentan terkena penyakit jantung sehingga perlu menghindari makanan pemicu seperti telur. Kolesterol tinggi dapat membentuk plak arteri yang menyebabkan masalah jantung.

4. Penderita Diabetes Tipe 2

Penderita diabetes tipe 2/foto: freepik

Orang dengan riwayat penyakit diabetes tipe 2 juga sebaiknya mengurangi mengonsumsi telur karena mengandung kolesterol tinggi. Sebagai alternatif, penderita diabetes tipe 2 bisa mengonsumsi putih telur saja yang banyak nutrisi atau makanan lain yang tanpa lemak.

Mengonsumsi makanan sehat seperti ini dapat mengelola kadar gula darah agar tetap normal dan menjaga kesehatan jantung.

5. Penderita Asam Urat

Penderita asam urat tidak diperkanankan mengonsumsi telur berlebihan karena purin pada kuning telur bisa memicu asam urat kambuh.

Asam urat/foto: freepik/lifestylememory

Terakhir adalah orang yang menderita asam urat juga tidak direkomendasikan mengonsumsi telur berlebihan. Kuning telur mengandung purin yang bisa memicu kambuhnya asam urat dan radang sendi.

Selain telur, Beauties juga sebaiknya mengurangi konsumsi daging merah dan makanan laut berlebihan karena bisa memperparah asam urat.

Telur adalah sumber protein tinggi yang bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan. Namun jika mengalami kondisi di atas sebaiknya Beauties mencari alternatif sumber protein lainnya agar kesehatan tetap terjaga.

____

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE