4 Tahapan Migrain yang Wajib Kamu Tahu, Jangan Tunggu Parah!
Migrain sering kali dianggap hanya sebagai sakit kepala biasa, Beauties. Padahal kondisi ini merupakan gangguan neurologis yang dapat disertai berbagai gejala lain, seperti mual, sensitif terhadap cahaya dan suara, hingga gangguan penglihatan. Menariknya, serangan migrain tidak selalu langsung dimulai dengan rasa sakit.
Mengutip dari laman Healthline, tahapan migrain dapat berlangsung melalui hingga empat tahap, meski tidak semua orang mengalami seluruh tahapan tersebut setiap kali migrain kambuh. Lantas, apa saja 4 tahapan migrain tersebut?
1. Prodrome
![]() Prodrome adalah tahap awal migrain yang dapat muncul 1–2 hari sebelum sakit kepala, ditandai kelelahan, perubahan suasana hati, sulit berkonsentrasi, atau keinginan makan tertentu/ Foto: Magnific.com/Stockking |
Tahap pertama disebut prodrome dan bisa muncul satu hingga dua hari sebelum sakit kepala terasa. Pada fase ini, beberapa orang mungkin mengalami kelelahan, mudah marah, sulit berkonsentrasi, lebih sering menguap, leher terasa kaku, atau tiba-tiba menginginkan makanan tertentu. Karena gejalanya cukup umum, tahap ini sering tidak disadari sebagai tanda awal migrain. Padahal, mengenal pola tersebut dapat membantu seseorang lebih waspada sebelum sakit kepala muncul.
2. Aura
Aura merupakan fase yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan, kesemutan, mati rasa, atau perubahan kemampuan berbicara sebelum atau saat migrain terjadi/ Foto: Magnific.com/Dcstudio
Tidak semua penderita migrain mengalami aura, tetapi ketika muncul, gejalanya biasanya terjadi sekitar lima hingga 60 menit sebelum atau selama sakit kepala. Aura paling sering berupa gangguan penglihatan, seperti melihat kilatan cahaya, garis zig-zag, atau titik yang terasa menghalangi pandangan.
Beberapa orang juga dapat mengalami kesemutan, mati rasa, atau perubahan kemampuan berbicara. Jika gejala neurologis seperti ini baru pertama kali dialami, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis karena gejalanya dapat menyerupai kondisi darurat lain.
3. Headache
Pada fase headache, sakit kepala berdenyut dapat berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari dan disertai mual serta sensitif terhadap cahaya atau suara/ Foto: Magnific.com/Jcomp
Inilah tahap yang paling sering dikenali sebagai migrain, yaitu ketika sakit kepala mulai terasa berdenyut atau berdenyut kuat dan dapat berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari. Nyeri sering terasa di salah satu sisi kepala, meskipun gejalanya dapat berbeda pada setiap orang.
Sensitivitas terhadap cahaya dan suara, mual, muntah, pusing, hingga gangguan tidur juga dapat menyertai fase ini. Jika memiliki obat migrain yang memang telah diresepkan dokter, penggunaannya sesuai petunjuk pada awal munculnya gejala dapat membantu mengendalikan serangan.
4. Postdrome
Postdrome adalah fase setelah sakit kepala mereda, ketika seseorang masih dapat mengalami kelelahan, sulit berkonsentrasi, dehidrasi, atau pegal hingga sekitar 48 jam/ Foto: Magnific.com/Magnific
Jangan buru-buru menganggap semuanya selesai ketika nyeri kepala sudah menghilang. Pada tahap postdrome atau yang sering disebut sebagai “migraine hangover”, seseorang masih dapat merasa sangat lelah, mengalami brain fog, sulit berkonsentrasi, dehidrasi, atau merasakan pegal pada tubuh.
Fase ini dapat berlangsung hingga sekitar 48 jam dan tidak dialami oleh semua orang. Tetap memenuhi kebutuhan cairan, beristirahat, mengurangi stres, dan menghindari pemicu migrain dapat membantu tubuh melewati tahap pemulihan ini.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
