Meski Terlihat Menyebalkan, 3 Perilaku Anak Ini Menandakan Parenting Baik Menurut Ahli

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Jumat, 19 Jun 2026 22:00 WIB
Meski Terlihat Menyebalkan, 3 Perilaku Anak Ini Menandakan Parenting Baik Menurut Ahli
Perilaku anak yang menunjukkan pola asuh baik/Foto: Magnific.com/Lifestylememory

Pernah melihat anak berperilaku yang sepintas menyebalkan? Sampai sebagian orang mencoba menegurnya. Misalnya, “Kamu ngapain mainan sambil ngomong sendiri? Bisa nggak jangan banyak nanya ini itu? atau kamu apa-apa selalu ngrengek!”

Tahukah Beauties kalau ternyata beberapa perilaku anak yang sering membuat orang tua pusing justru menunjukkan sisi positif dalam diri anak. Pada gilirannya menunjukkan bahwa orang tua telah menerapkan pola asuh yang baik pada anak mereka.

Perilaku anak seperti apa yang dimaksud? Berikut ini tiga perilaku anak yang menunjukkan pola asuh baik.

1. Anak Berbicara Sendiri saat Bermain

Anak yang asik bermain/Foto: Magnific.com/Pvproductions

Anak yang berbicara sendiri saat bermain menandakan bahwa mereka merasa cukup nyaman untuk menurunkan kewaspadaan dan tenggelam dalam imajinasinya sendiri. Mereka biasanya menciptakan teman khayalan hingga alur cerita yang rumit tanpa penonton tertentu.

Menurut American Academy of Pediatrics, memiliki teman khayalan bukan berarti anak tersebut kesepian atau tidak memiliki teman yang nyata. Anak-anak sering menggunakan teman khayalan sebagai tempat yang aman untuk mencoba keterampilan sosial, dinamika kelompok, dan strategi komunikasi mereka.

Dampaknya, membantu anak melihat dunia dari perspektif lain dan menumbuhkan empati. Lewat teman khayalan, mereka harus memahami perspektif orang lain dalam skenario yang diperankan.

Selain itu, mereka tidak khawatir tentang apa yang orang lain pikirkan tentangnya dan tidak mudah minder. Mereka benar-benar merasa tenang secara batin, yang artinya orang tua telah berhasil menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman secara eksternal.

Punya teman khayalan tidakkah berbahaya? Secara umum, teman khayalan adalah bagian normal dari perkembangan sosial. Anak-anak biasanya dapat membuat teman khayalannya pergi ketika mereka selesai bermain.

2. Anak-Anak Sering Mengajukan Pertanyaan Tanpa Henti pada Orang Tua atau Orang Dekatnya

Anak yang sedang mengobrol dengan orang tuanya/Foto: Magnific.com/Freepik

Seorang psikolog anak, Will Leever, PsyD., mengungkapkan, “perilaku anak semacam ini menandakan bahwa anak merasa aman dan dicintai. Mereka percaya pertanyaan yang diajukan aman dan diterima,” mengutip Parents.

Di samping itu, anak menunjukkan bahwa rasa ingin tahunya cukup tinggi dan orang tua tidak selalu harus menjawab setiap pertanyaannya secara mendalam. Pernyataan seperti ‘kamu benar-benar ingin tahu’ terkadang sudah cukup untuk memberi perhatian yang mereka cari.

Children’s Wellness Center mencatat beberapa alasan anak-anak kerap bertanya ‘mengapa…’”

  • Anak mulai memperhatikan dunia di sekitarnya dan mengembangkan rasa ingin tahu alaminya, alasan di balik berbagai hal, serta sebab akibat di dunia.
  • Membantu anak memahami dunia dan cara kerja berbagai hal. Selain itu, mengembangkan keterampilan berpikir kritis sambil membangun kosakata dan memperkuat keterampilan komunikasi.
  • Mengajukan pertanyaan dan mencoba terlibat dalam percakapan adalah cara sederhana bagi anak untuk terhubung dan memperkuat hubungan dengan orang tua atau orang di sekitarnya.

3. Anak Merengek

Interaksi anak dengan orang tuanya/Foto: Magnific.com/Rawpixel.com

Terasa menyebalkan jika harus menghadapi anak yang terus-menerus merengek. Bahkan, sebagian orang tua menganggap dirinya gagal mendidik anaknya untuk bersikap tenang. Padahal, itu tidak sepenuhnya tepat.

Spesialis perilaku, Alisha Simpson-Watt menjelaskan bahwa rengekan adalah salah satu tanda anak merasa aman secara emosional untuk mengekspresikan diri. “Anak yang merasa aman menggunakan rengekan sebagai sinyal untuk mencari koneksi dan memberi tahu orang di sekitarnya bahwa harinya terasa terlalu berat,” ujarnya.

Anak yang kerap merengek tidak bermaksud membuat orang tuanya kewalahan. Mereka sebenarnya sedang menjangkau orang yang mereka tahu akan selalu ada untuknya.

Itulah tiga perilaku anak yang awalnya terlihat menyebalkan, tetapi sebenarnya menyimpan banyak rahasia di dalamnya. Eits tapi.. ada garis tipis antara perilaku tipikal yang mencari hubungan dan perilaku yang menandakan masalah.

Alisha Simpson-Watt merekomendasikan untuk berkonsultasi dengan ahli di bidangnya. Tujuannya untuk mendapatkan dukungan tambahan jika perilaku anak menjadi semakin parah dari waktu ke waktu alih-alih membaik, atau melibatkan masalah keselamatan seperti melukai diri sendiri.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE