Sejarah Kue Keranjang Khas Imlek, Makna dari Rasa hingga Proses Pembuatannya
Kue keranjang jadi makanan yang selalu ada di perayaan Tahun Baru Imlek. Kue keranjang atau kue bakul seringk ali jadi simbol keberuntungan dan harapan di tahun baru. Kue tradisional ini memiliki tekstur lengket dan rasa manis yang menjadi bagian penting dari budaya Tionghoa.
Kue keranjang atau nian gao dalam bahasa Mandarin, ternyata memiliki sejarah yang panjang dari tradisi Tionghoa. Kue keranjang diwariskan sebagai budaya turun-temurun dan menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Yuk, simak sejarah kue keranjang khas Imlek, Beauties!
Sejarah Kue Keranjang Khas Imlek
Sejarah Kue Keranjang Khas Imlek. Kue keranjang berkaitan erat dengan legenda yang beragam/Foto: pinterest.com/freepik
Sejarah kue keranjang yang menjadi hidangan khas Imlek memiliki versi yang berbeda, Beauties. Sejarah tersebut berasal dari legenda yang dipercaya hingga saat ini.
Legenda “Kitchen God” dan Persembahan Tradisional
Dalam legenda Tionghoa, kue keranjang menjadi persembahan untuk Dewa Tungku atau Dewa Dapur (Kitchen God). Menurut kepercayaan, dewa tersebut akan melaporkan perilaku setiap keluarga kepada Kaisar Langit di akhir tahun. Sebagai pencegahan laporan buruk, masyarakat kemudian memberikan kue keranjang yang lengket untuk “menutup mulut” sang dewa.
Pakar sejarah dan studi budaya UB, Drs M Dwi Cahyono, M.Hum menjelaskan dalam laman web Sastra Cina FIB Universitas Brawijaya bahwa selama 7 hari menjelang tahun baru Imlek kue keranjang mulai digunakan sebagai sesaji pada persembahyangan leluhur. Kue keranjang biasanya tidak dimakan sampai waktu Cap Go Meh atau malam ke-15 setelah tahun baru Imlek.
Legenda Wu Zixu dan Kisah Bertahan Hidup
Dalam legenda lain yang dilansir dari TatlerAsia, asal usul nian gao berkaitan dengan tokoh Wu Zixu sekitar 2.500 tahun yang lalu. Sebuah kerajaan terkepung dan kehabisan makanan, hingga masyarakat menemukan bahwa fondasi dinding kota terbuat dari bahan beras ketan yang bisa dimakan, akhirnya beras ketan tersebut bisa menyelamatkan mereka dari kelaparan. Untuk mengenang kisah tersebut, tradisi membuat nian gao setiap tahun selalu dilakukan.
Makna Kue Keranjang dalam Perayaan Imlek
Makna Kue Keranjang dalam Perayaan Imlek. Punya makna mendalam dari mulai bentuk, rasa, tekstur, hingga proses pembuatannyaFoto: pinterest.com/MIDI
Kue keranjang menjadi hidangan wajib saat Imlek karena dianggap membawa keberuntungan, kemajuan karier, peningkatan pendapatan, hingga pertumbuhan anak di dalam keluarga. Nama “nian gao” terdengar seperti “tahun yang lebih tinggi” menjadi simbol harapan kemajuan hidup dari tahun ke tahun.
Dwi Cahyono menjelaskan beberapa makna kue keranjang dalam perayaan Imlek:
- Bentuk bulat: Kue keranjang berbentuk bulat bermakna keluarga yang merayakan Imlek diharap bisa tetap rukun dan bersatu untuk menghadapi tahun mendatang. Bentuk bulat menjadi simbol keterikatan tanpa batas, seperti sebuah keluarga yang selalu bersama tanpa batas waktu.
- Pembagian kue keranjang: Kue keranjang biasa dibagikan kepada kerabat saat perayaan Imlek. Hal ini melambangkan rezeki dan kemakmuran yang diharapkan selalu dilimpahkan sepanjang tahun. Berkah kemakmuran bagi diri sendiri dan juga orang lain.
- Tekstur: Teksturnya yang lembut dan kenyal berarti sebuah kegigihan, keuletan, dan daya juang yang tinggi. Tekstur lengket bermakna persaudaraan yang erat dan menyatu. Kue keranjang yang bisa bertahan lama menjadi simbol relasi yang awet.
- Rasa: Rasa manis kue keranjang melambangkan suka cita atau kegembiraan di dalam hidup untuk menikmati keberkatan dan bersedia untuk memberikan yang terbaik di dalam hidup. Kebaikan tersebut tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga bersama orang lain. Kue keranjang sering disusun bertingkat yang menunjukkan makna peningkatan atau kemakmuran di dalam keluarga menjelang tahun baru.
- Proses pembuatan: Proses pembuatan kue keranjang memakan waktu yang lama yaitu 11-12 jam. Hal ini melambangkan rasa sabar dan pantang menyerah untuk meraih cita-cita dan tujuan hidup dengan hasil yang terbaik. Dalam proses pembuatannya juga membutuhkan konsentrasi dan pikiran yang jernih agar mendapatkan kue keranjang yang enak dan teksturnya sempurna. Jika dilanggar, kemungkinan kue tidak akan memiliki hasil sempurna. Makna tersebut berarti mengajarkan untuk selalu berprasangka baik dan hati yang suci.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!