3 Nutrisi yang Bisa Bikin Otak Awet Muda Lebih Lama
Meskipun sering dianggap tangguh, otak sebenarnya ikut menua dan membutuhkan dukungan nutrisi anti penuaan otak khusus agar performanya tetap stabil dan responsif. Apalagi, otak adalah hal yang krusial di era yang menuntut kita berpikir cepat ini.
Inilah alasan pentingnya memahami 3 nutrisi untuk otak apa saja yang terbukti membantu mempertahankan fungsi kognitif dan menjaga ketajaman mental dalam jangka panjang. Jika kamu ingin otakmu bekerja lebih optimal setiap hari, konsumsi asupan untuk daya ingat berikut ini, dilansir dari Times of India.
Kolin
![]() Kolin merupakan nutrisi untuk otak yang esensial/Foto: Freepik/benzoix |
Kolin adalah nutrisi penting yang ternyata sudah lama kita konsumsi tanpa disadari. Zat ini berperan besar dalam menjaga fungsi otak dan sistem saraf, terutama dalam pengontrolan memori, suasana hati, serta kontrol otot.
Kolin membantu tubuh membentuk asetikolin, neurotransmitter yang berhubungan langsung dengan kemampuan belajar dan mengingat. Nutrisi ini sendiri dapat ditemukan dalam berbagai makanan seperti kuning telur, salmon, dan kembang kol.
Rendahnya kadar kolin dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif dari waktu ke waktu, dan kondisi ini makin menegaskan betapa pentingnya peran kolin dalam tubuh. Tidak hanya berpengaruh pada kemampuan berpikir, kolin juga mendukung aktivitas otak secara keseluruhan, membantu menjaga keseimbangan hormon, dan berkontribusi pada fungsi sistem kekebalan yang optimal. Studi dari National Institute of Health juga menegaskan bahwa kolin merupakan salah satu nutrisi utama yang memengaruhi proses penting dalam otak, termasuk pembentukan sel saraf baru, diferensiasi neuron, dan proses mielinisasi.
Omega-3
Omega-3 dikenal sebagai nutrisi anti penuaan otak yang penting/Foto: Freepik
Kadar omega-3 yang rendah terbukti berkaitan dengan volume otak yang lebih kecil dan risiko demensia yang meningkat hingga 47 persen, sebagaimana dijelaskan dalam studi Framingham. Salah satu jenis omega-3 yang paling penting bagi otak adalah DHA, yang menjadi jenis omega-3 paling dominan di otak dan jumlahnya sekitar 90% dari total omega-3 yang terdapat di organ tersebut.
Dokter merekomendasikan kadar DHA berada pada kisaran 8-12 persen, tetapi sebagian besar orang belum mencapai rentang tersebut. Padahal seperti yang telah disebutkan sebelumnya, omega-3, terutama DHA, berperan besar dalam menjaga struktur sel otak, mengurangi peradangan, dan mendukung plastisitas sinaptik yang diperlukan untuk fungsi kognitif yang sehat. Penelitian berjudul Effects of Omega-3 Polyunsaturated Fatty Acids on Brain juga menunjukkan bahwa konsumsi omega-3 dapat meningkatkan kemampuan belajar, memori, kesejahteraan kognitif, dan aliran darah ke otak.
Magnesium
Temuan ilmiah menunjukkan potensi magnesium sebagai nutrisi anti penuaan otak yang mendukung kepadatan sinaptik/Foto: Pexels
Magnesium merupakan mineral penting yang bekerja “di balik layar” untuk menjaga lebih dari 300 fungsi enzim dalam tubuh. Zat ini berperan dalam meningkatkan plastisitas sinaptik, mendukung pembentukan memori, serta melindungi otak dari eksitotoksisitas yang terjadi akibat stimulasi berlebihan.
Kekurangan magnesium dalam jangka panjang dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan dan depresi. Kalau masih belum tergerak untuk mengonsumsi lebih banyak magnesium, kamu juga perlu mengetahui adanya temuan dari Frontiers yang menunjukkan bahwa magnesium berpotensi membantu membalikkan beberapa tanda penuaan otak sekaligus meningkatkan kepadatan sinaptik.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
