Kisah Hidup Aurelie Moeremans dalam Memoar Broken Strings, Alami Grooming hingga Kekerasan Seksual

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 13 Jan 2026 14:00 WIB
Kisah Hidup Aurelie Moeremans dalam Memoar Broken Strings, Alami Grooming hingga Kekerasan Seksual
Kisah Hidup Aurelie Moeremans dalam Memoar Broken Strings, Alami Grooming hingga Kekerasan Seksual/Foto: Instagram @aurelie

Memoar "Broken Strings" karya artis Aurelie Moeremans sukses menjadi trending topic di Tanah Air dan menggemparkan masyarakat. Memoar ini berisikan pengalaman pribadi kehidupan Aurelie. Ia bercerita bahwa ia pernah menjadi korban bullying, grooming, eksploitasi, hingga berbagai bentuk kekerasan dalam hubungan yang tidak sehat.

Salah satu yang jadi sorotan netizen adalah berbagai bentuk kekerasan dan manipulasi yang diterima Aurelie saat ia menjalani hubungan asmara dengan seorang pria yang ia sebut Bobby (bukan nama sebenarnya). Kisah cinta itu bermula ketika Aurelie masih berusia 15 tahun, sementara Bobby berusia 29 tahun.

"Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku digrooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku. Tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri. Ditulis tanpa romantisasi, dari sudut pandang korban," tulis Aurelie di Instagramnya, Sabtu (3/1).

Memoar ini ia bagikan secara gratis dan telah dibaca oleh ratusan ribu orang. Aurelie berharap karyanya ini bisa membantu para perempuan lainnya agar tidak mengalami hal yang serupa dengannya.

Berikut ini beberapa kisah hidup Aurelie Moeremans yang dibagikannya di memoar Broken Strings.

Alami Grooming

Aurelie Moeremans

Memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans/Foto: Instagram @aurelie

Istilah grooming menjadi banyak diperbincangkan seiringan dengan viralnya memoar Broken Strings milik Aurelie. Perempuan kelahiran Brussel, Belgia, ini membeberkan bahwa dirinya adalah korban grooming dari Bobby. Hubungan ini dijalani Aurelie saat ia baru meniti karier sebagai artis di Indonesia. Kala itu, usia Aurelie masih berusia 15 tahun sementara Bobby berusia 29 tahun.

Sebagai informasi, grooming adalah perilaku yang disengaja untuk memanipulasi dan mengendalikan seorang anak, serta keluarga, kerabat, pengasuh, bahkan organisasi dan jaringan pendukung lainnya, dengan tujuan melakukan pelecehan atau kekerasan seksual terhadap anak, sebagaimana dikutip dari National Office for Child Safety.

Tindakan yang dilakukan pelaku grooming terhadap korban biasanya begitu lembut sehingga bisa memanipulasi. Penting untuk dipahami bahwa bukan hanya anak atau remaja yang menjadi korban, tetapi juga orang tua, pengasuh, atau orang terdekat dari korban.

Dalam konteks memoar Broken Strings, kehadiran Bobby di hidup Aurelie awalnya tampak begitu indah. Menurut Aurelie, pria itu terlihat memesona, lucu, dan magnet bagi banyak orang di lokasi syuting, tempat keduanya bertemu.

Awalnya, Bobby mendekati Aurelie dengan sangat manis: memberikan semua perhatian, menunggu di lokasi syuting hingga larut malam, mengantar Aurelie dan keluarganya pulang usai syuting, dan tingkah-tingkah romantis lainnya. Namun, perhatian tersebut berubah jadi kontrol, posesif, dan pengekangan ketika keduanya resmi menjalin hubungan asmara.

Gaslighting (Kekerasan Emosional) dan Guilt Tripping

Aurelie Moeremans

Aurelie Moeremans/Foto: Instagram @aurelie

Sejak resmi berpacaran, Aurelie tidak lagi merasakan sikap manis dari Bobby, melainkan perilaku mengontrol, kasar, hingga manipulatif, yang dibungkus dengan perhatian, janji, hingga klaim bahwa pria itu “peduli”. Bukannya merasa dicintai, Aurelie justru merasa terperangkap.

Bobby juga tak henti-hentinya mengingatkan Aurelie tentang semua hal yang ia telah berikan dalam hubungan tersebut, seolah-olah hanya ia yang berjuang dalam hubungan tersebut. Aksi Bobby ini dikenal dengan istilah guilt tripping, yaitu bentuk manipulasi yang membuat korban merasa bersalah atau bertanggung jawab atas perilaku pelaku.

Semua perilaku manipulatif Bobby itu pada akhirnya membuat Aurelie meragukan dirinya sendiri. Ia merasa tak berdaya untuk membela diri dan melawan perkataan atau sikap Bobby yang semena-mena. Akhirnya, hal ini membuat Aurelie menarik diri dari pergaulan bahkan keluarganya; Bobby berhasil “menawan” Aurelie secara mental dan fisik.

“Setiap pertengkaran selalu berakhir sama, denganku makin mengecil, yakin aku yang bermasalah. Ia lebih berpengalaman, lebih dewasa, sedangkan aku belum pernah benar-benar berhubungan sebelumnya. Jadi aku bilang pada diri sendiri, aku yang harus mengejar, belajar, minta maaf, jadi lebih baik. Itu jadi kebiasaan. Apa pun yang terjadi, aku yang minta maaf,” tulis Aurelie di dalam memoar Broken Strings.

Manipulasi yang dilakukan Bobby ini dikenal dengan istilah gaslighting, yaitu pelaku berusaha membuat korban meragukan ingatan dan persepsi diri sendiri melalui kebohongan, penyangkalan, atau informasi yang keliru. Tujuannya adalah untuk mengontrol dan berkuasa atas korban sehingga korban merasa “bergantung” kepada pelaku.

Pengancaman

Aurelie Moeremans

Aurelie Moeremans/Foto: Instagram @aurelie

Aurelie juga harus menerima ancaman dari Bobby saat keduanya masih menjalin hubungan. Di salah satu bagian memoar, Aurelie bercerita bahwa Bobby mengancam akan mengakhiri hidupnya jika Aurelie ingin menyudahi hubungan mereka. Tipe ancaman ini terjadi beberapa kali.

Merasa takut akan ancaman Bobby, Aurelie pun menuruti permintaan Bobby untuk mencoba membujuk orang tua Aurelie agar hubungan keduanya direstui.

Ancaman tak kunjung berhenti dan terus datang dalam berbagai bentuk lainnya. Misalnya, Bobby mengancam akan menyebarkan foto-foto intim milik Aurelie (yang diminta secara paksa oleh Bobby) jika Aurelie tidak menuruti keinginannya. Selain itu, Bobby juga pernah mengancam akan melukai orang tua Aurelie jika, lagi-lagi, ia tidak menurut kepada Bobby.

Kekerasan Seksual, Fisik, dan Verbal

Tak hanya kekerasan emosional, Aurelie juga mengalami kekerasan seksual dan kekerasan fisik dari Bobby. Aurelie bercerita dalam memoar Broken Strings bahwa pria itu memaksanya untuk berhubungan intim hingga membuatnya ketakutan dan tak berani untuk melawan.

Bentuk kekerasan lainnya yang juga menjadi sorotan netizen di media sosial adalah bagaimana Bobby sering meludahi dan menampar Aurelie setiap ia merasa marah dan emosional. Panggilan-panggilan tak pantas dan ucapan tak sopan juga kerap dilontarkan Bobby kepada Aurelie. Manipulasi Bobby berhasil membuat Aurelie merasa bahwa dirinya pantas menerima semua perlakuan tersebut.

Kekerasan Finansial

Aurelie Moeremans

Aurelie Moeremans/Foto: Instagram @aurelie

Aurelie yang kala itu berprofesi sebagai artis mengalami pemerasan dan kekerasan finansial dari Bobby. Aurelie bercerita bahwa uang hasil kerja kerasnya dari syuting yang masuk ke rekening pribadinya sudah habis ia transfer ke Bobby untuk kebutuhan pria itu dan keluarganya.

Tak hanya itu, Aurelie juga membeberkan Bobby yang membeli sebuah mobil dan hanya membayar uang muka. Sementara itu uang cicilan bulanan menjadi tanggungan Aurelie.

Bullying

Aurelie rupanya juga pernah menjadi korban bullying, Beauties. Kejadian pilu itu pertama kali ia alami saat ia masih bersekolah di Belgia, tempat kelahirannya. Ia mengaku mengalami bullying dari dua anak populer di kelasnya. Bagi Aurelie kecil, aksi bullying itu tidak hanya kata-kata, tapi juga fisik. Rasa percaya dirinya perlahan hancur.

Bullying kembali dijumpai Aurelie saat ia sudah meniti karier di industri hiburan di Indonesia. Aurelie terbilang masih menjadi artis pendatang baru. Saat itu ia sedang menjalani syuting dan merasa seperti dilempar ke lingkungan baru yang tidak ada menjelaskan bagaimana cara kerjanya.

Kala itu, Aurelie sedang menunggu syuting adegannya dengan duduk di sofa ruang tunggu. Di situlah ia menerima perlakuan kurang menyenangkan dari rekan artis yang menjadi pemeran utama.

“Perundungan tidak berhenti di situ. Ia menjadi bagian dari setiap hari, menyusup ke momen paling kecil, sampai aku tidak bisa lagi membedakan mana awal dan akhir. Setiap langkah terasa seperti berjalan di atas kaca, menunggu retaknya,” tulis Aurelie.

Keberanian Aurelie Ungkap Kisah Masa Lalu

Aurelie Moeremans

Aurelie Moeremans/Foto: Instagram/@aurelie

Tak mudah untuk membuka kembali luka lama yang pernah dijalani, tapi keberanian Aurelie berhasil menciptakan sebuah memoar yang sangat powerful, membekas, dan mengedukasi para pembaca. Banyak netizen yang kini mulai membahas dan berdiskusi soal bahayanya child grooming dan bentuk kekerasan lainnya dalam hubungan usai membaca memoar Aurelie.

Aurelie mengaku bahwa proses menulis memoar tersebut menjadi bagian dari penyembuhan dari masa lalunya.

“Iya, tentu saja (gak mudah). Kendala terbesarnya adalah harus membuka kembali luka lama yang selama ini aku pendam. Mengingat detail-detail itu tidak mudah dan cukup menyakitkan, tapi justru proses itu menjadi bagian dari penyembuhan," tuturnya, dikutip dari detikPop.

"Ada momen di mana aku ingin berhenti karena terlalu berat. Tapi setiap kali ingin menyerah, aku ingat alasan awal kenapa aku menulis, yaitu untuk jujur pada diri sendiri dan bertahan," jelas Aurelie.

Buat kamu yang ingin membaca memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans, kamu bisa membaca secara gratis dengan mendownload atau mengunduhnya di link yang ada di bio Instagram Aurelie. Buku fisik Broken Strings juga akan segera dirilis dan informasinya bisa kamu cek di Instagram Aurelie, @aurelie.

[Gambas:Instagram]

Beauties, jangan biarkan dirimu atau orang di sekitar terjebak dalam lingkaran manipulasi. Jika menemukan indikasi atau menjadi korban kekerasan seksual, segera cari bantuan profesional dan lapor melalui layanan SAPA 129 Kemen PPPA. Segera hubungi hotline resmi di nomor 129 atau mengirimkan pesan melalui WhatsApp ke nomor 081111129129.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE