Mau Hidup Tenang? Ini 5 Kebiasaan Sederhana untuk Melatih Rasa Syukur
Beauties, ada kalanya hari-hari terasa berat serta pikiran lebih mudah tertarik ke hal-hal yang kurang menyenangkan. Padahal, di antara semua itu, selalu ada hal-hal kecil yang layak untuk disyukuri. Misalnya secangkir kopi hangat di pagi hari hingga satu pesan sederhana dari orang yang kamu sayangi.
Orang-orang yang secara konsisten melatih rasa syukur melaporkan berbagai manfaat nyata dalam kesehatan fisik maupun kesejahteraan emosional mereka. Kabar baiknya, Beauties, rasa syukur bukan sifat bawaan, ia adalah kebiasaan yang bisa kamu mulai hari ini. Yuk, simak 5 cara sederhananya berikut ini!
Tulis Jurnal Rasa Syukur Setiap Hari
Salah satu kebiasaan paling sederhana sekaligus paling terbukti efektif adalah menulis hal-hal yang kamu syukuri setiap hari. Dilansir Harvard Health Publishing, membiasakan diri menuliskan hal-hal baik yang kamu terima setiap hari adalah salah satu cara paling mudah untuk merawat kebahagiaan dari dalam.
Profesor Robert Emmons, dikutip dari SharpBrains, menjelaskan bahwa melatih rasa syukur melalui jurnal selama beberapa minggu saja sudah bisa menciptakan efek positif yang bertahan hingga enam bulan serta turut meningkatkan kualitas tidur seseorang. Penelitian yang dilakukan bersama Michael E. McCullough serta diterbitkan di Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa kelompok yang rutin bersyukur lebih banyak berolahraga, lebih jarang merasakan keluhan fisik, serta merasa lebih optimis secara keseluruhan.
Beauties, kamu tidak perlu menulis panjang-panjang, cukup tiga hal kecil yang kamu syukuri hari ini, serta rasakan sendiri perbedaannya.
Tulis Surat untuk Seseorang yang Berarti
Kebiasaan Sederhana untuk Melatih Rasa Syukur/Foto: pexels.com/Ekaterina Bolovtsova
Pernahkah kamu ingin mengucapkan terima kasih kepada seseorang yang telah banyak berarti dalam hidupmu, tapi tidak pernah sempat mengatakannya? Inilah saatnya, Beauties.
Dikutip dari Psychology Today, terdapat sebuah praktik menarik yang disebut gratitude visit. Kegiatan ini berupa menulis surat tulus sekitar 250 kata untuk seseorang yang sangat berjasa bagimu, namun belum pernah kamu beri ucapan terima kasih secara langsung.
Harvard Health Publishing mencatat sebuah studi oleh Dr. Martin E.P. Seligman, psikolog dari University of Pennsylvania. Hasilnya mengejutkan: peserta yang menulis dan menyampaikan langsung surat rasa syukur tersebut menunjukkan peningkatan skor kebahagiaan yang jauh lebih besar dibanding intervensi lainnya, bahkan manfaatnya terasa hingga sebulan penuh. Manfaat kesehatan mental dari menulis surat syukur ini bisa bertahan hingga 12 minggu setelahnya.
Tertarik mencoba? Ingat ya, Beauties, suratnya tidak harus sempurna, asalkan jujur dan datang dari hati.
Ucapkan Terima Kasih Secara Langsung
Kebiasaan berikutnya terdengar sederhana, namun dampaknya luar biasa nyata: cukup ucapkan terima kasih kepada seseorang secara tatap muka dan biarkan kata-kata itu dirasakan sepenuhnya. Rachel Ritchie, dosen psikologi di Florida International University (FIU), menjelaskan melalui FIU News, melihat orang lain bahagia karena ucapan terima kasihmu akan memantulkan kebahagiaan itu kembali ke dirimu sendiri.
Philip Lazarus, profesor psikologi di FIU, menambahkan bahwa rasa syukur bekerja layaknya otot. Semakin sering dilatih, semakin mudah ia menjadi bagian alami dari cara kita menjalani hari.
Penelitian dalam Journal of Positive Psychology pun mengonfirmasi bahwa mengungkapkan rasa syukur, baik lewat pesan singkat maupun tatap muka, adalah cara paling efektif untuk meningkatkan kepuasan hidup. Tidak perlu momen spesial untuk mengucapkan terima kasih, hari ini saja sudah cukup sebagai alasannya.
Refleksi Tiga Hal Baik Sebelum Tidur
Kebiasaan Sederhana untuk Melatih Rasa Syukur/Foto: Freepik.com/lifeforstock
Menjelang tidur adalah waktu yang paling tepat untuk berhenti sejenak dan mengingat tiga hal yang berjalan baik sepanjang hari. Dr. Martin E.P. Seligman, pendiri psikologi positif, menjelaskan dalam Brain Fitness Online bahwa melakukan praktik ini secara konsisten selama satu minggu saja sudah terbukti meningkatkan kebahagiaan dan menurunkan gejala depresi hingga enam bulan ke depan.
Harvard Health Publishing juga menyarankan untuk menjadikan ritual ini sebagai rutinitas mingguan yang tertulis.
Berhenti Sejenak untuk Memperhatikan Hal-Hal Kecil
Kebiasaan terakhir ini mungkin yang paling mudah dimulai: cukup berhenti sejenak dan perhatikan lingkungan sekitarmu dengan lebih saksama. Philip Lazarus menjelaskan di FIU News bahwa melatih rasa syukur secara nyata dapat mengubah cara kerja otak kita.
Praktik syukur yang konsisten berkorelasi dengan peningkatan produksi dopamin dan serotonin, dua zat kimia otak yang bertanggung jawab atas perasaan bahagia. Tinjauan sistematis dalam Frontiers in Psychology juga menemukan bahwa intervensi rasa syukur secara konsisten menurunkan gejala kecemasan dan depresi.
Beauties, rasa syukur tidak selalu harus dicari jauh-jauh, kok. Kadang ia sudah hadir dalam secangkir teh yang hangat, cahaya sore yang cantik, atau sekadar pesan singkat dari teman yang menanyakan kabarmu.
Melatih rasa syukur tidak membutuhkan waktu yang lama serta tidak perlu dimulai dari hal-hal yang besar, Beauties. Lima kebiasaan sederhana ini bisa kamu mulai kapan saja, bahkan hari ini juga.
Rasa syukur adalah pilihan yang bisa kamu buat setiap hari, serta semakin sering kamu memilihnya, semakin alami ia terasa dalam hidupmu.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!