Survei: Meski 'Chronically Online', Sebagian Gen Z Berharap Media Sosial Tidak Pernah Ada! Ada Apa?
Gen Z menjadi generasi pertama yang sejak kecil tumbuh dan terpapar penuh oleh teknologi, internet, serta media sosial. Meskipun begitu, menurut sebuah survei, sebagian Gen Z berharap media sosial tidak pernah ada. Ada apa?
Sebuah survei yang dilakukan oleh perusahaan riset pasar dan konsultasi global, Harris Poll, menemukan bahwa hampir separuh dari Generasi Z lebih memilih jika media sosial tidak ada. Survei ini melibatkan sebanyak 1.006 Gen Z berusia antara 18 hingga 27 tahun. Survei tersebut berkaitan dengan penggunaan dan opini responden tentang media sosial.
Dilansir dari Your Tango, Harris Poll menggambarkan Gen Z sebagai "generasi pertama yang tumbuh dengan media sosial yang terintegrasi dalam kehidupan mereka." Terlepas dari keterkaitan alami dengan media sosial, Gen Z tampaknya tidak puas dengan media sosial, Beauties.
Sebanyak 40 persen dari Gen Z yang disurvei mengatakan mereka berharap media sosial tidak ada. Lebih jauh lagi, hampir separuhnya mengatakan bahwa mereka berharap platform media sosial tertentu "tidak pernah diciptakan" dengan TikTok berada di angka 47 persen, Snapchat di angka 43 persen, dan X (dulu Twitter) di angka 50 persen.
Data dari Pew Research Center juga menunjukkan bahwa Gen Z adalah generasi yang paling banyak menggunakan masing-masing platform ini. Jadi, terlepas dari keinginan agar platform-platform ini tidak ada, Gen Z juga memanfaatkannya sepenuhnya.
Data memang mendukung fakta bahwa Gen Z sangat aktif di media sosial atau dikenal dengan sebutan 'chronically online'.
"Sekitar setengah dari pengguna media sosial dewasa Gen Z (47 persen) melaporkan bahwa mereka menggunakan media sosial selama dua hingga empat jam per hari," kata The Harris Poll.
Lebih lanjut, sebuah jajak pendapat dari Statista menunjukkan bahwa 38 persen dari Gen Z menggunakan media sosial selama lebih dari empat jam sehari, dibandingkan dengan hanya 18 persen dari orang dewasa lainnya.
Beauties, kita bisa melihat adanya kontradiksi dari survei dan jajak pendapat ini. Meski Gen Z berharap media sosial tidak pernah diciptakan, tapi kenyataannya justru menunjukkan mereka menggunakan media sosial cukup lama setiap harinya. Kira-kira, apa, sih, alasan Gen Z tidak menginginkan media sosial?
Alasan Gen Z Tidak Ingin Media Sosial Diciptakan
Alasan Gen Z Tidak Ingin Media Sosial Diciptakan/Foto: pexels.com/www.kaboompics.com
Menurut sruvei dari The Harris Poll, ketika ditanya kata-kata apa yang Gen Z kaitkan dengan media sosial, 82 persen memilih kata "kecanduan."
Pusat Kecanduan mendefinisikan kecanduan media sosial sebagai "penggunaan dan fokus obsesif pada situs web dan aplikasi media sosial, meskipun penggunaan tersebut menyebabkan konsekuensi negatif seperti masalah hubungan, kecemasan, dan rendah diri." Mereka juga menunjukkan bahwa kecanduan media sosial dapat mencerminkan kecanduan "gangguan penggunaan zat" lainnya.
Hal ini sesuai dengan temuan The Harris Poll, yaitu 32 persen dari Gen Z berharap mereka bisa mengurangi penggunaan media sosial. Sementara itu, sebanyakk 83 persen telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi penggunaan media sosial. Langkah yang diambil termasuk menghapus aplikasi hingga berhenti mengikuti akun tertentu.
Penggunaan media sosial sebenarnya cukup memberikan dilema. Di satu sisi, media sosial dianggap sebagai bentuk koneksi, tapi di sisi lain, juga bisa bertindak sebagai isolasi. Media sosial memberi pengguna perasaan terhubung dengan orang lain melalui melihat foto, video, dan unggahan mereka. Tapi media sosial juga mengisolasi karena bukan interaksi sosial yang nyata.
Terlepas dari survei tersebut, perdebatan soal media sosial tentu tidak ada habisnya. Tidak bisa dipungkiri media sosial memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Tapi harus diingat, sesuatu yang berlebihan sering kali berujung tidak baik.
Menggunakan media sosial secara bijaksana adalah kunci untuk mendapatkan manfaatnya. Lalu tidak ada salahnya juga jika seseorang memutuskan tidak menggunakan media sosial dengan alasan yang ia miliki.
Bagaimana menurutmu, Beauties?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!