3 Kebiasaan yang Perlu Dibatasi untuk Mengurangi Risiko Stroke

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Rabu, 29 Jul 2026 07:15 WIB
3 Kebiasaan yang Perlu Dibatasi untuk Mengurangi Risiko Stroke
Kebiasaan yang perlu dibatasi untuk mengurangi risiko stroke/Foto: Freepik/freepik

Penyakit stroke kini dapat menyerang siapa pun tanpa mengenal usia, termasuk anak muda. Anak muda yang mengalami stroke biasanya disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya kebiasaan sehari-hari. Entah itu aktivitas harian maupun pola makan yang berantakan.

Penelitian dan ahli spesialis jantung telah mengungkapkan beberapa kebisaan yang dapat meningkatkan risiko stroke pada seseorang. Mereka pun telah mengimbau untuk membatasi kebiasaan tersebut demi kesehatan di masa depan.

1. Menghabiskan Waktu Terlalu Banyak dengan Duduk, Meskipun Rutin Olahraga

Kebiasaan duduk terlalu lama di depan layar/Foto: Pexels.com/Felicit Tal

Studi dalam jurnal Annals of Clinical and Translational Neurology (2022) menunjukkan bahwa olahraga dapat mengurangi risiko stroke hingga 40 persen. Namun, lari pagi tidak membuat aktivitas fisik di sisa hari menjadi kurang penting.

“Kita bisa berolahraga selama satu jam setiap hari, tetapi jika sisa waktunya dihabiskan dengan duduk di depan layar tanpa jeda untuk bergerak, risiko masalah kardiovaskular tetaplah tinggi,” jelas ahli jantung Samantha Benin, pada EatingWell.

Duduk dalam waktu lama dapat membahayakan pembuluh darah yang menyuplai jantung dan otak. Semakin banyak total waktu yang dihabiskan untuk duduk dan semakin lama durasi duduk tanpa jeda yang dilakukan berulang kali selama bertahun-tahun, semakin besar pula potensi risikonya.

2. Makan-makanan Tinggi Natrium: Sandwich, Burger, hingga Pizza

Makanan tinggi natrium/Foto: Pexels.com/Vilnis Husko

Fast food yang disajikan di beberapa restoran umumnya mengandung natrium yang tinggi. Sebut saja seperti pizza, sandwich, dan burger.

Menurut American Heart Association, satu porsi sandwich dan burger dari restoran cepat saji bisa mengandung lebih dari batas asupan natrium harian yang disarankan, yaitu 2.300 mg.

Ahli jantung dan lipidologi, Sirisha Vadali menyatakan bahwa mengonsumsi seluruh batas asupan natrium dalam satu kali makan dapat menyebabkan asupan tambahan apa pun meningkatkan tekanan darah dan berpotensi merusak arteri.

Jika kebiasaan mengonsumsi terlalu banyak natrium terus berlanjut, maka tekanan darah akan meningkat. Ini adalah kondisi yang diam-diam turut meningkatkan risiko stroke.

3. Minum-minuman Beralkohol

Minuman beralkohol/Foto: Pexels.com/Pavel Danilyuk

Menurut penelitian yang Benin rangkum, mengonsumsi alkohol seperti anggur merah meskipun dalam jumlah sedang dapat meningkatkan risiko fibrilasi atrium, tekanan darah tinggi, dan stroke pada sebagian orang.

Alkohol diketahui berkontribusi terhadap delapan persen dari seluruh kasus stroke akibat penyumbatan pembuluh darah otak dan 16 persen dari kasus stroke akibat pendarahan, melansir Harvard Health.

Centers for Disease Control and Prevention menyarankan agar perempuan tidak mengonsumsi lebih dari satu dan laki-laki tidak lebih dari dua minuman beralkohol per hari.

Itulah kebiasaan yang perlu dibatasi untuk mengurangi risiko stroke. Menerapkan gaya hidup sehat, termasuk pola makan sejatinya sangat penting bagi kesejahteraan dan kesehatan tubuh.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE