Mahasiswa Baru PTN Dikabarkan Akan Dibatasi, Mengapa?
Beauties, jika kamu ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S1, ada hal yang perlu kamu perhatikan. Beredar kabar bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berencana ingin membatasi jumlah penerimaan mahasiswa baru (maba) untuk jenjang S1 di perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi berbadan hukum (PTNBH).
Melansir dari DetikEdu, PTNBH akan didorong menjadi universitas riset dan akan menerima lebih banyak mahasiswa pascasarjana, baik jenjang S2 maupun S3, dan mengkhususkan banyak menerima maba S3.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di kompleks parlemen (16/7/2025) bahwa PTN tidak boleh melakukan pembukaan rekrutmen penerimaan mahasiswa baru lebih dari bulan Juli, sebagaimana dikutip dari DetikNews. "Jadi sesuai dengan kuota sebelumnya, termasuk dengan waktunya kita batasi sampai dengan bulan Juli, kita sudah mengeluarkan dua kali surat edaran agar negeri tidak membuka setelah bulan Juli," katanya.
Lantas, apa yang jadi pendorong rencana kebijakan ini?
Selisih Jumlah Maba PTN dan PTS
Ada ketimpangan jumlah maba antara PTN dan PTS./ Foto: Pexels.com/olia danilevich
Brian menyebutkan adanya penerima mahasiswa baru yang berlebihan oleh PTN yang terjadi pada 2023/2024. "Kemudian, memang setelah itu dilakukan evaluasi dan ditegur, dan memang diminta untuk mengurangi jumlahnya, jadi kembali ke sebelumnya,” lanjutnya.
Selain itu, Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza, menjelaskan ketimpangan jumlah mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) melalui keterangan tertulis yang dikutip DetikEdu hari Rabu (11/3/2026). Berdasarkan pernyataannya, banyak PTS mengalami penurunan jumlah mahasiswa sebesar 20-30%. Turunnya jumlah mahasiswa tersebut sangat memengaruhi penerimaan mahasiswa baru di PTS karena 95% pendanaan PTS bertumpu pada uang kuliah yang dibayarkan mahasiswa.
Lebih lanjut, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 127 PTN di Indonesia menampung 4.408.472 mahasiswa dan 98.137 dosen pengampu. Rata-ratanya, PTN memiliki 34.712 mahasiswa dan 772 dosen pengampu yang berarti rasio dosen dan mahasiswa sebanyak 45 per kampus.
Sementara kondisi di PTS, terdapat 2.713 jumlah PTS yang ada saat ini menampung 4.833.473 mahasiswa dan 169.638 dosen pengampu. “Rata-rata PTS memiliki jumlah mahasiswa sebanyak 1.781 dan dosen pengampu sebanyak 62, dengan rasio dosen dan mahasiswa sebanyak 28,” terang Handi.
Berbagai Tanggapan Rektor hingga Wamen
Berbagai tanggapan mengenai pembatasan maba di PTN/ Foto: Pexels.com/Yan Krukau
Handi turut menanggapi kebijakan pembatasan ini sebagai hal yang positif. “Kebijakan ini membawa angin segar dan harapan baru bagi perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia,” tulisnya dalam keterangan. Rektor Universitas YARSI, Prof Fasli Jalal, juga mengakui setuju atas usulan kebijakan tersebut kepada DetikEdu, “Setuju (usulan pembatasan kuota maba S1 di PTN), sangat setuju dan itu memang harapan kita dalam beberapa rapat dengar pendapat dengan DPR.”
Rektor Universitas Katolik Atma Jaya, Prof Yuda Taruna menanggapi bahwa PTN dan PTS pada dasarnya sama-sama bertujuan untuk pengembangan ilmu anak bangsa. Alih-alih tarik-tarikan jumlah mahasiswa, lebih dibutuhkan aspek kolaboratif.
“Ahli-ahli banyak di PTN, ahli-ahli (juga) banyak di PTS kemudian banyak tersebar dan mungkin batasan-batasan PTN dengan PTS dalam soal pengembangan nanti ke depannya apapun bidang ilmunya (bisa terjadi). Mungkin bukan soal jumlahnya dulu kalau menurut saya, di petakan dahulu (bidang ilmunya)," ucap Prof Yuda. Kemudian, dia menyarankan PTN bisa fokus pada bidang ilmu tertentu, khususnya ilmu dasar, sedangkan, PTS bisa mengembangkan bidang ilmu umum lainnya.
Saat dijumpai di acara 2025 International Symposium on ECD di Thamrin Nine (17/12/2025), Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie juga memberikan tanggapan terkait PTN yang membuka banyak kuota untuk mahasiswa baru. “Yang kita pikirkan bukan kuota, tapi apa kita memberikan peluang yang paling banyak dan paling bagus untuk semua masyarakat Indonesia, mahasiswa kita untuk belajar,” kata Stella, dikutip dari DetikEdu.
Kalau menurut kamu, bagaimana, Beauties?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!