Mengenal Inemuri, Tidur Siang di Tempat Kerja ala Orang Jepang
Di beberapa negara, tertidur saat jam kerja mungkin bisa mendapat masalah serius. Namun, berbeda halnya dengan di Jepang, di mana setiap karyawan diperbolehkan untuk tidur saat bekerja, bahkan telah menjadi tradisi yang diterima secara sosial.
Fenomena ini dikenal dengan ‘inemuri’, yaitu tidur dalam kondisi duduk atau berbaring, umumnya di tempat kerja. Karyawan yang tidur saat jam kerja dianggap sudah bekerja keras dan tekun. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang menyarankan hal ini pada karyawannya.
Lantas, seperti apa keunikan dan sejarah ‘inemuri’ di Jepang? Dilansir dari berbagai sumber, berikut rangkuman informasinya.
Apa Itu Inemuri?
Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/garetvisual
Inemuri adalah budaya unik di Jepang berupa kebiasaan tidur di tempat umum atau saat bekerja. Secara bahasa, inemuri berarti “hadir sembari tidur” sehingga orang tersebut tetap dianggap “hadir” dan siap siaga dalam pekerjaan tersebut.
Alih-alih dianggap sebagai pemalas, orang yang melakukan inemuri di tempat kerja atau kendaraan umum justru dipandang sebagai pekerja keras yang mendedikasikan seluruh waktunya untuk perusahaan.
Hal inilah yang membedakan inemuri dengan tidur pada umumnya. Kebiasaan ini berakar kuat dalam budaya kerja masyarakat Jepang.
Sejarah Inemuri
Ilustrasi/ Foto: Magnific.com/andreas
Inemuri, budaya tidur sebentar di tempat umum atau saat bekerja sudah ada di Jepang selama lebih dari 1.000 tahun.
Namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa inemuri berawal dari tahun 1980-an. Saat itu, Jepang mengalami pertumbuhan ekonomi sangat pesat dan dijuluki sebagai negara pekerja keras oleh dunia.
Masyarakatnya bekerja hingga lebih dari 10 jam setiap hari, sehingga mengurangi waktu tidur mereka pada malam hari demi pekerjaannya. Kebiasaan itulah yang terbawa hingga saat ini, yang akhirnya membuat tradisi inemuri sebagai hal yang lumrah.
Durasi Tidur yang Rendah
Ilustrasi / Foto: Magnific.com/magnific
Dikutip dari laman Japan Today, Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan durasi tidur terendah di dunia. Warga Jepang memiliki rata-rata waktu tidur hanya selama 6 jam 23 menit setiap harinya.
Jam kerja yang panjang dan budaya lembur yang tinggi membuat waktu istirahat di negara ini berkurang. Faktor tekanan sosial juga turut memengaruhinya, di mana karyawan yang pulang lebih awal dari kantor sering dianggap kurang loyal oleh masyarakat tradisional.
Selain itu, jarak antara tempat tinggal dan kantor yang jauh seringkali membuat mereka menghabiskan waktu berjam-jam di perjalanan. Tak heran jika di Jepang sering menemui orang yang tertidur di tempat umum, seperti di stasiun kereta, taman, atau trotoar jalan.
Strategi Perusahaan dalam Menjaga Produktivitas
Ilustrasi / Foto: Magnific.com/KamranAydinov
Menyadari masalah kurang tidur yang dialami oleh warganya, sejumlah perusahaan di Jepang mengambil langkah terstruktur dengan mendorong praktik inemuri di kantor.
Misalnya, ruang meeting yang sedang tidak digunakan saat jam makan siang diubah menjadi ruangan yang nyaman untuk tidur.
Praktik ini dirancang sebagai jeda singkat agar karyawan dapat memisahkan waktu kerja dan istirahat secara lebih jelas. Perusahaan menganggap strategi ini sebagai cara menciptakan lingkungan kerja yang lebih seimbang.
Ketentuan Inemuri
Ilustrasi inemuri/ Foto: Magnific.com/DC Studio
Kebiasaan ini tidak semua pekerja bisa bebas melakukannya. Inemuri bergantung pada aturan dan etika perusahaan serta situasi kantor. Jika kamu adalah karyawan baru di sebuah perusahaan, yang masih dituntut untuk aktif dalam beraktivitas, maka inemuri dilarang.
Sebaliknya, jika sudah berusia lebih dari 40 tahun, sedangkan rapat yang dihadiri tidak sesuai dengan pekerjaan utama, maka inemuri diperbolehkan. Semakin tinggi tingkat sosial atau jabatan di kantor, maka semakin boleh melakukan inemuri.
Meski begitu, inemuri juga harus dipahami bukan berarti tidur sepuasnya. Sesuai maknanya “hadir sambil tidur”, maka walaupun secara fisik tertidur, tetapi tugas dan tanggung jawab harus tetap diselesaikan.
Seseorang yang melakukan inemuri biasanya tetap berada dalam posisi tegak atau duduk rapi, tidak berbaring total, menunjukkan bahwa mereka tidak sepenuhnya terlelap dan masih terlibat dalam situasi di sekitarnya. Waktu tidurnya berkisar 15 sampai 30 menit.
Manfaat Inemuri
Ilustrasi inemuri/ Foto: Magnific.com/magnific
Penelitian mengungkap, seseorang yang tidur siang selama 10-30 menit setiap hari, akan lebih efisien dan produktif di tempat kerja dan rumah. Berikut ini beberapa manfaat inemuri, di antaranya:
1. Meningkatkan Konsentrasi
Tidur siang singkat dapat membantu meningkatkan konsentrasi, kewaspadaan, dan fungsi kognitif otak secara keseluruhan. Meluangkan waktu selama 10-20 menit untuk tidur siang, maka memberikan waktu untuk otak “me-reset” pikiran setelah aktivitas pagi yang padat.
2. Memperbaiki Suasana Hati
Selain mengembalikan energi, tidur siang yang dilakukan dengan benar secara tidak langsung dapat memperbaiki mood. Itu karena saat tertidur otak melepaskan serotonin yang membuat emosi lebih stabil dan tenang.
3. Mengurangi Stres
Berdasarkan penelitian, tidur siang selama 15-20 menit setiap hari dapat menurunkan kadar hormon stres dan membuat tubuh lebih rileks. Otak yang lelah dapat kembali segar untuk melakukan aktivitas.
4. Memperkuat Daya Ingat
Suatu riset menyebutkan bahwa rutin tidur siang bermanfaat untuk meningkatkan daya ingat, serta kemampuan untuk mengolah informasi dan mempelajari hal-hal baru.
5. Menjaga Kesehatan Jantung
Istirahat sejenak di siang hari selama 20-30 menit terbukti dapat menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan risiko gangguan kardiovaskular.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!