Kenapa Ada Orang yang Selalu Membayangkan Skenario Terburuk?

Adira P | Beautynesia
Kamis, 12 Mar 2026 16:30 WIB
Kenapa Ada Orang yang Selalu Membayangkan Skenario Terburuk?
Kenapa Ada Orang yang Selalu Membayangkan Skenario Terburuk?/Foto: freepik.com

Ada kalanya pikiran melompat jauh ke depan dan langsung membayangkan segala sesuatu yang bisa berjalan salah, bahkan sebelum situasinya benar-benar terjadi. Rasanya seperti otak tidak bisa berhenti menciptakan skenario yang semakin lama semakin berat untuk ditanggung. Bisa relate, Beauties?

Dilansir dari Psychology Today, dalam psikologi, kecenderungan ini dikenal sebagai catastrophizing, yaitu pola pikir yang membuat seseorang melompat ke kesimpulan paling buruk tanpa bukti yang cukup. Ini bukan kelemahan karakter, Beauties, melainkan pola yang sangat manusiawi serta memiliki alasan-alasan yang bisa dipahami.

Yuk, simak 5 alasan di balik kebiasaan membayangkan skenario terburuk berikut ini!

Otak Memang Dirancang untuk Mendeteksi Bahaya Lebih Dulu

Membayangkan skenario terburuk memang bikin stres, tapi ternyata ini mencerminkan ciri kepribadian yang brilian. Apa saja? Simak di sini!

Kenapa Ada Orang yang Selalu Membayangkan Skenario Terburuk?/Foto: Freepik

Salah satu alasan paling mendasar mengapa kita cenderung membayangkan hal-hal buruk adalah karena otak kita memang sudah diprogram untuk melakukan itu sejak ribuan tahun lalu. Susan Albers, PsyD, psikolog dari Cleveland Clinic, menjelaskan bahwa membayangkan skenario terburuk adalah mekanisme bertahan hidup yang digunakan otak untuk melindungi kita. Hal ini sudah berlangsung sejak zaman nenek moyang kita untuk mengantisipasi bahaya serta bersiap menghadapinya.

Penelitian yang diterbitkan di Social Neuroscience melalui PubMed juga mengonfirmasi bahwa otak secara evolutif memang lebih memprioritaskan ancaman dibanding hal-hal yang menyenangkan, karena menghindari bahaya jauh lebih kritis bagi kelangsungan hidup. Pikiran kita sudah terlatih untuk melompat ke skenario terburuk bahkan saat bukti yang ada sangat sedikit, sebagai cara untuk bersiap serta melindungi diri dari rasa sakit yang tidak terduga.

Pikiran yang selalu waspada sebenarnya bukan musuh. Ia hanya bekerja terlalu keras untuk menjaga kamu tetap aman.

Pengalaman Masa Lalu yang Mengajarkan Otak untuk Selalu Siaga

Kebiasaan memikirkan skenario terburuk bukan berasal dari kekhawatiran yang tidak berdasar, melainkan dari intuisi yang kuat. Intuisi ini biasanya membimbing mereka secara tidaak sadar dalam setiap aspek kehidupan.

Kenapa Ada Orang yang Selalu Membayangkan Skenario Terburuk?/Foto: Freepik/freepik

Bagi sebagian orang, kecenderungan membayangkan hal buruk bukan sekadar kebiasaan, melainkan bekas dari pengalaman yang pernah dialami jauh sebelumnya. Dikutip dari Psychology Today, pengalaman sulit di masa kecil, seperti tumbuh dalam lingkungan yang tidak stabil atau penuh ketidakpastian, dapat melatih otak untuk terus-menerus dalam kondisi waspada terhadap bahaya.

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan di mana kesalahan dihukum dengan keras atau reaksi orang dewasa tidak bisa diprediksi, membayangkan bencana adalah cara untuk tetap siap serta menghindari kejutan yang menyakitkan. Kebiasaan itu kemudian terbawa hingga dewasa, bahkan ketika situasi berbahaya yang asli sudah tidak lagi ada.

