Sejarah di Balik Hari Kartini, Berawal dari Surat-Menyurat

ADILA PUTRI ANISYA | Beautynesia
Selasa, 21 Apr 2026 08:00 WIB
Sejarah di Balik Hari Kartini, Berawal dari Surat-Menyurat
R.A. Kartini/Foto: Instagram.com/bloopendorse

Beauties, apa kabarmu hari ini? Bicara soal bulan April, pasti pikiran kita langsung tertuju pada satu sosok perempuan hebat yang fotonya sering kita lihat di buku sejarah: Raden Ajeng Kartini.

Tapi, tahu nggak sih, kalau  Hari Kartini  itu sebenarnya bukan cuma tentang lomba pakai kebaya atau konde di sekolah? Ada kisah perjuangan yang sangat intens, surat-surat yang penuh emosi, bahkan hobi memasak yang nggak disangka-sangka di balik sosoknya yang anggun.

Yuk, kita kenali lebih dalam siapa Kartini sebenarnya!

Sejarah di Balik Hari Kartini Tanggal 21 April

Kartini/Foto: Gramedia

Kalau kamu penasaran kenapa 21 April diperingati hari Kartini, ini dia jawabannya, beauties!

1. Siapa R.A. Kartini?

Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. Ia berasal dari keluarga bangsawan Jawa, yang membuatnya punya kesempatan mengenyam pendidikan di sekolah Belanda, yaitu ELS (Europeesche Lagere School). Dari sinilah Kartini mulai belajar bahasa Belanda dan mengenal dunia yang lebih luas.

Namun, saat usianya menginjak remaja, Kartini harus menjalani masa pingitan, tradisi yang mengharuskan perempuan tinggal di rumah. Meski begitu, ia tidak berhenti belajar.

Kartini tetap membaca buku, majalah, dan menulis surat kepada teman-temannya di Belanda. Dari aktivitas ini, pemikirannya berkembang pesat, terutama soal kesetaraan perempuan.

2. Perjuangan Kartini Lewat Tulisan

Selama masa pingitan yang membosankan itu, Kartini nggak menyerah. Karena dia jago bahasa Belanda, dia mulai rajin membaca buku, majalah, dan koran dari Eropa.

Dari sanalah pikirannya terbuka. Dia merasa ada yang salah dengan nasib perempuan pribumi yang nggak boleh sekolah dan cuma dianggap sebagai pelengkap di rumah tangga.

Kartini pun mulai curhat dan bertukar pikiran lewat surat dengan teman-temannya di Belanda, seperti Rosa Abendanon dan Stella Zeehandelaar. Surat-surat ini berisi pemikiran kritis tentang kesetaraan gender, pendidikan, bahkan kritik terhadap penjajahan.

Surat-surat inilah yang kelak dibukukan oleh Mr. J.H. Abendanon dengan judul Door Duisternis tot Licht atau yang kita kenal sebagai Habis Gelap Terbitlah Terang.

3. Kartini dan Pendidikan Perempuan

Kartini percaya bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk mencapai kesetaraan. Ia bahkan mendirikan sekolah untuk anak perempuan di Jepara sebagai langkah nyata dari perjuangannya.

Sekolah ini menjadi tempat bagi perempuan untuk belajar dan mendapatkan keterampilan. Dari sinilah mulai muncul perubahan kecil yang berdampak besar. Perempuan tidak lagi hanya dipandang sebagai “pengurus rumah”, tapi juga sebagai individu yang punya potensi.

Gagasan Kartini juga mendapat perhatian dari tokoh Belanda, seperti J.H. Abendanon, yang kemudian membantu menerbitkan surat-suratnya agar bisa dibaca lebih luas.

4. Penetapan Hari Kartini

Hari Kartini resmi diperingati setiap tanggal 21 April berdasarkan keputusan Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden No. 108 Tahun 1964.

Penetapan ini bukan tanpa alasan. Kartini dianggap sebagai tokoh penting yang membuka jalan bagi kesadaran perempuan Indonesia tentang hak dan kesetaraan. Sejak saat itu, Hari Kartini diperingati setiap tahun sebagai bentuk penghormatan atas jasanya.

Biasanya, perayaan Hari Kartini diisi dengan berbagai kegiatan seperti lomba, seminar, hingga kampanye tentang peran perempuan di masyarakat.

Meskipun sudah lebih dari 100 tahun berlalu, perjuangan Kartini masih terasa relevan. Sampai sekarang, isu kesetaraan gender masih menjadi tantangan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga hak sosial.

Namun, kabar baiknya, semakin banyak perempuan Indonesia yang berhasil menembus berbagai bidang. Nama-nama seperti Susi Pudjiastuti, Tri Rismaharini, dan Najwa Shihab menunjukkan bahwa perempuan punya peran besar dalam membangun bangsa.

Semangat Kartini juga bisa kamu lihat dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari perempuan yang terus belajar, berkarier, hingga berani mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri.

Beauties, sekarang kamu sudah tahu bahwa Hari Kartini bukan cuma perayaan, tapi simbol perjuangan panjang menuju kesetaraan. Tinggal bagaimana kamu melanjutkan semangat itu dalam kehidupan sehari-hari, dengan terus belajar, berkembang, dan berani jadi versi terbaik dari diri kamu.

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE