Menurut CEO LinkedIn, Ini Skill "5C" yang Nggak Akan Bisa Digantikan AI

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 07 Apr 2026 13:15 WIB
Menurut CEO LinkedIn, Ini Skill
Menurut CEO LinkedIn, Ini 5 Skill yang Nggak Akan Bisa Digantikan AI/Foto: Freepik/benzoix

Kehadiran artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan layaknya dua sisi mata koin. Ada yang berdampak positif, tapi ada pula yang berdampak negatif. Dilihat dari sisi karier, perbincangan soal profesi yang bisa tergantikan dengan AI juga sering menjadi kekhawatiran tersendiri.

Banyak yang merasa cemas menghadapi perubahan yang begitu cepat dengan pedoman yang sudah usang. Tapi menurut CEO LinkedIn, Ryan Roslansky, ada beberapa skill yang tidak akan bisa tergantikan oleh AI.

"Yang banyak orang tidak sadari adalah bahwa keterampilan unik manusia yang membuat kita tak tergantikan. Dan di pasar kerja yang bergejolak saat ini, hal ini terutama tidak boleh diabaikan oleh kaum muda," ungkapnya, dikutip dari CNBC Make It.

Roslansky menyebut skill yang tak tergantikan oleh AI ini dengan istilah "5C". Apa itu?

Curiosity (Rasa Penasaran)

AI bekerja dengan cara melihat banyak data lalu menemukan pola di dalamnya. Namun, manusia tahu mana yang penting dengan mengajukan pertanyaan,

Menurut CEO LinkedIn, Ini 5 Skill yang Nggak Akan Bisa Digantikan AI/Foto: Pexels/Mikhail Nilov

AI bekerja dengan cara melihat banyak data lalu menemukan pola di dalamnya. Namun, manusia tahu mana yang penting dengan mengajukan pertanyaan, "Bagaimana jika kita mencoba sesuatu yang sama sekali berbeda?” Di tempat kerja, rasa ingin tahu membuat rutinitas menjadi tentang penemuan. 

"Kita dapat memanfaatkan rasa ingin tahu dan keterbukaan yang menyertainya untuk mempelajari tentang AI dan bagaimana AI akan mengubah pekerjaan kita, untuk memahami diri kita sendiri dan mencari tahu apa yang membuat kita tak tergantikan, dan, yang terpenting, untuk menyelaraskan karier kita dengan rasa ingin tahu kita," ungkap Roslansky.

Courage (Keberanian)

AI dapat menghitung risiko. Namun, hanya manusia yang memutuskan risiko apa yang layak diambil. Keberanian adalah kemauan untuk bertindak tanpa informasi lengkap dan untuk terus maju ketika hasilnya tidak terjamin.

Menurut CEO LinkedIn, Ini 5 Skill yang Nggak Akan Bisa Digantikan AI/Foto: Freepik/benzoix

AI dapat menghitung risiko. Namun, hanya manusia yang memutuskan risiko apa yang layak diambil. Keberanian adalah kemauan untuk bertindak tanpa informasi lengkap dan untuk terus maju ketika hasilnya tidak terjamin. Artinya, kita memilih untuk menjadi "kasus uji coba" ketika semua orang menunggu hal yang sudah terbuktu. Di tempat kerja, keberanian mengubah keraguan menjadi tindakan, Beauties.

Creativity (Kreativitas)

AI memang sangat cepat dan dapat menggabungkan kembali apa yang sudah ada. Namu, manusia memegang kendali untuk memutuskan apa yang layak untuk diubah dan memiliki makna.

Menurut CEO LinkedIn, Ini 5 Skill yang Nggak Akan Bisa Digantikan AI/Foto: Freepik

AI memang sangat cepat dan dapat menggabungkan kembali apa yang sudah ada. Namu, manusia memegang kendali untuk memutuskan apa yang layak untuk diubah dan memiliki makna.

Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru. Bukan hanya dengan menggabungkan kembali elemen-elemen yang sudah ada, tetapi dengan membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang belum pernah ada sebelumnya.

Di tempat kerja, kreativitas tidak terbatas pada peran-peran "kreatif", Beauties. Kita tidak hanya memecahkan masalah, tetapi juga menciptakan cara-cara baru untuk menanggapi situasi yang tidak dilihat orang lain.

Compassion (Kasih Sayang)

AI mungkin dapat memberikan jawaban yang berisi empati dan rasa peduli. Tapi, hanya manusia yang bisa merasakan dan mengungkapkannya secara langsung.

Menurut CEO LinkedIn, Ini 5 Skill yang Nggak Akan Bisa Digantikan AI/Foto: Pexels/fauxels

AI mungkin dapat memberikan jawaban yang berisi empati dan rasa peduli. Tapi, hanya manusia yang bisa merasakan dan mengungkapkannya secara langsung.

Terkadang saat kita begitu hanyut dalam rutinitas pekerjaan dan tuntutan yang begitu tinggi, kita lupa bahwa rasa kasih sayanglah yang membuat kita menjadi manusia di tempat kerja, bukan hanya sekadar karuawan.

"Kasih sayang mengubah transaksi menjadi hubungan dan tim menjadi komunitas. Misalnya, manajer yang memperhatikan kinerja karyawan menurun dan mengetahui bahwa mereka sedang merawat orang tua yang sakit, lalu diam-diam mengatur jam kerja yang fleksibel," ungkap Roslansky.

Communication (Komunikasi)

AI dapat menerjemahkan bahasa. Tapi manusia yang dapat mengubah bahasa menjadi makna dan menciptakan koneksi.

Menurut CEO LinkedIn, Ini 5 Skill yang Nggak Akan Bisa Digantikan AI/Foto: Freepik

AI dapat menerjemahkan bahasa. Tapi manusia yang dapat mengubah bahasa menjadi makna dan menciptakan koneksi.

Di tempat kerja, komunikasi menentukan apakah ide akan tumbuh atau berkembang. AI membantu di beberapa situasi, menawarkan feedback struktural atau menyempurnakan contoh. Tetapi yang benar-benar membentuk hubungan berasal dari manusia, yaitu percakapan tatap muka, pemikiran yang mendalam, dan ide-ide.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE