Kenapa Imlek Identik dengan Turunnya Hujan? Ini Filosofinya...

Natasha Riyandani | Beautynesia
Senin, 16 Feb 2026 13:00 WIB
Kenapa Imlek Identik dengan Turunnya Hujan? Ini Filosofinya...
Alasan Imlek identik dengan hujan/ Foto: Freepik.com/wirestock

Beauties, mungkin pernah bertanya-tanya kenapa saat Tahun Baru Imlek selalu turun hujan? Fenomena langit mendung dan rintik air yang turun selama perayaannya berlangsung ini sering dianggap kebetulan, padahal terdapat makna budaya yang mendalam di baliknya.

Menurut kepercayaan Tionghoa, turunnya hujan saat Imlek diyakini sebagai pertanda baik yang membawa keberuntungan dan keberkahan. Fenomena ini bahkan dianggap semacam “tradisi tak tertulis” yang kehadirannya sangat dinantikan oleh masyarakat Tionghoa.

Lantas, mengapa Imlek selalu identik dengan hujan dan apa makna dibaliknya? Dilansir dari detikEdu, berikut rangkuman informasinya.

Kenapa Imlek Identik dengan Hujan?

Alasan Imlek identik dengan hujan/ Foto: Unsplash.com/Laurentiu Morariu

Secara ilmiah, Hari Raya Imlek selalu jatuh bertepatan dengan periode musim hujan setiap tahunnya. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), perayaannya berlangsung sekitar bulan Januari hingga awal Februari, yang merupakan puncak musim hujan di Indonesia.

Selain faktor musim, kondisi atmosfer juga turut memicu meningkatkanya potensi hujan saat Imlek, seperti dikutip dari laman detikSulsel.

  • Aktivitas Monsun Asia, yang memengaruhi peningkatan potensi pembentukan hujan di wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan.
  • Masih aktifnya gelombang ekuator Rossby dan Kelvin di sekitar Indonesia bagian tengah dan timur, yang berperan dalam pembentukan awan hujan.
  • Terbentuknya pola belokan dan pertemuan angin yang memanjang di wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, termasuk Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.

Kombinasi faktor-faktor inilah yang secara tidak langsung menjelaskan mengapa perayaan Imlek hampir selalu bertepatan dengan cuaca hujan di Indonesia.

Simbol Keberuntungan dan Keberkahan

Simbol keberuntungan dan keberkahan/ Foto: Freepik.com/wirestock

Dalam Feng Shui, hujan deras yang turun saat perayaan Imlek diyakini sebagai pembawa keberuntungan dan datangnya rezeki yang melimpah bagi seluruh anggota keluarga.

Sementara, hujan gerimis dimaknai dengan keberuntungan yang datang dalam skala kecil. Namun, apabila gerimis berlangsung sepanjang hari, hal tersebut dipercaya membawa keberuntungan yang akan menyertai di sepanjang tahun.

Namun, maknanya bisa berbeda jika hujan yang turun disertai badai. Hujan badai justru dianggap sebai simbol yang kurang baik karena berpotensi menimbulkan bencana atau musibah. Oleh karena itu, kondisi ini kerap diartikan sebagai nasib buruk yang mungkin terjadi di tahun baru mendatang.

Simbol Pembaruan

Simbol pembaruan/ Foto: Freepik.com/jcomp

Dalam tradisi Tionghoa tradisional, hujan juga dianggap sebagai simbol pembaruan. Air yang turun dari langit seakan mencuci hal-hal buruk, nasib buruk, serta kesialan yang mungkin terjadi di tahun sebelumnya dan membawa kesegaran untuk memulai awal tahun baru.

Legenda Dewi Hujan

Legenda Dewi Hujan/ Foto: Unsplash.com/Daniel Park

Hujan yang saat Imlek juga kerap dikaitkan dengan mitos turunnya Dewi Kwan Im yang menyiram bunga Mei Hwa. Dalam kepercayaan tersebut, hujan dipandang sebagai berkah yang turun langsung dari langit.

Bunga Mei Hwa sendiri dipercaya sebagai bunga yang ditanam oleh Dewi Hujan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Sebab itulah, suasana Imlek akan terasa kurang lengkap tanpa turunnya hujan yang diyakini dapat membawa kedamaian dan kesejukan di tahun yang baru.

Prediksi Cuaca saat Imlek 2026

Prediksi cuaca saat Imlek 2026/ Foto: Freepik.com/tawatchai07

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Kesiapsiagaan Bencana Hidreometeorologi bahwa curah hujan tinggi hingga sangat tinggi diperkirakan terjadi pada periode Januari hingga Maret 2026 mendatang.

Sejumlah wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan tinggi, di antaranya Pulau Jawa, Sumatera Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, Kalimantan, Maluku, hingga Papua.

Berdasarkan prediksi tersebut, perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026 diperkirakan akan diguyur hujan. Jadi, pastikan kamu telah mempersiapkannya dengan matang, agar suasana hujan justru dapat menambah kehangatan saat berkumpul bersama keluarga.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE