5 Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Mulai Hidup Gluten-Free
Bagi kebanyakan orang, gluten bukanlah protein yang berbahaya seperti yang sering digembar-gemborkan, dan para dokter menekankan bahwa menghindarinya hanya untuk mengikuti tren tidaklah diperlukan. Namun, bagi mereka yang sensitif terhadap gluten, menghapusnya dari menu makanan sehari-hari menjadi suatu keharusan.
Terlepas dari hal itu, melakukan diet bebas gluten bisa menimbulkan efek samping tertentu pada tubuh. Untuk mengetahui apa saja efek gluten-free pada tubuh, kamu bisa memahaminya lewat artikel yang dilansir dari Delish berikut ini!
Sering Mengalami Sembelit
![]() Diet bebas gluten dapat memicu sembelit jika asupan serat tidak tercukupi/Foto: Freepik/drobotdean |
Mengikuti diet bebas gluten bisa membuatmu lebih sering mengalami masalah konstipasi. Hal ini terjadi karena banyak makanan dari gandum utuh, seperti roti dan pasta, yang biasanya merupakan sumber serat penting, menjadi pantangan bagi orang yang menjalani diet tersebut.
Jika kamu tidak mengganti asupan serat dari sumber lain, maka masalah pencernaan yang sebenarnya ingin dihindari oleh pelaku diet manapun itu justru akan makin sering mengganggumu. Untuk mencegahnya, tingkatkan konsumsi sayuran berdaun hijau dan kacang-kacangan sebagai sumber serat pengganti.
Lebih Cepat Lapar
Diet bebas gluten kerap dikaitkan dengan rasa lapar yang datang lebih cepat meskipun pola makan terasa lebih sehat/Foto: Freepik/lookstudio
Banyak orang yang sensitif terhadap gluten sering merasakan mual atau ketidaknyamanan yang cukup parah setelah mengonsumsi produk roti sehingga nafsu mereka menurun dan rasa lapar jarang muncul sepanjang hari. Namun, ketika gluten dihapus dari diet, tubuh akan mulai menyesuaikan diri dan nafsu makan pun kembali normal.
Selain itu, penggantian makanan yang biasanya dilakukan sering kali tidak mampu memberikan rasa kenyang yang sama. Akibatnya, meskipun pola makan menjadi lebih sehat karena bebas gluten, pelaku diet ini mungkin merasa cenderung lebih cepat lapar dan perlu menyesuaikan porsi atau jenis makanan agar kebutuhan hariannya tetap tercukupi.
Fluktuasi Berat Badan
Diet bebas gluten kerap memicu perubahan pola makan yang berpengaruh pada fluktuasi berat badan/Foto: Freepik/KamranAydinov
Saat kamu mulai menghilangkan produk roti dalam dietmu, secara naluriah, kamu akan mulai mencari alternatif makanan yang dapat memuaskan rasa lapar. Jika kamu memilih alternatif sehat seperti buah dan sayuran, kamu dapat menurunkan berat badan karena kandungan kalori dan gulanya lebih rendah dibandingkan roti.
Namun, tidak menutup kemungkinan juga jika dalam prosesnya, kamu justru memilih mencari kepuasan instan dari makanan manis atau olahan bebas gluten yang, meskipun dapat memberi penghiburan atas stres diet, kalorinya tinggi.
Meskipun begitu, seiring berjalannya waktu, ketika tubuh mulai menyesuaikan diri dengan pola makan baru dan kebiasaan makan yang lebih sehat sudah terbentuk, berat badanmu biasanya akan kembali stabil dan mendekati kondisi sebelum kamu menghilangkan gluten.
Level Energi yang Meningkat
Salah satu manfaat diet gluten-free adalah membantu mengurangi kerja sistem pencernaan agar energi dapat digunakan secara lebih efisien/Foto: Freepik/jcomp
Pencernaan adalah proses kompleks yang membutuhkan sejumlah besar energi dari tubuh. Ketika tubuh dipaksa untuk mencerna makanan atau zat yang sulit diurai, salah satunya gluten, energi yang seharusnya bisa digunakan untuk aktivitas lain justru terserap untuk proses pencernaan ini sehingga tubuh terasa cepat lelah atau lesu.
Sementara itu, tubuh akan mulai merasakan perubahan saat mulai menghindari makanan dengan kandungan tersebut. Manfaat diet gluten-free tersebut salah satunya adalah berkurangnya beban pada sistem pencernaan secara signifikan karena tubuh tidak perlu berjuang keras memecah protein gluten yang memang sulit diolah bagi sebagian orang. Akibatnya, energi yang sebelumnya terserap untuk mencerna makanan kini dapat dialokasikan untuk fungsi tubuh lainnya.
Hilangnya Masalah Alergi Makanan Lain
Pemulihan usus menegaskan manfaat diet gluten-free bagi fungsi tubuh/Foto: Freepik/prostooleh
Alergi makanan lain yang kamu alami memiliki kemungkinan untuk hilang jika intoleransi gluten ditangani dengan tepat. Hal ini terjadi karena intoleransi gluten dapat menimbulkan kerusakan signifikan pada usus halus sehingga organ ini berhenti memproduksi laktase, enzim yang sangat penting untuk mencerna susu.
Dampak dari kerusakan ini tidak hanya terbatas pada laktase. Kamu juga bisa mengalami kehilangan enzim lain yang membantu tubuh memproses gula dan nutrisi penting lainnya dalam jangka waktu tertentu. Namun, ketika gluten yang menjadi penyebab utama dari masalah ini dihilangkan dari diet, usus akan mulai pulih dan intoleransi sekunder yang muncul akibat kerusakan sebelumnya biasanya akan menghilang seiring waktu.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
