Profil Sara Berkai, Pengusaha Sosial yang Membuat Mainan DIY Edukatif untuk Anak Pengungsi

Sri Purwantiningrum | Beautynesia
Jumat, 31 Jul 2026 07:00 WIB
Profil Sara Berkai, Pengusaha Sosial yang Membuat Mainan DIY Edukatif untuk Anak Pengungsi
Sara Berkai, pengusaha sosial di balik mainan DIY edukatif untuk anak pengungsi/ Foto: mgmt.ucl.ac.id

Belajar di tengah kegelapan tanpa listrik dan akses sekolah yang layak adalah realitas yang harus dihadapi ribuan anak pengungsi. Kondisi ini mendorong Sara Berkai, sosok perempuan muda lulusan magister Universitas Oxford, untuk membantu dengan menghadirkan mainan DIY edukatif. Inovasi sosialnya tersebut bahkan membawanya meraih penghargaan Forbes 30 Under 30 Europe 2024 kategori Social Impact.

Dirangkum dari laman Forbes, EnSpire Oxford, serta profil resmi Sara Berkai, berikut kisah inspiratifnya dalam memadukan empati, bisnis, dan teknologi demi membawa dampak nyata. Yuk, simak perjalanannya!

Dari Panggung Teknologi Korporat ke Kamp Pengungsi

Komponen perangkat keras DIY Flashlight yang dirancang oleh Sara Berkai/ Foto: dezeen.com

Perjalanan Sara tidak dimulai langsung dari dunia bisnis sosial. Dulu, ia sempat berkarier di perusahaan teknologi ternama seperti Amazon dan Cisco. Namun, kepuasan terbesar dalam hidupnya justru hadir saat ia menjadi relawan dan mengajar coding untuk anak-anak.

Titik baliknya terjadi pada tahun 2019 ketika Sara mengajar di kamp pengungsi Ethiopia dan Eritrea. Saat itu, anak-anak di sana mengajukan pertanyaan sederhana namun mendalam: apakah Sara bisa membantu mereka membuat sesuatu yang berguna seperti senter agar mereka memiliki penerangan?

Meski berlatar belakang rekayasa perangkat lunak, Sara tidak ragu mempelajari perangkat keras dari nol. Ia memanfaatkan fasilitas printer 3D di perpustakaan Universitas Oxford untuk merancang prototipe pertama sebuah kit mainan edukasi.

Belajar Lewat Merakit dan Model Bisnis Berkelanjutan

Anak-anak menunjukkan senter rakitan buatan mereka dari program donasi 1-for-1 Ambessa Play/ Foto: ambessaplay.com

Dari keberanian itu, lahirlah Ambessa Play pada tahun 2020. Nama Ambessa sendiri berasal dari bahasa Eritrea dan Ethiopia yang berarti singa, sebuah sebutan yang biasa digunakan untuk memuji anak-anak yang hebat atau brilian.

Sesuai maknanya, startup ini hadir untuk membangkitkan potensi anak-anak melalui produk utama mereka yakni kit senter rakitan (DIY Flashlight). Melalui mainan ini, anak-anak diajak belajar sains sambil merakit senter yang benar-benar berguna untuk kehidupan sehari-hari mereka.

Sara memilih bentuk perusahaan sosial berorientasi laba agar dampaknya bisa bertahan lama dan mandiri secara finansial. Ia juga mengusung model 1-for-1 yakni untuk setiap satu kit yang dibeli oleh konsumen, maka satu kit akan didonasikan kepada anak pengungsi. 

Kini, produknya telah menjangkau ribuan anak di seluruh dunia. Pada 2024 saja, dengan pendapatan lebih dari 1 juta USD, Sara telah mendonasikan lebih dari 5000 kit mainan. Sara juga memperluas ekosistem ini dengan menghadirkan platform digital TAVI sebagai wadah anak-anak memamerkan karya eksperimen mereka, serta program dana hibah First Venture untuk mendorong siswa di London merintis usaha sosial.

Kegigihan Menghadapi Bias Modal bagi Female Founder

Sara Berkai membangun usahanya di dunia startup dengan kegigihan/ Foto: saraberkai.com

Langkah Sara membangun usahanya tentu tidak selalu mulus. Ia harus berhadapan dengan ketimpangan gender di dunia startup, yakni perolehan modal investasi untuk pendiri perempuan masih di bawah 2 persen. Tak hanya itu, proses pengajuan hibah yang ia jalani di awal kariernya pun sangat ketat dengan tingkat kelulusan hanya sekitar 3 persen.

Namun, berbagai penolakan yang ia terima tidak menyurutkan langkahnya. Kunci keberhasilannya terletak pada ketahanan diri dan fokus pada tujuan bisnis sosial miliknya yang memiliki nilai komersial yang kuat. Pengalamannya mengajarkan bahwa kesuksesan wirausaha perempuan tidak diukur dari ketiadaan hambatan, melainkan dari keberanian untuk terus bangkit dan membangun jejaring yang saling mendukung.

Semangat itulah yang terus mendasari langkahnya. Lewat Ambessa Play, Sara berharap tidak hanya memberikan cahaya penerangan bagi anak-anak di kamp pengungsi, tetapi juga menyalakan harapan dan rasa percaya diri pada generasi muda untuk terus berkarya.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE