Menurut Ahli Etiket, Ini 5 Hal yang Tidak Pernah Ditunjukkan Orang Berkelas Tentang Dirinya

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Rabu, 07 Jan 2026 11:30 WIB
Menurut Ahli Etiket, Ini 5 Hal yang Tidak Pernah Ditunjukkan Orang Berkelas Tentang Dirinya
Hal yang Tidak Pernah Ditunjukkan Orang Berkelas Tentang Dirinya Menurut Ahli Etiket/Foto: Pexels/cottonbro studio

Ahli etiket sering menegaskan bahwa kelas sejati terlihat dari cara seseorang membawa diri. Kamu pasti pernah bertemu orang yang tutur katanya hangat, sikapnya tenang, dan kehadirannya terasa nyaman. Tanpa usaha berlebihan, mereka tampak percaya diri dan tulus.

Mereka tidak berisik, tapi selalu diperhatikan. Mereka tidak mendominasi, tetapi tetap dihormati. Sikap seperti ini sering disebut sebagai ciri orang berkelas, meskipun tidak selalu berkaitan dengan status sosial atau kekayaan.

Jodi R. R. Smith, seorang pakar etiket sekaligus pendiri Mannersmith, menjelaskan bahwa makna “kelas” telah berubah. Dahulu, kelas sering dikaitkan dengan kekayaan. Kini, kelas lebih dekat dengan kecerdasan emosional, kesopanan, dan cara berkomunikasi.

Menurut Smith, salah satu kebiasaan yang bisa dilatih adalah kemampuan menahan diri. Orang yang berkelas tahu kapan harus berbagi, dan kapan harus menyimpan sesuatu, terutama di ruang publik dan media sosial.

Kondisi Keuangan Pribadi

Kondisi Keuangan Pribadi/Foto: Freepik

Jodi R. R. Smith menjelaskan bahwa membahas kondisi keuangan jarang membawa manfaat. Baik saat seseorang sangat kaya maupun sedang kesulitan, topik ini mudah menimbulkan rasa tidak nyaman.

Bagi yang berkecukupan, pembicaraan soal uang bisa terdengar seperti pamer. Sementara bagi yang kurang, topik ini bisa terasa menyudutkan. Karena itu, orang yang berkelas memilih menghindarinya.

Keheningan dalam soal finansial bukan berarti tidak jujur. Justru, itu menunjukkan rasa hormat terhadap situasi orang lain.

Dendam dan Konflik Pribadi

Dendam dan Konflik Pribadi/Foto: Freepik

Smith menegaskan bahwa orang berkelas tidak mengumbar masalah pribadi. Apalagi jika ceritanya berisi kemarahan atau dendam lama. Hal ini mudah menciptakan kesan negatif.

Misalnya saat menghadapi perceraian atau konflik keluarga. Membicarakannya dengan sembarang orang justru merugikan diri sendiri. Pendengar bisa menilai tanpa memahami konteks. Menjaga cerita tetap privat adalah bentuk kontrol diri. Sikap ini mencerminkan kematangan emosional.

Detail Kesehatan yang Terlalu Pribadi

Detail Kesehatan yang Terlalu Pribadi/Foto: Freepik

Berbagi cerita kesehatan kepada orang terdekat tentu wajar. Namun, membawanya ke obrolan kasual bisa terasa tidak pantas. Terutama jika detailnya terlalu spesifik.

Smith bahkan menyebut bahwa orang asing tidak perlu tahu cerita medis seseorang. Ruang publik sebaiknya tetap nyaman untuk semua pihak. Menjaga batas ini bukan soal menutup diri. Ini tentang memahami situasi dan lawan bicara.

Prestasi dengan Nada Pamer

Prestasi dengan Nada Pamer/Foto: Freepik

Smith mencontohkan cara menyebut latar belakang pendidikan. Orang berkelas akan menyebut kota atau bidang, bukan nama besar. Informasi itu bukan rahasia, hanya tidak diumbar.

Mereka lebih tertarik mendengar cerita orang lain. Dengan begitu, percakapan terasa seimbang dan hangat. Sikap ini membuat lawan bicara merasa dihargai. Prestasi tetap boleh dibagikan saat relevan, tapi waktunya harus tepat.

Ledakan Emosi di Tempat Umum

Ledakan Emosi di Tempat Umum/Foto: Freepik

Menurut Smith, orang berkelas tetap merasakan emosi mendalam. Namun, mereka mampu mengatur respons di depan umum. Teriakan, amarah, atau tangisan berlebihan biasanya dihindari.

Bukan karena emosi itu salah, melainkan karena tempatnya tidak selalu tepat. Mereka memilih ruang aman untuk mengekspresikannya. Pengendalian diri ini menciptakan kesan tenang dan ketenangan sering kali identik dengan keanggunan.

Pada akhirnya, kelas bukan tentang apa yang kamu miliki. Kelas adalah tentang apa yang kamu pilih untuk tidak ditunjukkan. Sikap menahan diri justru bisa memperkuat wibawa.

Dengan memahami prinsip etiket ini, kamu bisa membawa diri lebih elegan. Ingat, Beauties, ketenangan, empati, dan kesadaran sosial selalu meninggalkan kesan paling berkelas.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE