Mengenal Catcalling, Pelecehan Seksual Verbal di Muka Umum

Natasha Riyandani | Beautynesia
Selasa, 03 Nov 2026 15:15 WIB
Mengenal Catcalling, Pelecehan Seksual Verbal di Muka Umum
Ilustrasi catcalling/ Foto: Magnific.com/magnific

Beauties tentu sudah tak asing dengan catcalling, kan? Istilah ini banyak digunakan di media sosial untuk menggambarkan aksi pelecehan seksual secara verbal di tempat umum, biasanya dilakukan orang asing di jalanan.

Perilaku catcalling sering disalahartikan sebagai bentuk pujian, padahal termasuk pelecehan dan harus berhenti dinormalisasi. Korbannya yang mayoritas perempuan, sering kali merasa tidak nyaman, ketakutan, bahkan meninggalkan trauma dan luka secara psikis.

Lantas, apa sih ‘catcalling’ sebenarnya? Hal-hal apa saja yang dikategorikan sebagai catcalling dan bagaimana cara menyikapinya, terutama bagi perempuan. Dilansir dari detikcom, berikut rangkuman informasinya.

Apa Itu Catcalling?

Ilustrasi catcalling/ Foto: Magnific.com/magnific

Catcalling merupakan pelecehan seksual yang dilakukan di tempat umum, biasanya di pinggir jalan, dengan melontarkan kata-kata tidak senonoh dan ekspresi secara verbal atau non-verbal untuk menggoda korban.

Penyebutan ‘catcalling’ diketahui berasal dari bahasa Inggris. Kata ‘cat’ berarti kucing, dan ‘calling’ artinya memanggil. Istilah itu pun merupakan kata slang di abad ke-17 yang populer di Amerika Serikat dan digunakan untuk menyatakan ejekan.

Mirisnya, korbannya sering kali adalah seorang perempuan. Menurut survei yang dilakukan oleh American Seal, sebanyak 71% perempuan pernah mengalami catcalling dan 53% di antaranya mendapat pelecehan secara fisik.

Perilaku catcalling biasanya terjadi ketika mereka berada di tempat umum atau sedang berjalan kaki sendirian, membuat orang yang mengalaminya merasa tidak nyaman atau terancam.

Jenis Catcalling

Ilustrasi catcalling/ Foto: Magnific.com/magnific

Perilaku catcalling sendiri terbagi menjadi dua macam, yaitu pelecehan secara verbal dan non-verbal. Berikut penjelasannya.

  1. Catcalling Verbal: Pelecehan seksual ini biasanya dilakukan dengan memberikan siulan, godaan lisan, sebutan tidak senonoh, atau komentar tentang bagian tubuh.
  2. Catcalling Non-Verbal: Pelecehan seksual ini dilakukan dengan memberikan tatapan tajam untuk menilai penampilan korban, penggunaan gestur tubuh yang vulgar, hingga menghalangi atau mengikuti jalan korban.

Catcalling berbentuk pujian adalah yang paling umum diterima perempuan. Misalnya, saat kamu sedang berada di ruang publik atau melewati sebuah jalan, sang pelaku akan mengamatimu dan melontarkan pujian seperti “Cantik, mau ke mana?” atau “Cantik, sendirian aja, nih..”

Dampak Catcalling pada Korban

Ilustrasi dampak catcalling/ Foto: Magnific.com/pikisuperstar

Sayangnya, perilaku catcalling sering kali dianggap sebagai “candaan” oleh para pelakunya. Padahal kenyataannya, kebanyakan korban merasa risih, tidak nyaman, bahkan menimbulkan trauma bagi para korban. Dampak catcalling yang sering dirasakan, sebagai berikut:

  • Menimbulkan rasa tidak aman, malu, cemas, risih, hingga hilangnya rasa percaya diri.
  • Merasa pergerakannya di ruang publik terbatas.
  • Mengganggu kesehatan mental.
  • Memicu trauma psikologis jangka panjang.

Cara Menyikapi Catcalling

Ilustrasi cara menyikapi catcalling/ Foto: Magnific.com/KamranAydinov

Sebagai bentuk pelecehan yang meresahkan dan berdampak buruk, Beauties perlu mengetahui cara menghadapi perilaku catcalling agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan. Berikut penjelasannya.

1. Bersikap Tenang dan Fokus pada Keamanan Diri

Jika kamu mengalami catcalling saat sedang sendirian atau berjalan di tempat yang sepi, usahakan tetap tenang dan fokus pada keamanan diri sendiri. Sebisa mungkin untuk menghindari atau menjauhi situasi ini, cukup abaikan dan teruskan langkahmu.

2. Hindari Konfrontasi Langsung

Mendapatkan catcalling memang terasa tidak nyaman dan mengganggu. Pastikan kamu tetap bijak sebelum bertindak dengan tidak konfrontasi langsung karena bisa berdampak buruk pada diri sendiri.

Namun, jika situasi memungkinkan, misalnya, di tempat ramai dan aman, kamu bisa menegurnya dengan tegas. Beauties bisa berkata “Itu tidak sopan!” atau “Saya tidak nyaman kamu panggil/lihat seperti itu!”.

3. Mencari Bantuan

Jika mengalami catcalling di tempat yang sepi atau merasa diikuti, segeralah menjauh dari lokasi tersebut menuju tempat yang terang dan banyak orang. Jangan ragu meminta tolong kepada orang sekitar, petugas keamanan, atau masuk ke dalam toko terdekat.

4. Laporkan Kejadian

Perilaku catcalling telah diatur dalam hukum melalui Pasal 5 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) mengenai pelecehan seksual secara non-fisik.

Jika mengalaminya, Beauties bisa melaporkan pelaku ke pihak berwenang. Pelaku bisa mendapat hukuman kurungan penjara atau denda. Dengan melaporkan pelaku catcalling membantu dalam mencegah kejadian serupa di masa depan.

Nah, itulah penjelasan tentang apa itu catcalling dan bagaimana cara menyikapinya. Semoga bermanfaat, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.