Kenapa Ada Orang yang Mudah Dimanfaatkan?

Adira P | Beautynesia
Kamis, 26 Mar 2026 18:00 WIB
Kenapa Ada Orang yang Mudah Dimanfaatkan?
Kenapa Ada Orang yang Mudah Dimanfaatkan?/Foto: Freepik/freepik

Beauties, mungkin pernah ada momen di mana kamu baru menyadari bahwa seseorang yang kamu percaya selama ini ternyata telah mengambil lebih dari yang seharusnya. Baik itu waktumu, tenagamu, maupun kebaikan hatimu. Hal yang terasa lebih menyakitkan adalah pertanyaan yang muncul di benakmu: kenapa kamu membiarkan ini terjadi?

Dikutip dari Psychology Today, Annie Tanasugarn, PhD, CCTSA, seorang pakar hubungan, menyebutkan bahwa kebiasaan mudah dimanfaatkan ini biasanya punya akar psikologis yang sangat manusiawi. Jadi, daripada menyalahkan diri sendiri, yuk, kita pelajari pelan-pelan kenapa hal ini bisa terjadi.

Luka Masa Kecil yang Mengajarkan Bahwa Cinta Harus Diraih

Kasih perhatian yang bikin galau/Foto: freepik.com/freepik

Kenapa Ada Orang yang Mudah Dimanfaatkan?/Foto: Freepik.com/freepik

Banyak dari kita yang tumbuh dengan keyakinan kalau cinta dan perhatian itu nggak gratis, melainkan sesuatu yang harus dibeli dengan prestasi atau perilaku baik. Pola ini sering kali terbawa sampai kita dewasa, Beauties.

Tanasugarn menyebutkan bahwa lingkungan masa kecil yang kurang memberikan validasi bisa membuat seseorang merasa bahwa satu-satunya cara untuk dianggap berharga adalah dengan terus-menerus menyenangkan orang lain. Kita jadi punya ketakutan bawah sadar bahwa kalau kita nggak berguna bagi mereka, mereka bakal pergi meninggalkan kita. Tapi ingat, ya, Beauties, menyadari pola ini adalah langkah awal untuk mulai sembuh.

People-Pleasing

Mereka yang berusaha terdengar cerdas akan mengucapkan kalimat

Kenapa Ada Orang yang Mudah Dimanfaatkan?/Foto: Freepik

Ada perbedaan besar antara menjadi orang yang baik hati serta menjadi orang yang tidak bisa berhenti menyenangkan semua orang. Seorang people-pleaser merasa bahwa jika ia berhenti memenuhi kebutuhan orang lain, semua orang akan meninggalkannya serta ia tidak akan lagi dicintai.

Dikutip dari BBC Science Focus, Prof Toru Sato menegaskan bahwa di balik keinginan untuk selalu disukai, sebenarnya ada rasa tidak percaya diri yang sedang berusaha ditambal. Kita merasa nilai diri kita meningkat kalau orang lain senang, padahal itu justru jadi pintu masuk bagi orang lain untuk "mengambil" lebih banyak dari yang kita sanggup beri.

Jadi, Beauties, kebaikanmu itu mahal harganya, jangan sampai dibiarkan tanpa penjagaan, ya.

Empati yang Begitu Dalam Hingga Diri Sendiri Terlupakan

Ciri kepribadian orang yang baik tapi tidak punya teman dekat sering tidak terlihat dari luar. Di balik sikapnya, ada kemandirian dan empati yang kuat.

Kenapa Ada Orang yang Mudah Dimanfaatkan?/Foto: Freepik/freepik

Memiliki empati yang tinggi adalah karunia yang luar biasa, Beauties. Tetapi tanpa batas diri yang sehat, ia bisa menjadi jalan yang membuat seseorang terus-menerus mengabaikan kebutuhannya sendiri. Dikutip dari therapist.com, seseorang dengan empati yang kelewat tinggi bisa terlalu larut dalam masalah orang lain sampai-sampai lupa kalau dirinya sendiri juga butuh dirawat.

Tanasugarn menyebutkan bahwa orang dengan hati yang besar cenderung selalu ingin melihat sisi terbaik dari setiap orang, bahkan ketika orang tersebut sudah jelas-jelas merugikan mereka. Kamu mungkin sering merasa bersalah kalau nggak membantu, padahal kapasitas energimu sudah di titik nol. Sayang sekali kan, kalau energi indahmu habis hanya untuk orang yang nggak menghargainya?

Sulitnya Mengucapkan Tidak karena Menolak Terasa Berbahaya

Dia mulai jarang membalas pesan, menolak ajakan berkumpul, atau bahkan menghindari kontak mata. Bukan karena tidak peduli, tapi karena lelah berpura-pura baik-baik saja. Dunia luar terasa terlalu ramai untuk jiwanya yang sedang rapuh.

Kenapa Ada Orang yang Mudah Dimanfaatkan?/Foto: Pexels.com/Liza Summer

Bagi banyak orang, menolak permintaan itu rasanya seperti melakukan kejahatan besar. Ada rasa tanggung jawab yang berlebihan atas kebahagiaan orang lain. Padahal, kita kan bukan menteri kebahagiaan dunia, ya, Beauties?

Dikutip dari Mayo Clinic, para ahli menegaskan bahwa bersikap asertif atau berani menyatakan keinginan dan batasan adalah keterampilan dasar yang wajib kita punya. Memang awalnya bakal terasa aneh atau nggak nyaman saat mulai memasang boundary, karena selama ini seluruh energi kita sudah terbiasa diarahkan keluar. Tapi percayalah, belajar berkata "tidak" adalah bentuk kasih sayang paling jujur buat dirimu sendiri.

Belajar berkata tidak bukan berarti kamu menjadi orang yang tidak baik. Ini berarti kamu mulai memperlakukan dirimu dengan kebaikan yang sama yang selama ini kamu berikan kepada orang lain.

Harga Diri yang Bergantung pada Seberapa Disukai Orang Lain

Ketika seseorang meminta maaf atas segalanya, pada dasarnya mereka mengatakan bahwa kebutuhan, pikiran, dan kehadiran mereka kurang penting daripada orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa mereka punya harga diri yang rendah.

Kenapa Ada Orang yang Mudah Dimanfaatkan?/Foto: Freepik

Beauties, pernahkah kamu merasa berharga hanya kalau disukai banyak orang? Kalau ada satu orang saja yang nggak suka, rasanya dunia mau runtuh. Akibatnya, kita jadi rela mentoleransi perlakuan yang nggak sehat asal hubungan tetap terlihat harmonis.

Dikutip dari Psychology Today, Teyhou Smyth, PhD, LMFT, menyebutkan bahwa people-pleasers secara tidak sengaja sedang menyiapkan diri mereka untuk merasa kecewa secara berulang. Pola ini lama-lama bakal menggerogoti harga dirimu dari dalam. Padahal, harga diri yang kuat adalah perisai terbaik untuk melindungi kita dari pengalaman pahit di masa lalu. Kamu berharga bukan karena kamu berguna, tapi karena kamu memang berharga apa adanya.

Mudah dimanfaatkan itu bukan berarti kamu kurang pintar atau kurang kuat, Beauties. Itu cuma tanda kalau kamu punya hati yang sangat besar, tapi mungkin lupa untuk memberikannya pada orang yang paling berhak, yaitu dirimu sendiri.

Langkah terbesar dimulai dari mengenali bahwa kamu layak diperlakukan dengan baik, bukan karena kamu sudah cukup memberi, melainkan karena kamu memang layak.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE