Profil Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang Ditangkap AS
Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap oleh Amerika Serikat pada hari Sabtu (3/1/2025). Penangkapan bertepatan dengan serangan militer mendadak ke sejumlah titik di Venezuela, yaitu ibu kota Caracas, serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.
Penangkapan tersebut juga menjadi puncak tekanan AS-Venezula yang sudah terjadi berbulan-bulan dalam upaya menggulingkan Maduro. Mengutip dari Britannica, Maduro menghadapi tuduhan terorisme narkoba, perdagangan kokain, dan kepemilikan senapan mesin serta alat-alat perusak terhadap AS. Di sisi lain, pemerintah Venezuela menuding Trump melancarkan serangan untuk mengambil alih sumber daya alam Venezuela yang dikenal akan kekayaan minyak dan mineralnya.
Biodata Nicolás Maduro
Nicolás Maduro dan Cilia Flores. Keduanya ditangkap saat serangan AS pada Sabtu (3/1/2026)./ Foto: instagram.com/nicolasmaduro
Nicolás Maduro lahir pada tanggal 23 November 1962 di Caracas, Venezuela. Ayahnya terlibat dalam politik sayap kiri dan gerakan buruh. Maduro sendiri sudah tertarik dengan politik sayap kiri sejak dini. Oleh karena itu, ia memilih untuk mengikuti pelatihan sebagai organisator di Kuba dibandingkan menempuh pendidikan tinggi di universitas. Pada tahun 2013, ia menikah dengan Cilia Adela Flores de Maduro, seorang pengacara yang menjadi anggota parlemen di Majelis Nasional selama sepuluh tahun terakhir. Nicolás Maduro menjabat sebagai Presiden Venezuela ke-53 sejak tahun 2013 hingga sekarang dan dianggap menerapkan gaya kepemimpinan otoriter.
Karier
Nicolás Maduro merupakan mantan sopir bus yang memasuki politik sayap kiri. Ia sempat menjadi wakil presiden Venezuela sebelum menggantikan Presiden Hugo Cháves yang meninggal tahun 2013./ Foto: instagram.com/nicolasmaduro
Saat Nicolás Maduro bekerja sebagai sopir bus di Caracas, ia menjadi perwakilan di serikat pekerja transportasi dan naik pangkat hingga akhirnya berhasil memimpin serikat pekerja. Karier politiknya terus menanjak, ia mencatat jabatan sebagai wakil untuk pemimpin populis Venezuela Hugo Cháves, mantan presiden Venezuela yang wafat pada Maret 2013 akibat kanker. Maduro adalah sosok yang menggantikannya.
Berbeda dengan Cháves, Maduro disebut tidak pernah memiliki basis dukungan rakyat ataupun karisma. Kemenangannya pada pemilihan umum 2013 dan 2018 ditentang oleh oposisi. Selama masa jabatannya sebagai presiden, Venezuela mengalami berbagai gejolak dan krisis ekonomi. Bukan cuma karena meningkatnya sanksi AS, tapi juga pengelolaan industri minyak negara yang tidak baik.
Kontroversi
Nicolás Maduro merupakan sosok kontroversial. Selama kepemimpinannya, Venezuela hadapi krisis ekonomi.Foto: instagram.com/nicolasmaduro
Nicolas Maduro termasuk figur publik yang cukup kontroversial. Terlebih pada periode kedua kepemimpinannya yang diawali dengan polemik Pemilu tahun 2018 di mana diduga terjadi kecurangan. Melansir dari BBC, sejak berkuasa, Maduro dituduh merusak demokrasi dan melanggar hak asasi manusia di Venezuela, yang sedang dilanda krisis ekonomi parah dan mengalami inflasi yang meroket. Dampaknya, banyak masyarakat Venezuela melakukan migrasi ––mencetak rekor migrasi massal terbesar dalam sejarah Amerika Latin.
Selain itu, Maduro dituding oleh Trump sebagai seorang kriminal narkoterorisme yang memimpin organisasi teroris Cartel de los Soles dan ingin menuntutnya melalui sistem hukum AS. Mengutip dari CNN Indonesia, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan, "Tuduhan ini, klaim ini, bahwa rezim Maduro adalah organisasi teroris narkoba bukanlah berdasarkan pembicaraan atau spekulasi politik. Ini berdasarkan bukti yang diberikan kepada dewan juri di Distrik Selatan New York yang telah mengeluarkan dakwaan.”
Sebagai informasi, pada tahun 2020 pada masa jabatan Trump sebagai presiden, Maduro pernah didakwa di Distrik Selatan New York atas tuduhan 'narkoterorisme'. Maduro dituduh terlibat konspirasi untuk mengimpor kokain ke AS dan tuduhan terkait lainnya. Hadiah sebesar 15 juta USD ditawarkan untuk penangkapan pemimpin Venezuela tersebut. Lalu pada Agustus 2025, yakni periode kedua jabatan Trump, nilainya dinaikkan menjadi 50 juta USD.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!