Cara Otak Menciptakan Ilusi Kendali atas Situasi

Ciri kepribadian orang yang suka terbangun tengah malam adalah mereka terlalu banyak berpikir atau overthinking.

Kenapa Ada Orang yang Selalu Membayangkan Skenario Terburuk?/Foto: Freepik/freepik

Ada alasan tersembunyi yang menarik di balik kebiasaan ini: membayangkan skenario terburuk sering kali terasa seperti cara untuk memegang kendali atas sesuatu yang tidak pasti. Hal ini disebut sebagai "melamun secara negatif", di mana seseorang meyakini bahwa hasil paling buruk adalah yang paling mungkin terjadi, dan dengan membayangkan narasi itu lebih dulu, mereka merasa lebih siap serta lebih aman.

Di balik kebiasaan selalu mengharapkan hal buruk, sering kali tersembunyi ketakutan yang lebih dalam tentang keamanan serta kendali atas hidup. Gail Saltz, MD, profesor psikiatri di Weill Cornell Medical College, dikutip dari HealthCentral, menjelaskan bahwa seseorang yang menggunakan pola pikir ini bergerak sangat cepat menuju skenario terburuk, bahkan tanpa banyak bukti yang mendukung kesimpulan itu.

Kondisi Kesehatan Mental yang Memperkuat Pola Pikir Ini

orang yang lari dari kehidupan justru akan merasakan perasaan gelisah dimana pun ia berada.

Kenapa Ada Orang yang Selalu Membayangkan Skenario Terburuk?/Foto: Pexels.com/ KATRIN BOLOVTSOVA

Kecenderungan membayangkan skenario terburuk juga bisa diperkuat oleh kondisi kesehatan mental tertentu yang membuat pikiran lebih sulit untuk tetap pada kenyataan. Pola ini sering dikaitkan dengan kecemasan, depresi, serta sejumlah kondisi lain yang membuat otak lebih mudah terjebak dalam siklus pikiran negatif, dikutip dari Psychology Today.

Pikiran katastropik yang tidak ditangani dapat berujung pada ruminasi, penghindaran, kecemasan, depresi, serta kelelahan yang makin dalam. Penelitian di jurnal Frontiers in Psychiatry juga mengonfirmasi bahwa membuat prediksi pesimistis tentang masa depan tanpa bukti yang cukup adalah salah satu pola pikir yang paling sering muncul dalam kondisi depresi.

Efek Bola Salju: Satu Pikiran Buruk Melahirkan yang Lebih Buruk

Tidak semua bentuk kehati-hatian berarti kamu berpikir sehat - kadang itu justru tanda kamu overthinker. Kebiasaan ini sering berkembang perlahan hingga mengganggu ketenangan batin. Penting untuk mengenali sinyal halusnya sebelum menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan.

Kenapa Ada Orang yang Selalu Membayangkan Skenario Terburuk?/Foto: Freepik

Alasan terakhir ini mungkin yang paling mudah kamu kenali sendiri. Albers menggambarkan pola ini seperti efek bola salju: dimulai dari pikiran kecil yang lambat laun semakin besar serta semakin kuat seiring kecemasan yang terus bertumbuh, dan kadang bisa meledak dari nol menjadi sangat intens dalam hitungan detik.

Dari waktu ke waktu, pola ini menciptakan spiral negatif yang tidak hanya memperbesar rasa putus asa serta frustrasi, tetapi juga bisa membuat seseorang mulai menghindari situasi atau peluang tertentu karena sudah lebih dulu "melihat" hasilnya yang buruk di dalam kepala mereka. Dilansir dari Medical News Today, para dokter menyebut pola ini sebagai "magnifying", yaitu membuat sebuah situasi terlihat jauh lebih besar serta lebih buruk dari kenyataan yang sebenarnya.

Memahami alasan di balik pikiran skenario terburuk adalah bentuk kepedulian yang nyata terhadap dirimu sendiri, Beauties. Bukan soal lemah atau kuat, melainkan tentang mengenal cara kerja pikiran kita serta meresponsnya dengan lebih bijak serta penuh kasih.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE