Merasa Hampa Setelah Menamatkan Stranger Things? Ini Penjelasan Menurut Psikologi

Vira Nabilla | Beautynesia
Selasa, 06 Jan 2026 21:00 WIB
Merasa Hampa Setelah Menamatkan Stranger Things? Ini Penjelasan Menurut Psikologi
Adegan dalam Stranger Things 5/ Foto: Instagram.com/netflix

Beauties, seperti yang kita ketahui series Netflix  Stranger Things  sudah resmi tamat dengan total 5 season pada Rabu, (1/1/2026). Menariknya, di media sosial banyak orang merasa kosong, sedih, dan hampa setelah menamatkan series tersebut. Tentunya, perasaan ini valid dan bukan suatu yang berlebihan, nih. 

Apalagi untuk sebagian orang yang mengikuti series Stranger Things dari awal, mereka seakan tidak ingin berpisah dengan series populer satu ini. Karena hal tersebut, banyak ahli psikolog yang turut menanggapi hal ini, mereka menyebutkan perasaan tersebut dinamakan post-series depression atau parasocial loss. 

So, kita bahas dari sudut pandang psikologis tentang hal ini, yuk. Check this out, ya!

Post-Series Depression

Ilustrasi post-series depression/ Foto: Freepik.com/DCstudio

Post-series depression merupakan kondisi emosional ketika seseorang merasa hampa, sedih, ataupun kosong setelah menamatkan sebuah series, film panjang, maupun buku yang sangat berarti bagi dirinya. Dalam psikologi, ini bukan gangguan mental resmi, melainkan reaksi emosional yang valid dan normal. 

Kondisi ini terjadi karena otak kita sudah lama ‘hidup’ di dunia cerita tersebut. Saat cerita selesai, otak butuh waktu untuk beradaptasi kembali ke realitas tanpa stimulasi emosional yang sama.

Jika keterikatannya sangat kuat, perasaan ini bisa terasa seperti depresi ringan sementara. Itulah mengapa hal ini disebut post-series depression.

Ikatan Emosional dengan Karakter (Parasocial Relationship)

Ilustrasi Parasocial Loss/ Foto: Freepik.com/stockking

Selain itu, saat menonton series dalam waktu lama, otak kita akan membentuk parasocial relationship, yakni ikatan emosional satu arah dengan karakter fiksi. Kita ikut tumbuh bersama mereka, seolah-olah mereka adalah bagian dari kehidupan kita. 

Maka, ketika series ini berakhir, otak akan meresponsnya mirip seperti kehilangan hubungan nyata. Tidak ada lagi cerita lanjutan, interaksi baru, atau ‘kehadiran’ karakter tersebut, sehingga muncul rasa kosong dan kehilangan yang nyata secara emosional. 

Hilangnya Rutinitas Emosional

Ilustrasi hilangnya rutinitas emosional/ Foto: Freepik.com/DrazenZigic

Menonton series sering menjadi rutinitas, ada jadwal nonton, hal yang perlu ditunggu, dan emosi yang dipersiapkan. Rutinitas ini memberi struktur dan rasa aman, terutama di tengah hidup yang terasa melelahkan atau monoton. Hal ini untuk sebagian orang juga merupakan semangat hidup untuk mereka. 

Saat sebuah series tamat, rutinitas itu hilang secara tiba-tiba. Otak yang terbiasa mendapat stimulasi dan kenyamanan dari aktivitas tersebut merasa ‘kehilangan pegangan’, sehingga akan muncul rasa hampa, bingung, atau seperti tidak tahu harus menunggu apa lagi.

Penurunan Dopamin

Ilustrasi penurunan dopamin/ Foto: Freepik.com/benzoix

Setiap episode series favorit kamu yang sedang kamu tonton, akan memicu pelepasan dopamin, hormon yang berhubungan dengan rasa senang dan antisipasi. Konflik, plot twist, dan momen emosional membuat otak terus berada dalam siklus ‘menunggu kepuasan berikutnya’. 

Ketika series selesai, sumber dopamin itu berhenti karena kehilangan rasa ‘tidak ada lagi yang perlu ditunggu’. Penurunan ini bisa membuat seseorang merasa datar, kosong, bahkan sedih. Hal ini mirip seperti withdrawal ringan setelah selesai dari sesuatu yang sangat menyenangkan. 

Escapism yang Berakhir

Ilustrasi Escapism yang berakhir/ Foto: Freepik.com

Series sering menjadi bentuk escapism atau pelarian sementata dari realitas. Dunia fiksi menawarkan kehidupan yang terasa lebih intens, terarah, dan bermakna dibandingkan dengan kehidupan nyata yang kadang terasa sangat berat dan melelahkan. 

Saat cerita itu berakhir, kita ‘dipaksa’ kembali sepenuhnya ke dunia nyata. Perbandingan antara dunia fiksi yang penuh makna dengan realitas yang belum tentu memuaskan bisa memperkuat rasa hampa dan kehampaan eksistensial. Hal inilah yang membuat banyak orang merasa hampa sehabis menamatkan series favorit mereka. 

Tentunya, perasaan kamu saat ini valid ya, Beauties. Hanya saja, memang butuh waktu untuk merasakan perasaan yang normal kembali!

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE