PIM 5 Resmi Dibuka, Tapi Mengapa Tidak Ada PIM 4? Ini Kata Pengembangnya...

Rini Apriliani | Beautynesia
Rabu, 25 Feb 2026 12:00 WIB
PIM 5 Resmi Dibuka, Tapi Mengapa Tidak Ada PIM 4? Ini Kata Pengembangnya...
Potret konsep PIM 5/Foto: Dok. PT Metropolitan Kentjana (Pondok Indah Group)

Pondok Indah Mall (PIM) merupakan salah satu mal populer dan legendaris di Jakarta. Mal ini pertama kali beroperasi pada tahun 1991, dengan membuka PIM 1.

Perkembangannya cukup masif, PIM terus menghadirkan banyak pembaruan untuk para pengunjungnya. Tak heran, hingga saat ini selalu ramai pengunjung.

Setelah meluas dengan kehadiran PIM 2 dan PIM 3, awal tahun 2026 ini kembali menghadirkan PIM 5.

PIM 5 Berbeda Konsep dengan PIM 1, 2, dan 3

Pondok Indah Mall

Pondok Indah Mall/Foto: Pondokindah.id

Kehadiran Pondok Indah Mall 5 ini bisa dikatakan membawa angin segar untuk para pengunjungnya. Sebab, konsepnya berbeda dengan pendahulunya, yakni PIM 1, 2, dan 3.

Melansir detikProperti, PIM 5 ini memiliki konsep sebagai tempat hangout.

“Konsepnya totally beda (dari PIM 1-3), ini adalah tempat hangout jadi ada resto-resto, lalu ada supermarketnya juga, lalu ada taman terbuka di tengah, lalu ada dog park-nya seperti itu,” ujar Wakil Presiden Direktur PT Metropolitan Kentjana Tbk Jeffri Sandra Tanurdjaja.

PIM 5 ini berlokasi dekat PIM 1 yang mengarah ke Radio Dalam atau Ranch Market yang berada di dekat Masjid Pondok Indah.

Dalam potret yang beredar di media sosial, PIM 5 yang terbaru ini bisa menjadi pilihan pas untuk Beauties yang ingin kulineran dan bersantai di taman, karena tersedia beragam macam tenant restoran. Lalu, untuk taman saat ini masih dalam pembangunan.

Alasan Tidak Adanya PIM 4

PIM 5

Potret konsep PIM 5/Foto: Dok. PT Metropolitan Kentjana (Pondok Indah Group)

Di balik ramainya soal kehadiran PIM 5, banyak yang bertanya ketidakhadiran PIM 4. Setelah PIM 3 yang mulai beroperasi pada 2021, langsung dengan kehadiran PIM 5.

Mengapa demikian ya, Beauties?

Nah, pihak pengembang mengatakan kepada detikcom, bahwa memang menghindari angka 4.

“Oh nggak apa-apa, kita menghindari angka 4 saja,” ujarnya sembari tertawa.

“Jadi kita dari (PIM) 1, 2, 3, 5,” lanjutnya.

Misteri Angka 4 dalam Budaya China

Dalam budaya China, beberapa angka bisa membawa keberuntungan, tetapi ada juga yang disebut bisa membawa sial. Nah, angka 4 menjadi salah satu yang sering dianggap membawa sial di China.

Ilustrasi nomor 4/Foto: Freepik.com

Dalam budaya China, beberapa angka bisa membawa keberuntungan, tetapi ada juga yang disebut bisa membawa sial. Nah, angka 4 menjadi salah satu yang sering dianggap membawa sial di China.

Melansir The Chairman’s Bao, dalam bahasa Mandarin, pelafalan angka 4 (si) sangat mirip dengan kata kematian, (sǐ). Kemiripan pengucapan ini menyebabkan angka 4 dikaitkan dengan kematian dan kemalangan, yang menjadikannya angka sial dalam budaya China. 

Selain dalam budaya China, angka 4 juga dianggap pembawa sial di negara-negara lain di Asia yang memiliki sejarah penggunaan aksara Han. Angka 4 sering dianggap sial di Jepang karena diucapkan ‘shi’ yang merupakan kata untuk kematian. 

Pada pembangunan gedung tinggi, angka 4 selalu menghilang dan diganti menjadi lantai 3A. Selain itu, angka 13 pun dipercaya juga membawa sial karena angka 3 dan 1 jika dijumlahkan menjadi angka 4.

Dikutip dari CNN Indonesia, ketakutan terhadap angka 4 dikenal sebagai tetrafobia dan dianggap lebih serius dalam budaya Asia daripada kecenderungan orang Barat untuk menganggap angka 13 sebagai sial.

Nah Beauties, itulah tentang PIM 5 hingga misteri tentang angka 4. Bagaimana menurutmu?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.