Uang Habis Tanpa Sadar? Kenali 5 Silent Spending dalam Kehidupan Sehari-hari

Shinta Khoiru Nikmah | Beautynesia
Senin, 18 May 2026 16:00 WIB
Uang Habis Tanpa Sadar? Kenali 5 Silent Spending dalam Kehidupan Sehari-hari
Silent spending yang terjadi sehari-hari/ Foto: Magnific.com/KamranAydinov

Pernah merasa uang tiba-tiba habis padahal tidak merasa membeli sesuatu yang besar? Jika iya, kemungkinan kamu sedang mengalami yang disebut sebagai silent spending.

Ini adalah kebiasaan pengeluaran kecil yang sering luput dari perhatian, tetapi jika dikumpulkan, jumlahnya bisa cukup besar dan berdampak pada kondisi  keuangan.

Silent spending biasanya terjadi karena transaksi terlihat sepele, cepat, dan sering kali dilakukan tanpa berpikir panjang. Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa membuat rencana keuangan berantakan.

Berikut adalah lima bentuk silent spending yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan perlu kamu waspadai. Apa saja ya?

1. Langganan Digital yang Terlupakan

Banyak orang tetap membayar layanan streaming, musik, atau aplikasi premium meski sudah jarang digunakan karena sistem pembayaran otomatis terus berjalan setiap bulan. Tanpa disadari, langganan digital yang terlupakan bisa menjadi silent spending yang perlahan menguras keuangan sehari-hari.
Layanan digital yang terlupakan/ Foto: Magnific.com/creativeart

Banyak orang berlangganan berbagai layanan digital seperti streaming film, musik, aplikasi premium, atau platform belajar. Awalnya mungkin terasa bermanfaat, tetapi sering kali layanan tersebut tidak lagi digunakan secara aktif.

Masalahnya, sistem pembayaran otomatis membuat biaya terus terpotong setiap bulan tanpa disadari. Satu langganan mungkin terlihat kecil, tetapi jika ada lima hingga enam layanan aktif, totalnya bisa cukup besar. Kebiasaan ini menjadi silent spending karena pengeluarannya tidak terasa langsung, tetapi terus berjalan di latar belakang.

Beauties, mulai biasakan untuk mengecek daftar langganan secara berkala dan berhenti berlangganan layanan yang sudah tidak digunakan.

2. Jajan Kecil yang Terlalu Sering

Sering jajan/ Foto: Magnific.com/freepik

Membeli kopi, camilan, atau makanan ringan setiap hari mungkin terasa seperti hal yang biasa. Harganya pun relatif murah, sehingga sering dianggap tidak signifikan.

Namun, jika dilakukan setiap hari, pengeluaran ini bisa menjadi cukup besar dalam sebulan. Misalnya, membeli kopi seharga Rp25 ribu setiap hari berarti menghabiskan sekitar Rp750 ribu per bulan. Jumlah ini tentu bukan angka yang kecil.

Silent spending jenis ini sering tidak disadari karena nominalnya kecil dan sudah menjadi kebiasaan. Padahal, jika dikurangi atau diatur, uang tersebut bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih penting.

3. Promo yang Menggoda Tapi Tidak Dibutuhkan

Promo yang menggoda/ Foto: Magnific.com/KamranAydinov

Diskon, cashback, dan promo sering kali membuat seseorang tergoda untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak diperlukan. Kalimat seperti hemat sekian persen sering kali menjadi alasan pembenaran untuk berbelanja.

Padahal, jika barang tersebut tidak benar-benar dibutuhkan, maka belanja tersebut tetap merupakan pengeluaran. Silent spending terjadi karena kita merasa sedang menghemat, padahal sebenarnya sedang menambah pengeluaran.

Kunci untuk menghindari hal ini adalah membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta tidak mudah tergoda oleh promosi.

4. Biaya Tambahan dari Layanan Online

Biaya tambahan/ Foto: Magnific.com/KamranAydinov

Saat menggunakan layanan online seperti transportasi, pesan makanan, atau belanja daring, sering kali ada biaya tambahan seperti ongkos kirim, biaya layanan, atau pajak.

Biaya-biaya ini mungkin terlihat kecil jika dilihat secara terpisah. Namun, jika frekuensi penggunaan tinggi, totalnya bisa cukup signifikan. Misalnya, tambahan biaya 5–10 ribu rupiah per transaksi bisa menjadi ratusan ribu rupiah dalam sebulan.

Silent spending ini sering terjadi karena fokus utama kita hanya pada harga produk atau layanan utama, sementara biaya tambahan dianggap sepele.

5. Pembayaran Cashless yang Terlalu Mudah

Cashless yang terlalu mudah/ Foto: Magnific.com/rawpixel.com

Kemudahan pembayaran digital seperti e-wallet, kartu debit, atau paylater membuat proses transaksi menjadi sangat cepat dan praktis. Namun, kemudahan ini juga bisa menjadi bumerang.

Tanpa adanya uang fisik yang berpindah tangan, seseorang cenderung tidak merasakan dampak langsung dari pengeluaran. Akibatnya, pengeluaran bisa menjadi lebih impulsif dan sulit dikontrol.

Silent spending dalam bentuk ini sangat umum terjadi, terutama di kalangan yang terbiasa menggunakan teknologi finansial. Solusinya adalah tetap mencatat pengeluaran dan menetapkan batas harian atau mingguan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE