3 Hal yang Harus Diperhatikan soal Celana Dalam untuk Jaga Kesehatan Organ Reproduksi Perempuan

Nadya Quamila | Beautynesia
Senin, 30 Mar 2026 07:00 WIB
3 Hal yang Harus Diperhatikan soal Celana Dalam untuk Jaga Kesehatan Organ Reproduksi Perempuan
Aturan Celana Dalam untuk Jaga Kesehatan Organ Reproduksi Perempuan/Foto: Freepik/freepik

Ada banyak cara untuk menjaga kesehatan organ reproduksi perempuan, salah satunya dari pakaian dalam yang kita gunakan setiap hari. Memilih celana dalam yang terbuat dari bahan yang tepat dapat mendukung kesehatan vagina.

Tidak hanya soal memilih bahan yang tepat, bagaimana cara pakai hingga mencuci celana dalam juga tidak boleh disepelekan, lho, Beauties. Dirangkum dari Healthline, berikut ini beberapa aturan soal celana dalam yang harus kamu ketahui untuk menjaga kesehatan organ reproduksi perempuan. Yuk, simak!

Tips Memilih Bahan Celana Dalam

Jenis bahan yang paling sederhana dan lembut untuk menyentuh kulit adalah katun. Kain ini juga

Aturan Celana Dalam untuk Jaga Kesehatan Organ Reproduksi Perempuan/Foto: Freepik/freepik

Beauties, ada banyak jenis pakaian dalam, termasuk pula materialnya. Tapi dari semua jenis bahan yang ada, katun adalah bahan terbaik untuk pakaian dalam.

“Vulva adalah area yang sangat sensitif dan halus, mirip dengan bibir di wajah Anda. Anda ingin memperlakukannya dengan lembut,” jelas Dr. Alyse Kelly-Jones, dokter kandungan bersertifikasi.

Jenis bahan yang paling sederhana dan lembut untuk menyentuh kulit adalah katun. Kain ini juga "bernapas" dan menyerap dengan baik, yang dapat membantu mencegah infeksi jamur.

“Karena keputihan itu sehat, mirip dengan kelembapan yang selalu ada di mulut Anda, Anda ingin pakaian dalam Anda menyerap kelembapan berlebih dengan lembut,” jelas Kelly-Jones.

Bahan sintetis seperti nilon dan spandeks tidak memungkinkan area intim bernapas. Sebaliknya, bahan-bahan tersebut memerangkap panas dan kelembapan, menciptakan lingkungan yang sempurna untuk berkembang biaknya infeksi jamur vagina.

Kain alami yang dapat "bernapas", khususnya pakaian dalam katun, adalah yang terbaik untuk mendukung kesehatan vagina. Pakaian dalam katun dapat membantu mengurangi bau dan risiko infeksi jamur vagina.

Rutin Mengganti Celana Dalam

Frekuensi mengganti celana dalam bisa disesuaikan dengan seberapa berat aktivitas dalam sehari. Jika kamu menjalani aktivitas normal, disarankan untuk mengganti celana dalam 1-2 kali dalam sehari, sedangkan untuk aktivitas berat, disarankan mengganti 3-5 kali guna mencegah kelembapan berlebih.

Aturan Celana Dalam untuk Jaga Kesehatan Organ Reproduksi Perempuan/Foto: Freepik/freepik

Frekuensi mengganti celana dalam bisa disesuaikan dengan seberapa berat aktivitas dalam sehari. Jika kamu menjalani aktivitas normal, disarankan untuk mengganti celana dalam 1-2 kali dalam sehari, sedangkan untuk aktivitas berat, disarankan mengganti 3-5 kali guna mencegah kelembapan berlebih.

Jika kamu mulai merasa tidak nyaman karena penumpukan cairan vagina, kamu dapat mengganti celana dalam lebih dari sekali sehari, ujar Kelly-Jones.

“Banyak pasien saya terganggu oleh kelembapan ini dan selalu memakai pembalut tipis (pantyliner),” katanya. “Saya rasa ini bukan perilaku yang paling sehat, karena pantyliner dapat menyebabkan lecet dan iritasi. Celana dalam berlapis katun akan menyelesaikan masalah ini, dan tidak apa-apa untuk menggantinya lebih dari sekali sehari.”

Setelah dipakai, masukkan celana dalam ke dalam keranjang cucian. Tidak seperti celana jeans, celana dalam tidak boleh dipakai kembali hanya untuk menghemat cucian.

Tips Mencuci Celana Dalam

Semua jenis pakaian dalam harus ditangani lebih lembut daripada pakaian lainnya, bukan hanya celana dalam renda. Alasannya, karena pakaian dalam bersentuhan langsung dengan area kulit yang lebih sensitif dalam waktu yang lama.

Aturan Celana Dalam untuk Jaga Kesehatan Organ Reproduksi Perempuan/Foto: Freepik/@freepik

Semua jenis pakaian dalam harus ditangani lebih lembut daripada pakaian lainnya, bukan hanya celana dalam renda. Alasannya, karena pakaian dalam bersentuhan langsung dengan area kulit yang lebih sensitif dalam waktu yang lama.

Kelly-Jones merekomendasikan penggunaan sabun lembut dan hipoalergenik untuk mencuci celana dalam. Sebab, apa pun yang mengandung sabun atau bahan kimia di dekat vulva dapat menyebabkan iritasi, gatal, dan reaksi alergi.

Tips mencuci pakaian dalam, setelah dicuci, keringkan dengan mesin pengering pada suhu rendah selama 30 menit. Tujuannya untuk membantu meminimalkan bakteri baru yang menempel selama proses pencucian.

Jika ada anggota keluarga yang sakit, jangan mencampur pakaian dalam dalam satu cucian. Cuci pakaian dalam secara terpisah dari pakaian jika telah terpapar cairan tubuh.

Selain itu, ada beberapa tanda kamu harus mengganti dan membeli celana dalam baru. Tanda-tandanya adalah jika elastisitas berkurang dan longgar, tercium bau tak sedap meski sudah dicuci, hingga muncul bercak atau kain sudah menipis dan rusak.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE