Psikolog Ungkap Bagaimana Materialisme Bisa Merusak Hidup, Bikin Gagal Bahagia
Media sosial sering kali memaparkan hal-hal terbaru, termasuk barang-barang yang sedang trending di kalangan masyarakat. Bukan cuma perihal pakaian saja, tapi juga barang yang bisa dikoleksi, perabotan, barang elektronik, hingga mainan. Tanpa disadari, paparan ini bisa saja mendorong seseorang lebih konsumtif dan materialistis.
Pada kenyataannya, memiliki materi tidak menjadi tolak ukur kebahagiaan. Bahkan sebaliknya, psikolog Tim Kasser mengatakan pada American Psychological Association dalam wawancaranya tahun 2014 bahwa materialisme justru mengundang ketidakbahagiaan. Sebagaimana dilansir dari laman Vox, ini bagaimana materialisme dapat memengaruhi kehidupan seseorang secara negatif.
1. Tingkat Kesejahteraan Hidup Lebih Rendah
Materialisme akan mengurangi kesejahteraan hidup. Perilaku ini akan memengaruhi hubungan interpersonal hingga kesulitan finansial./ Foto: Pexels.com/Anna Tarazevich
Terlalu menganggungkan materi atau materialisme berhubungan dengan rendahnya kesejahteraan hidup. Lebih rinci lagi, perilaku ini juga menurunkan hubungan interpersonal, berkaitan dengan perilaku yang merusak lingkungan, hasil akademik lebih buruk, hingga lebih banyak masalah keuangan termasuk utang.
2. Mengurangi Kecerdasan Emosional
Materialisme dapat memengaruhi kecerdasan emosional seseorang. Orang yang materialistis lebih kompetitif, kurang empati, dan egois./ Foto: Pexels.com/cottonbro studio
Berdasarkan penelitian yang dijelaskan Kasser, materialisme juga berkaitan dengan kecerdasan emosional. Pasalnya, individu yang materialistis memperlakukan orang lain dengan cara yang lebih kompetitif, manipulatif, egois, dan kurang empati.
3. Pengaruh ke Kesehatan Fisik
Materialisme bisa memengaruhi kesehatan fisik. Emosi negatif yang dirasakan akan menimbulkan masalah fisik./ Foto: Pexels.com/cottonbro studio
Sikap yang mengutamakan harta juga pada akhirnya berujung pada masalah kesehatan fisik, Beauties. Kasser melanjutkan bahwa penelitian turut menunjukkan semakin tinggi nilai materialistis seseorang, maka semakin banyak emosi negatif yang dialami, seperti depresi dan kecemasan. Emosi negatif ini memengaruhi kesehatan fisik. Beberapa laporan penyakit yang dialami seperti sakit perut dan sakit kepala.
Penelitian tersebut kembali mengingatkan kita akan pentingnya rasa cukup dan mensyukuri apa yang sudah kita miliki, Beauties. Bersikap materialistis akan mengurangi emosi positif yang dialami serta mengurangi rasa puas dengan kehidupan karena akan ada selalu hal baru yang belum kita miliki. Yuk, hitung apa saja hal yang kita syukuri setiap hari agar kita merasa puas dengan hidup kita sendiri!
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!