Mengapa Semakin Dewasa Waktu Terasa Berjalan Lebih Cepat?

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Selasa, 11 Aug 2026 11:30 WIB
Mengapa Semakin Dewasa Waktu Terasa Berjalan Lebih Cepat?
Mengapa Semakin Dewasa Waktu Terasa Berjalan Lebih Cepat?/Foto: Unsplash.com/Djim Loic

Waktu terasa berjalan lebih cepat mungkin pernah kamu rasakan, Beauties, terutama ketika menyadari tahun sudah berganti tanpa terasa. Rasanya baru saja merayakan tahun baru, tetapi tiba-tiba momen liburan berikutnya sudah datang lagi.

Fenomena tersebut ternyata berkaitan dengan cara pikiran manusia memandang waktu, bukan dengan waktu yang benar-benar berubah. Pengalaman seseorang, lingkungan, hingga banyaknya informasi yang diproses otak dapat membuat waktu berjalan cepat atau justru terasa sangat lambat dalam situasi tertentu.

Mari kita simak penjelasan selengkapnya mengenai persepsi waktu melansir dari Psychology Today!

Kunci Mengapa Persepsi Waktu Bisa Berbeda

Perubahan Persepsi Waktu/Foto: Magnific

Dosen senior bidang psikologi di Universitas Leeds Beckett Steve Taylor menceritakan pengalamannya saat menghadiri konferensi psikologi di Oxford University yang berlangsung selama empat hari. Selama konferensi tersebut, ia mengikuti banyak kuliah, lokakarya, bertemu teman lama, hingga berkenalan dengan orang-orang baru sehingga pikirannya dipenuhi berbagai informasi.

Pada hari terakhir konferensi, Taylor kembali bertemu dengan seorang perempuan yang sempat berbincang dengannya pada hari pertama. Meski baru tiga hari berlalu, ia merasa seolah sudah tidak bertemu selama berminggu-minggu. Pengalaman itu membuatnya menyadari bahwa persepsi waktu setiap orang ternyata sangat fleksibel.

Taylor juga merasakan hal serupa saat mengikuti sesi keynote yang masing-masing berdurasi 45 menit. Beberapa presentasi terasa berlalu begitu cepat karena pembicaranya menarik dan materinya mudah diikuti. Namun, ada pula sesi yang terasa sangat lama karena pembahasannya kurang relevan atau sulit dipahami.

Menurut Taylor, perbedaan tersebut berkaitan dengan cara otak memproses informasi. Semakin banyak informasi baru yang diterima, semakin panjang pula waktu terasa dalam pikiran seseorang. Itulah sebabnya konferensi di Oxford terasa jauh lebih lama dibandingkan empat hari yang sebenarnya.

Taylor juga menjelaskan bahwa persepsi waktu berubah ketika seseorang sedang fokus atau justru merasa bosan. Saat perhatian tertuju sepenuhnya pada aktivitas yang menarik, pikiran menjadi lebih tenang dan tidak dipenuhi berbagai pikiran lain sehingga informasi yang diproses lebih sedikit.

Mengapa Waktu Terasa Berjalan Lebih Cepat saat Semakin Dewasa?

Saat Dewasa Waktu Berjalan Lebih Cepat/Foto: Magnific

Taylor menjelaskan bahwa hubungan antara pemrosesan informasi dan persepsi waktu juga membantu menjawab mengapa banyak orang merasa waktu berlalu semakin cepat ketika beranjak dewasa. Pendapat tersebut didukung oleh penelitian psikolog Ruth Ogden terhadap 918 orang dewasa.

Dalam penelitian tersebut, sebanyak 77 persen responden setuju bahwa Hari Natal terasa datang lebih cepat setiap tahunnya. Menariknya, ketika pertanyaan serupa diajukan kepada responden di Irak mengenai Ramadan, hasil yang diperoleh juga menunjukkan pola yang hampir sama.

Menurut Taylor, pengalaman itu tidak jauh berbeda dengan masa kecil yang sering terasa berjalan sangat lambat. Ia masih mengingat saat lulus sekolah dasar pada usia 11 tahun dan harus menunggu enam minggu sebelum masuk sekolah menengah. Saat itu, enam minggu terasa begitu panjang hingga seolah setara dengan sekitar enam bulan dalam kehidupannya sekarang.

Taylor menjelaskan bahwa anak-anak mengalami jauh lebih banyak pengalaman baru dibandingkan orang dewasa. Mereka terus mempelajari hal baru setiap hari sehingga otak harus memproses informasi dalam jumlah yang jauh lebih besar.

Selain itu, anak-anak juga memandang dunia dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Lingkungan di sekitar mereka terlihat lebih hidup karena hampir semua hal masih terasa baru. Akibatnya, lebih banyak informasi yang tersimpan sehingga waktu terasa berjalan lebih lambat.

Sebaliknya, ketika seseorang semakin dewasa, pengalaman baru mulai berkurang dan rutinitas menjadi lebih dominan. Lingkungan yang sama, aktivitas yang berulang, serta kebiasaan sehari-hari membuat otak tidak lagi menerima informasi sebanyak sebelumnya. Kondisi inilah yang membuat waktu berjalan cepat terasa berlalu tanpa disadari.

Taylor juga menambahkan bahwa orang dewasa semakin terbiasa dengan lingkungan di sekitarnya sehingga banyak hal diproses secara otomatis. Karena informasi baru yang diserap semakin sedikit, waktu tidak lagi terasa panjang seperti ketika masih kecil.

Dengan kata lain, bukan waktu yang benar-benar bergerak lebih cepat, melainkan cara otak memaknai pengalaman yang berubah seiring bertambahnya usia. Semakin sedikit informasi baru yang diproses, semakin waktu terasa berjalan lebih cepat dalam kehidupan sehari-hari. Menarik, kan, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.