Mengenal Nila Hitam, Ikan yang Jadi Ancaman hingga Dibasmi di Thailand
Pemerintah Thailand tengah memperketat upaya untuk mengendalikan penyebaran blackchin tilapia atau yang dalam bahasa Thailand dikenal sebagai pla mor khang dam. Ikan nila hitam ini menjadi spesies asing yang berkembang pesat di sejumlah perairan Thailand. Ikan ini dinilai mengancam ikan lokal, ekosistem, hingga mata pencaharian masyarakat.
Pada September 2026, pemerintah Thailand membentuk tim untuk bergerak cepat di 21 provinsi untuk pengendalian ikan nila hitam tersebut. Apa sebenarnya jenis ikan ini dan mengapa keberadaannya sampai dianggap masalah serius?
Apa Itu Blackchin Tilapia?
Blackchin tilapia termasuk spesies invasif/Foto: pexels.com/Alexey Demidov
Blackchin tilapia memiliki nama ilmiah Sarotherodon melanotheron yang berbeda dengan ikan nila yang umum dibudidayakan di Indonesia dengan nama ilmiah Oreochromis niloticus. Namun, keduanya sama-sama termasuk keluarga Cichlidae.
Berbeda dengan ikan nila yang umum dikonsumsi, blackchin tilapia berasal dari Afrika Barat. Ikan ini bisa hidup di berbagai kondisi perairan, mulai dari air tawar, air payau, hingga air laut. Ikan ini memiliki kemampuan yang cukup untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
Salah satu karakteristik yang membuatnya sulit dikendalikan adalah kemampuan reproduksinya yang tinggi. Blackchin tilapia atau ikan nila dagu hitam termasuk spesies invasif atau ikan asing yang menyebar di tempat baru dan bisa mengganggu keseimbangan lingkungan.
Blackchin Tilapia Dibasmi di Thailand
Blackchin tilapia dibasmi di Thailand/Foto: pexels.com/Mahmudul Hasan
Blackchin tilapia masuk secara legal ke Thailand pada tahun 2010 untuk penelitian. Namun, sejak 2011, ikan ini diduga menyebar dengan cepat ke 19-21 provinsi. Ikan nila hitam berkembang biak sangat cepat dan tidak memiliki predator alami di Thailand. Ikan ini memakan berbagai sumber daya makanan di perairan, sehingga menyingkirkan spesies ikan lokal, serta merusak mata pencaharian petambak udang dan nelayan pesisir.
Pengadilan Administrasi Pusat Thailand memerintahkan Departemen Perikanan untuk membasmi ikan ini dan juga menetapkan Provinsi Samut Songkhram sebagai zona darurat bencana. Mengutip dari CNBC Indonesia, hal ini didasarkan pada fakta bahwa 54 dari total pelapor dalam kasus krisis lingkungan tersebut berasal dari provinsi itu. Langkah ini diambil agar pemerintah bisa mengalokasikan pendanaan anggaran secara cepat demi memberikan kompensasi kepada masyarakat, termasuk 1.000 petani yang terdampak secara ekonomi.
Bagi Thailand, tantangannya bukan hanya menangkap ikan sebanyak mungkin, namun juga mencegah penyebaran lebih jauh, melindungi spesies asli, memulihkan ekosistem,dan mengurangi kerugian masyarakat. Maka dari itu, pemerintah Thailand saat ini sedang bergerak cepat untuk membasmi di beberapa provinsi.
Kasus yang terjadi ini bisa menjadi pengingat jika masuknya spesies asing dalam satu ekosistem bisa menimbulkan dampak jangka panjang jika spesies tersebut berkembang tanpa pengendalian. Dampaknya pun akan berakibat pada beberapa aspek, Beauties.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!