Mary Shelley, Penulis Frankenstein yang Mengubah Dunia Literatur di Usia Muda
Nama Mary Shelley mungkin sudah tidak asing bagi para Beauties yang merupakan pecinta literatur klasik. Ia dikenal sebagai penulis novel Frankenstein yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu karya paling berpengaruh dalam dunia sastra. Menariknya, Mary Shelley menulis novel tersebut saat usianya masih sangat muda dan berhasil menciptakan cerita yang terus relevan hingga sekarang.
Yuk, kenalan lebih jauh dengan Mary Shelley dan perjalanan di balik lahirnya Frankenstein, Beauties!
1. Menulis Frankenstein di usia muda
Potret Mary Shelley oleh Samuel John Stump/Foto: www.npg.org.uk
Dilansir dari Britannica, Mary Shelley yang bernama lengkap Mary Wollstonecraft Shelley merupakan perempuan asal Inggris yang lahir pada 30 Agustus 1797. Mary mulai menulis Frankenstein saat berusia 18 tahun dan novel tersebut diterbitkan ketika usianya 20 tahun. Pada awal perilisannya, novel ini bahkan diterbitkan secara anonim sehingga banyak orang mengira karya tersebut ditulis oleh suaminya, Percy Bysshe Shelley.
Meski masih sangat muda, Mary Shelley berhasil menghadirkan cerita yang berbeda dari karya sastra lain pada masanya dan menjadikannya salah satu penulis paling berpengaruh dalam sejarah literatur.
2. Frankenstein lahir dari tantangan menulis cerita horor
Film Frankenstein (1931)/Foto: imdb.com
Melansir dari artikel History Hit, ide Frankenstein muncul ketika Mary Shelley menghabiskan musim panas di Swiss bersama Percy Shelley dan Lord Byron pada tahun 1816. Saat itu, mereka menantang satu sama lain untuk membuat cerita horor setelah banyak menghabiskan waktu di dalam rumah akibat cuaca buruk.
Dari tantangan tersebut, Mary Shelley kemudian menciptakan kisah tentang ilmuwan Victor Frankenstein dan makhluk ciptaannya yang akhirnya menjadi salah satu cerita horor paling ikonik sepanjang masa.
3. Frankenstein dianggap sebagai pelopor science fiction
Edisi pertama title page buku Frankenstein di tahun 1818/Foto: www.christies.com
Selain dikenal sebagai novel horor klasik, Frankenstein juga sering dianggap sebagai salah satu karya awal science-fiction modern. Menurut Britannica, novel tersebut memadukan unsur gothic, sains, hingga filosofi dalam ceritanya.
Melalui Frankenstein, Mary Shelley mengangkat berbagai isu tentang ambisi manusia, teknologi, hingga konsekuensi dari eksperimen ilmiah yang masih relevan hingga sekarang.
4. Frankenstein masih relevan hingga sekarang
Adaptasi Film Frankenstein (2025)/Foto: imdb.com
Dilansir dari BBC Culture, Frankenstein masih terus dibahas karena dinilai relevan dengan ketakutan manusia terhadap perkembangan teknologi dan sains modern.
Novel tersebut juga sering dikaitkan dengan isu kecerdasan buatan, eksperimen ilmiah, hingga pertanyaan tentang batasan yang dibuat manusia dan apa yang mereka ciptakan. Karena itu, Frankenstein dianggap bukan sekadar cerita monster, tetapi juga refleksi tentang rasa takut dan tanggung jawab manusia.
5. Mary Shelley menjadi salah satu penulis perempuan paling berpengaruh
Kisah Mary Shelley diangkat menjadi film pada tahun 2017, dengan Elle Fanning sebagai pemeran utama/Foto: imdb.com
Lewat Frankenstein, Mary Shelley berhasil meninggalkan pengaruh besar dalam dunia literatur. Karyanya terus diadaptasi ke berbagai film, teater, hingga budaya populer selama lebih dari dua abad. Dimulai dari film pertamanya di tahun 1910.
Menurut Dr. Victoria C. Roskams dengan artikelnya bersama The Collector, Mary Shelley juga dikenal sebagai sosok yang tumbuh di lingkungan intelektual dan banyak menghadapi berbagai tragedi dalam hidupnya. Meski begitu, ia tetap berhasil menciptakan karya yang terus dikenang hingga sekarang.
Bagaimana Beauties, apa kalian sudah selangkah lebih dekat dalam mengenali perjalanan Mary Shelley? Dirinya yang tidak hanya mengubah dunia literatur di usia muda tetapi juga menciptakan cerita horor legendaris lewat karya ikoniknya.
Mary Shelley juga menghadirkan berbagai isu tentang manusia, teknologi, dan rasa takut yang masih relevan hingga saat ini. Jadi, nggak heran kalau Frankenstein masih terus dibicarakan bahkan setelah lebih dari 200 tahun, Beauties.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!