Resolusi Tahun Baru Jarang Berhasil, Ini Cara yang Lebih Cerdas untuk Capai Tujuan Menurut Ahli Saraf
"Tahun baru semangat baru."
"New year, new me!"
"Wajib bikin resolusi tahun baru."
Familiar dengan kalimat-kalimat di atas, Beauties? Memasuki tahun baru, banyak dari kita yang otomatis merasa begitu ambisius dan bersemangat untuk menggapai mimpi-mimpi yang mungkin belum terwujud di tahun sebelumnya. Tak hanya itu, mungkin kita juga bertekad kuat untuk membuang kebiasaan buruk dan memulai kebiasaan baru yang lebih sehat.
Mengurangi screen time, tidur 7-8 jam dan tidak begadang, lari 4 km setiap pagi sebelum bekerja, hanya makan makanan sehat: tahun baru, kebiasaan baru! Semua tujuan itu kita tuangkan di catatan di ponsel, journal, hingga visual board.
Di balik semangat berapi-api tersebut, sebenarnya pendekatan tersebut, sayangnya, cenderung jarang berhasil, Beauties. Menurut ahli saraf Anne-Laure Le Cunff, PhD, tujuan-tujuan tersebut populer karena memberikan kita "ilusi kepastian".
"Tujuan ini membuat kita merasa seperti memegang kendali, karena kita berpikir bahwa jika kita memiliki visi dan rencana yang jelas, dan kita menjalankan rencana tersebut, maka kita akan berhasil," kata Le Cunff kepada CNBC Make It.
Namun, kenyataannya, apa yang telah kita rencanakan sedemikian rupa jarang berjalan sesuai keinginan. Inilah salah satu penyebab mengapa banyak orang akhirnya mengulang resolusi yang sama tiap tahunnya tanpa membuat kemajuan.
Eits, bukan berarti kamu lantas menyerah dan tidak ingin mencapai tujuanmu, ya. Le Cunff membagikan pendekatan yang lebih ampuh untuk menggapai apa yang telah kamu buat di visual boardmu: coba terapkan "pola pikir eksperimental". Apa itu?
Eksperimen Kecil untuk Sukses Bangun Kebiasaan Baru
Bukan Resolusi Tahun Baru, Ini Cara yang Lebih Cerdas untuk Capai Tujuan Menurut Ahli Saraf/Foto: Freepik
Le Cunff nenyarankan untuk menerapkan "pola pikir eksperimental" jika kita ingin membangun kebiasaan baru di tahun yang baru. Alih-alih menetapkan tujuan yang besar dan sulit tercapai, kita bisa mencoba untuk melakukan "eksperimen kecil" dengan kebiasaan yang ingin kita coba.
Rumusnya sederhana, Beauties: "Saya akan [melakukan tindakan X] selama [durasi Y]." Contohnya: "Saya akan menulis 250 kata setiap hari selama dua minggu" atau "Saya akan berjalan kaki saat istirahat makan siang setiap hari selama satu bulan." Buat kamu yang lagi ingin mengurangi screen time dan mendapatkan tidur yang berkualitas, kamu juga bisa mencoba rumus berikut, "Saya tidak akan membawa ponsel saya ke kamar selama satu minggu."
Menurut Le Cunff, eksperimen kecil yang baik harus memenuhi empat kriteria, yaitu “bermakna, dapat ditindaklanjuti, berkelanjutan, dan dapat dilacak.”
Nah, agar bisa bermakna, eksperimen kita harus melibatkan sesuatu yang sangat kita sukai. Sementara itu, eksperimen yang dapat ditindaklanjuti adalah eksperimen yang dapat kita lakukan sekarang juga dengan sumber daya yang kita miliki saat ini.
Penting untuk menjalankan eksperimen secara berkelanjutan untuk mengumpulkan data yang cukup. Melacak konsistensi akan membantu kita menentukan seberapa baik eksperimen tersebut berhasil bagi kita.
"Kuncinya adalah menahan penilaian sampai Anda selesai melakukan eksperimen Anda,” kata Le Cunff.
Tentu, mencoba sesuatu yang baru bisa terasa tidak nyaman. Tentu ada godaan untuk tetap bertahan dengan kebiasaan lama yang membuat kita nyaman. Tapi, ini adalah bagian dari proses jika kamu ingin mewujudkan apa yang ingin diraih, Beauties.
Setelah eksperimen selesai, kita dapat memutuskan apakah ingin memasukkan tindakan tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari atau tidak.
“Anda sebenarnya dapat menggunakan eksperimen sebagai pintu gerbang untuk menemukan kebiasaan baru yang cocok untuk Anda,” kata Le Cunff.
Mengapa Cara Ini Jauh Lebih Ampuh?
Bukan Resolusi Tahun Baru, Ini Cara yang Lebih Cerdas untuk Capai Tujuan Menurut Ahli Saraf/Foto: Freepik/benzoix
Kita cenderung ingin mencapai tujuan yang besar, mengesankan, dan ambisius. Tapi pendekatan ini sebenarnya memiliki beberapa "jebakan". Pertama, tujuan jangka panjang seperti "saya akan berolahraga setiap hari tahun ini" sering kali pada akhirnya akan terasa terlalu berat di awal.
Sementara itu, jika kita menggunakan pendekatan "pola pikir eksperimental", ini akan terdengar lebih realistis dan tidak memuat beban yang begitu berat. Eksperimen kecil membantu menggeser pola pikir kita, dari yang tadinya berorientasi pada hasil menuju pola pikir yang penuh rasa ingin tahu dan eksploratif.
"Dengan perspektif ini, kesuksesan bukanlah mencapai tonggak tertentu yang telah Anda tetapkan sebelumnya. Kesuksesan adalah mempelajari sesuatu yang baru,” tutup Le Cunff.
Bagaimana, Beauties? Sudah siap menulis rumus di journalmu untuk memulai kebiasaan baru?
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!