Sederet Fakta Kebakaran Bromo yang Perlu Kamu Tahu, Penyebab hingga Kawasan yang Ditutup

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Senin, 10 Aug 2026 12:30 WIB
Sederet Fakta Kebakaran Bromo yang Perlu Kamu Tahu, Penyebab hingga Kawasan yang Ditutup
Sederet Fakta Kebakaran Bromo yang Perlu Kamu Tahu, Penyebab hingga Kawasan yang Ditutup/ Foto: Detikcom/M Rofiq

Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali dilanda kebakaran, Beauties. kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut berawal dari tanggal 3 Agustus 2026 dan hingga saat ini masih belum berhasil dipadamkan.

Kabar terbarunya, kebakaran Bromo semakin meluas bahkan mencapai 520 hektare. Dampaknya, sejumlah kawasan wisata terpaksa ditutup total. Ini sederet faktanya yang perlu kamu ketahui, Beauties.

Penyebab Kebakaran

Kebakaran Bromo makin meluas

Penyebab kebakaran Bromo yang diduga ulah manusia/ Foto: Detikcom/M Rofiq

Melansir dari Detiktravel, titik pertama api karhutla Bromo ditemukan pada Senin (3/8/2026) di kawasan Blok Bantengan, perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang. Lokasinya berada di area perbukitan sehingga sulit dijangkau. Pemadaman dari darat mengalami banyak kendala sehingga masih banyak titik api yang belum berhasil dipadamkan.

Diketahui area perbukitan yang menjadi titik awal kebakaran bukanlah kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Beauties. Dikutip dari Detiknews, Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama menyampaikan titik awal kebakaran merupakan jalur tikus masyarakat dari wilayah Jemplang menuju Desa Argosari, Kabupaten Lumajang. "Sumbernya di atas (Blok Bantengan), bukan lokasi wisata, bukan jalur umum juga. Itu jalur terabasan (jalur tikus) warga," ungkapnya.

Penyebab kebakaran itu sendiri diduga hasil ulah manusia. Sebab, sangat minim sumber api diakibatkan faktor cuaca ataupun alam. "Kalau pastinya dari manusia. Bukan dari alam. Kalau cuaca itu kan, membuat api membesar, merambat. Tetapi kalau sumber (api) bukan karena cuaca," imbuhnya.

Sulit Dipadamkan hingga Meluas

Kebakaran Bromo makin meluas

Kebakaran sulit dipadamkan hingga meluas/ Foto: Detikcom/M Rofiq

Lokasi titik kebakaran menyulitkan pemadaman melalui jalur darat. Luas area yang terdampak pun meningkat cepat hingga mencapai 520 hektare dalam beberapa hari. Hal ini juga dipicu oleh faktor alam di tengah musim kemarau, seperti vegetasi kering dan angin kencang, sehingga petugas pemadan kesulitan mengendalikan penyebarannya.

Sementara itu, medan yang harus ditempuh pada jalur darat berupa lereng curam dan tebing. Pemerintah akhirnya mengerahkan helikopter untuk untuk melakukan water bombing ke area-area yang sulit dijangkau. BNPB bersama BMKG juga menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu proses pemadaman apabila kondisi cuaca memungkinkan.

Sejumlah titik yang masih mengalami kebakaran di antaranya berada di kawasan Tebing P-30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, serta sekitar Gunung Dingklik, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Kawasan Bromo yang Ditutup

Karhutla TNBTS juga berdampak pada wisata, Beauties. Seluruh akses wisata Gunung Bromo yang terdampak kebakaran ditutup mulai hari Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan demi keamanan dan keselamatan warga. Namun, destinasi wisata di Kabupaten Probollinggo masih beroperasi.

Berikut ini lima pintu masuk yang ditutup:

  • Cemorolawang (Probolinggo)
  • Wonokitri (Pasuruan)
  • Jemplang (Malang)
  • Coban Trisula (Malang)
  • Senduro (Lumajang)

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.