Liburan Selesai, Kenapa Rasanya Sedih? Ini Cara Mengatasi Post-Holiday Depression
Liburan sering kali identik dengan momen bahagia, waktu bersama orang tersayang, dan jeda dari rutinitas yang melelahkan. Namun ketika semua itu berakhir, muncul perasaan kosong, sedih, atau cemas yang sulit dijelaskan.Â
Alih-alih langsung kembali bersemangat, banyak orang justru merasa berat menghadapi hari-hari setelah liburan. Kondisi ini dikenal sebagai post-holiday blues atau post-holiday depression.
Perasaan ini bisa dialami siapa saja, baik mereka yang menikmati liburan dengan penuh euforia maupun mereka yang justru merasa tertekan selama musim liburan. Kabar baiknya, kondisi ini bersifat sementara dan ada banyak cara yang didukung penelitian untuk mengatasinya.
Yuk, pahami dulu apa itu post-holiday depression, penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasinya secara realistis dan sehat!
Apa Itu Post-Holiday Depression?
Post-holiday depression adalah perasaan sedih, cemas, dan stres yang muncul setelah masa liburan berakhir. Menurut data, kondisi ini dialami oleh mayoritas orang dan bersifat sementara./ Foto: freepik.com
National Alliance on Mental Illness (NAMI) menjelaskan bahwa holiday blues adalah perasaan stres dan kecemasan yang muncul di sekitar masa liburan, sering kali dipicu oleh ekspektasi yang tidak realistis atau kenangan emosional yang berkaitan dengan momen tersebut. Dalam survei tahun 2015, 64% responden mengaku mengalami post-holiday blues setelah musim liburan berakhir.
Gina Moffa, LCSW, seorang psikoterapis asal New York, menyebut bahwa post-holiday blues mencakup berbagai emosi seperti sedih, cemas, hingga perasaan mirip depresi ringan. Menurutnya, kondisi ini terjadi setelah seseorang melewati “ledakan emosi” selama liburan, lalu harus kembali ke rutinitas yang monoton.
Penyebab Post-Holiday Blues
Post-holiday depression tidak muncul tanpa sebab dan dipengaruhi oleh faktor fisik, emosional, serta lingkungan. Penelitian menunjukkan perubahan pola hidup selama liburan berperan besar terhadap kondisi ini./ Foto: freepik.com
Ada beberapa penyebab utama post-holiday depression menurut ahli dan penelitian:
- Perubahan waktu dan musim
- Pola makan berlebihan
- Jadwal yang terlalu padat
- Kurang tidur
- Tekanan finansial dan emosi lain
Cara Mengatasi Post-Holiday Depression Secara Sehat
Menurut psikoterapis, post-holiday depression dapat diatasi dengan langkah sederhana namun konsisten. Perawatan diri, rutinitas, dan dukungan sosial menjadi kunci utama pemulihan./ Foto: freepik.com
Menurut Gina Moffa, cara mengatasi post-holiday blues serupa dengan mengelola kecemasan sehari-hari. Berikut beberapa langkah yang disarankan ahli:
- Prioritaskan self-care: Pastikan kebutuhan dasar terpenuhi, seperti tidur cukup, minum air putih, dan makan teratur. Bergerak ringan dan menjaga batas energi juga sangat membantu kestabilan emosi.
- Kembali ke rutinitas: Menjaga jadwal bangun, tidur, makan, dan olahraga secara konsisten membantu otak merasa lebih aman dan terstruktur.
- Belajar mengatakan tidak: Pilih undangan yang benar-benar ingin kamu hadiri. Mengurangi kewajiban sosial dapat menurunkan stres pasca liburan.
- Atur keuangan dengan realistis: Membuat anggaran sebelum dan setelah liburan membantu mengurangi kecemasan finansial yang sering muncul belakangan.
- Ingat bahwa perasaan ini akan berlalu: Menurut Moffa, menerima bahwa perasaan sedih bisa muncul justru membantu proses pemulihan. Menyadari bahwa kamu tidak sendirian juga sangat penting.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!